

100 Tanya Jawab: Belajar Mengenal Allah untuk Anak dan Pelajar
Panduan Penggunaan:
- Untuk Orang Tua dan Guru: Gunakan materi ini sebagai panduan dalam mengajarkan akidah kepada anak. Sampaikan dengan bahasa yang lembut dan penuh kasih sayang.
- Untuk Anak dan Pelajar: Bacalah dengan perlahan. Jika ada yang tidak dimengerti, tanyakan kepada orang tua atau guru kalian.

Bagian 1: Siapa Allah Itu? (Mengenal Nama dan Sifat-Nya)
- T: Siapa pencipta kita dan seluruh alam semesta?
J: Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dialah Pencipta segala sesuatu. (QS. Az-Zumar: 62) - T: Di mana Allah berada?
J: Allah berada di atas ‘Arsy (singgasana yang agung), di atas semua makhluk-Nya. Allah berfirman, “(Yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy.” (QS. Thaha: 5) - T: Apakah Allah bisa dilihat di dunia?
J: Tidak, kita tidak bisa melihat Allah di dunia. Namun, orang-orang beriman akan melihat Allah di Surga nanti. (QS. Al-Qiyamah: 22-23) - T: Apakah Allah seperti makhluk-Nya?
J: Tidak sama sekali. Tidak ada satu pun yang menyerupai Allah. “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11) - T: Apa arti “Allah”?
J: “Allah” adalah nama khusus untuk Tuhan Yang Maha Esa, yang berhak disembah, memiliki semua sifat kesempurnaan, dan tidak ada sekutu bagi-Nya. - T: Apa itu Asmaul Husna?
J: Asmaul Husna adalah nama-nama Allah yang indah dan baik. Ada 99 nama yang menunjukkan keagungan dan sifat-sifat-Nya. (QS. Al-A’raf: 180) - T: Sebutkan satu nama Allah yang artinya Maha Pengasih!
J: Ar-Rahman. Kasih sayang Allah diberikan untuk semua makhluk-Nya di dunia. - T: Sebutkan satu nama Allah yang artinya Maha Penyayang!
J: Ar-Rahim. Kasih sayang Allah khusus untuk orang-orang beriman di Akhirat. - T: Apa nama Allah yang artinya Maha Mendengar?
J: As-Sami’. Allah mendengar semua doa dan ucapan kita, bahkan yang pelan sekalipun. - T: Apa nama Allah yang artinya Maha Melihat?
J: Al-Bashir. Allah melihat segala perbuatan kita, baik yang terang-terangan maupun yang disembunyikan. - T: Apa nama Allah yang artinya Maha Mengetahui?
J: Al-‘Alim. Allah mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang gaib. - T: Apa nama Allah yang artinya Maha Kuasa?
J: Al-Qadir. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Jika Allah menghendaki sesuatu, cukup berkata “Jadilah!” maka jadilah sesuatu itu. - T: Apakah Allah tidur atau istirahat?
J: Tidak. “Allah, tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Yang Maha Hidup, Yang Berdiri Sendiri (tidak membutuhkan segala sesuatu). Tidak mengantuk dan tidak tidur.” (QS. Al-Baqarah: 255) - T: Apakah Allah memiliki anak?
J: Tidak. Allah Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan. (QS. Al-Ikhlas: 3) - T: Mengapa kita harus mengenal nama dan sifat Allah?
J: Agar kita semakin cinta, takut, dan berharap hanya kepada-Nya, serta meneladani sifat-sifat-Nya dalam perilaku kita.
Bagian 2: Bukti Kekuasaan dan Ciptaan Allah
- T: Apa bukti terbesar bahwa Allah itu ada?
J: Adanya alam semesta yang sangat teratur dan indah. Langit, bumi, gunung, lautan, semua menunjukkan adanya Pencipta yang Maha Hebat. - T: Siapa yang menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang?
J: Allah. “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Al-Anbiya’: 33) - T: Siapa yang menurunkan hujan dari langit?
J: Allah. Dengan hujan, Allah menghidupkan tanah yang mati dan memberi minum semua makhluk. - T: Siapa yang menciptakan hewan-hewan yang beraneka ragam?
J: Allah. “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” (QS. Hud: 6) - T: Siapa yang menciptakan manusia pertama?
J: Allah menciptakan Nabi Adam ‘alaihissalam dari tanah. (QS. Al-Hijr: 28-29) - T: Bagaimana Allah menciptakan Nabi Isa?
J: Allah menciptakan Nabi Isa ‘alaihissalam tanpa ayah, hanya dengan kalimat “Jadilah!” maka jadilah ia. Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang mutlak. - T: Siapa yang mengatur pergantian siang dan malam?
J: Allah. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal.” (QS. Ali ‘Imran: 190) - T: Mengapa kita memiliki warna kulit, bahasa, dan suku yang berbeda?
J: Itu adalah tanda kebesaran Allah. Perbedaan itu agar kita saling mengenal, bukan untuk saling membenci. (QS. Al-Hujurat: 13) - T: Siapa yang menumbuhkan tanaman dan buah-buahan?
J: Allah. Dialah yang menjadikan biji tumbuh menjadi tanaman yang menghasilkan buah yang lezat. - T: Apa bukti Allah Maha Bijaksana?
J: Semua ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia. Semuanya memiliki tujuan dan hikmah, meski terkadang kita tidak mengetahuinya. - T: Bagaimana laut yang luas tidak meluap?
J: Karena hukum dan ketetapan Allah. “Dan Dia telah menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 15) - T: Siapa yang memberikan kita nikmat kesehatan, penglihatan, dan pendengaran?
J: Allah. Itu semua adalah karunia yang harus kita syukuri. - T: Mengapa Allah menciptakan iblis?
J: Sebagai ujian bagi manusia. Iblis akan menggoda manusia, dan manusia yang taat kepada Allah akan mampu mengalahkannya. - T: Apa bukti Allah Maha Kuat?
J: Allah menciptakan langit tanpa tiang yang bisa kita lihat. (QS. Ar-Ra’d: 2) - T: Mengapa kita harus mempelajari ciptaan-ciptaan Allah?
J: Agar iman kita semakin kuat dan kita semakin kagum pada kebesaran-Nya.
Bagian 3: Tujuan Allah Menciptakan Kita
- T: Untuk apa Allah menciptakan manusia dan jin?
J: Untuk beribadah hanya kepada Allah. “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Az-Zariyat: 56) - T: Apa arti ibadah?
J: Ibadah adalah menghambakan diri kepada Allah dengan melakukan semua perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya, dengan penuh cinta dan harap. - T: Apakah ibadah hanya shalat dan puasa?
J: Tidak. Semua perbuatan baik yang dilakukan dengan niat karena Allah adalah ibadah, seperti belajar, membantu orang tua, dan menjaga kebersihan. - T: Apa tujuan hidup seorang muslim?
J: Untuk mencari ridha (kerelaan) Allah dan meraih Surga-Nya. - T: Apa yang akan terjadi setelah kita meninggal?
J: Kita akan dibangkitkan lagi di hari Kiamat untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatan kita. - T: Di mana kita akan hidup selamanya?
J: Di Akhirat, ada dua tempat: Surga untuk orang yang taat, dan Neraka untuk orang yang ingkar dan durhaka. - T: Apakah Allah membutuhkan ibadah kita?
J: Tidak. Allah tidak butuh sedikit pun dari kita. Justru kitalah yang sangat butuh kepada Allah. - T: Lalu mengapa kita harus beribadah?
J: Karena itulah tugas kita sebagai hamba. Ibadah adalah untuk kebaikan dan keselamatan kita sendiri di dunia dan Akhirat. - T: Apa hikmah Allah menciptakan kebaikan dan kejahatan?
J: Sebagai ujian. Manusia akan diuji mana yang dipilihnya, sehingga jelas bedanya orang yang beriman dan orang yang kafir. - T: Apa balasan bagi orang yang beriman dan beramal shaleh?
J: Mereka akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan pahala yang besar di Surga. (QS. An-Nahl: 97)
Bagian 4: Cara Mencintai dan Mendekatkan Diri kepada Allah
- T: Bagaimana cara kita mencintai Allah?
J: Dengan mentaati semua perintah-Nya, mengikuti sunnah Rasul-Nya, dan banyak berdzikir mengingat-Nya. - T: Apa yang harus kita lakukan ketika melakukan kesalahan?
J: Segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah, karena Allah Maha Penerima Taubat (At-Tawwab). - T: Kapan waktu terbaik untuk berdoa kepada Allah?
J: Setiap saat, tetapi ada waktu yang mustajab seperti sepertiga malam terakhir, saat sujud dalam shalat, dan antara adzan dan iqamah. - T: Apakah Allah mengabulkan semua doa?
J: Ya, Allah pasti mengabulkan doa hamba-Nya, tetapi caranya mungkin berbeda: langsung dikabulkan, ditunda untuk waktu yang lebih baik, atau diganti dengan sesuatu yang lebih baik bagi kita. - T: Apa amalan yang paling dicintai Allah?
J: Shalat pada waktunya dan berbakti kepada kedua orang tua. (Hadits Riwayat Al-Bukhari) - T: Bagaimana cara bersyukur kepada Allah?
J: Dengan hati (mengakui semua nikmat dari Allah), lisan (mengucap Alhamdulillah), dan perbuatan (menggunakan nikmat untuk hal yang diridhai Allah). - T: Apa yang harus kita baca setiap pagi dan petang?
J: Membaca doa pagi dan petang, serta membaca Ayat Kursi untuk perlindungan. - T: Mengapa kita harus membaca Al-Qur’an?
J: Karena Al-Qur’an adalah firman Allah. Membacanya adalah ibadah dan merupakan cara terbaik untuk mengenal Allah. - T: Apa itu dzikir?
J: Mengingat Allah dengan membaca tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah), dan tahlil (La ilaha illallah). - T: Bagaimana cara kita meneladani sifat Allah?
J: Misalnya, karena Allah Maha Pengasih, kita harus menyayangi sesama. Karena Allah Maha Mengetahui, kita harus jujur dalam segala hal.
Bagian 5: Sifat-Sifat Allah yang Wajib Diketahui (Sifat 20 – Disesuaikan)
Catatan: Sifat 20 adalah cara ulama Ahlussunnah wal Jama’ah menjelaskan sifat Allah agar mudah dipelajari.
- T: Apa arti Wujud?
J: Ada. Allah itu ada, dan keberadaan-Nya tidak bergantung pada siapapun. - T: Apa arti Qidam?
J: Terdahulu. Allah adalah Yang Pertama, tidak ada permulaan bagi-Nya. - T: Apa arti Baqa’?
J: Kekal. Allah kekal selamanya, tidak akan pernah mati atau binasa. - T: Apa arti Mukhalafatu lil hawaditsi?
J: Berbeda dengan makhluk ciptaan-Nya. Allah tidak menyerupai apapun yang ada di dunia ini. - T: Apa arti Qiyamuhu binafsihi?
J: Berdiri sendiri. Allah tidak membutuhkan bantuan siapapun atau apapun. - T: Apa arti Wahdaniyah?
J: Maha Esa. Allah itu satu, baik dalam Dzat, sifat, maupun perbuatan-Nya. - T: Apa arti Qudrah?
J: Maha Kuasa. Allah mampu melakukan segala sesuatu. - T: Apa arti Iradah?
J: Maha Berkehendak. Apa yang terjadi di dunia adalah karena kehendak Allah. - T: Apa arti ‘Ilmu?
J: Maha Mengetahui. Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. - T: Apa arti Hayat?
J: Maha Hidup. Kehidupan Allah sempurna dan abadi. - T: Apa arti Sama’?
J: Maha Mendengar. Pendengaran Allah meliputi segala suara. - T: Apa arti Bashar?
J: Maha Melihat. Penglihatan Allah meliputi segala yang tampak dan tersembunyi. - T: Apa arti Kalam?
J: Berfirman. Allah berbicara tanpa huruf dan suara, seperti firman-Nya dalam Al-Qur’an. - T: Apakah Allah memiliki sifat-sifat yang lain?
J: Ya, banyak sekali. Sifat 20 adalah ringkasan untuk memudahkan kita mempelajari keyakinan yang benar tentang Allah.
Bagian 6: Pertanyaan Lanjutan untuk Pelajar
- T: Apa itu Tauhid?
J: Mengesakan Allah dalam ibadah, rububiyah, dan asma’ wa shifat. - T: Apa itu Tauhid Rububiyah?
J: Mengimani bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemberi Rezeki, dan Penguasa alam semesta. - T: Apa itu Tauhid Uluhiyah?
J: Mengimani bahwa hanya Allah saja yang berhak disembah. Inilah inti dakwah semua Rasul. - T: Apa itu Tauhid Asma’ wa Shifat?
J: Mengimani semua nama dan sifat Allah sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits, tanpa menolak, menyerupakan dengan makhluk, atau mempertanyakan caranya. - T: Siapa ulama besar yang menulis kitab tentang akidah Ahlussunnah?
J: Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi, serta Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitabnya. - T: Apa kitab rujukan populer untuk mempelajari akidah?
J: Kitab “Aqidah At-Tahawiyyah” (Imam At-Thahawi), “Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah” (Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah), dan “Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah” (Imam Al-Lalika’i). - T: Apa hukumnya menyekutukan Allah (Syirik)?
J: Syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak diampuni jika pelakunya mati dan belum bertaubat. (QS. An-Nisa’: 48) - T: Apa contoh perbuatan syirik?
J: Percaya pada dukun, menyembah berhala, atau meminta kepada orang mati dengan keyakinan bahwa mereka bisa memberi manfaat atau mudarat. - T: Apa itu khurafat?
J: Keyakinan atau praktik yang bertentangan dengan akidah Islam, seperti takut pada hari tertentu karena dianggap sial. - T: Bagaimana cara menjaga akidah dari syirik?
J: Dengan mempelajari tauhid dengan benar, banyak berdoa kepada Allah, dan tidak mengikuti sesuatu yang tidak kita ketahui dasarnya dalam agama. - T: Apa yang dimaksud dengan “La hawla wa la quwwata illa billah”?
J: “Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah.” Kalimat ini menunjukkan ketergantungan kita yang mutlak kepada Allah.
Bagian 7: Kisah-Kisah dalam Al-Qur’an yang Mengajarkan Mengenal Allah
- T: Apa yang bisa kita pelajari dari kisah Nabi Ibrahim mencari Tuhan?
J: Bahwa akal bisa membawa pada pengakuan adanya Pencipta, tetapi wahyu-lah yang memberi petunjuk yang benar. (QS. Al-An’am: 76-79) - T: Apa mukjizat terbesar Nabi Musa?
J: Tongkat yang bisa berubah menjadi ular besar dan membelah laut. Ini menunjukkan kekuasaan Allah yang membantu hamba-Nya yang beriman. - T: Apa yang diajarkan Nabi Isa kepada kaumnya?
J: Untuk menyembah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. (QS. Al-Ma’idah: 72) - T: Apa doa Nabi Yunus di dalam perut ikan?
J: “La ilaha illa Anta, Subhanaka, inni kuntu minaz-zhalimin” (Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim). (QS. Al-Anbiya’: 87) - T: Mengapa Allah menyelamatkan Nabi Nuh dan pengikutnya dengan bahtera?
J: Karena mereka beriman dan taat, sedangkan orang-orang kafir ditenggelamkan. Ini pelajaran bahwa keselamatan hanya bersama iman. - T: Apa permintaan Nabi Muhammad saat Isra’ Mi’raj?
J: Beliau menerima perintah shalat 5 waktu langsung dari Allah, menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini. - T: Apa hikmah dari kisah-kisah dalam Al-Qur’an?
J: Sebagai pelajaran dan nasihat bagi orang-orang yang berakal. (QS. Yusuf: 111)
Bagian 8: Pertanyaan Praktis dalam Kehidupan Sehari-hari
- T: Jika Allah Maha Pengasih, mengapa ada orang yang sakit dan susah?
J: Musibah adalah ujian untuk mengangkat derajat, menghapus dosa, dan mengingatkan kita agar kembali kepada Allah. - T: Mengapa rezeki setiap orang berbeda?
J: Itu adalah bagian dari hikmah dan keadilan Allah. Allah memberi sesuai dengan yang Dia ketahui paling baik untuk hamba-Nya. - T: Bagaimana kita tahu bahwa Allah mencintai kita?
J: Jika kita diberikan kemudahan untuk taat kepada-Nya dan dijauhi dari maksiat. - T: Apa yang harus dilakukan ketika dapat nikmat?
J: Bersujud syukur kepada Allah. - T: Apa yang harus dilakukan ketika dapat musibah?
J: Bersabar dan berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nya kami kembali). - T: Apakah Allah akan menyia-nyiakan amal baik kita?
J: Tidak sekali-kali. “Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat baik.” (QS. Hud: 115) - T: Bagaimana cara kita merasakan kehadiran Allah?
J: Dengan selalu merasa diawasi oleh Allah (Ihsan) dalam setiap keadaan. - T: Apakah belajar termasuk ibadah?
J: Ya, jika diniatkan untuk mencari ilmu yang bermanfaat dan mencari ridha Allah.
Bagian 9: Ringkasan dan Penutup
- T: Apa kalimat terpenting dalam Islam?
J: Kalimat “La ilaha illallah” (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah). Ini adalah inti dari mengenal Allah. - T: Siapa yang dijamin masuk Surga?
J: Orang yang mengucapkan “La ilaha illallah” dengan penuh keikhlasan dari hatinya. (Hadits Riwayat Al-Bukhari dan Muslim) - T: Apa buku terbaik untuk mengenal Allah?
J: Al-Qur’anul Karim. Bacalah, pahami, dan amalkan. - T: Siapa teladan terbaik dalam mengenal dan mencintai Allah?
J: Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. - T: Kapan kita harus mulai mengenal Allah?
J: Sekarang juga, sejak masih kecil. Rasulullah bersabda, “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk shalat ketika berumur 7 tahun…” (HR. Abu Daud). - T: Apakah mengenal Allah hanya sekali saja?
J: Tidak, tetapi terus-menerus sepanjang hidup. Semakin kita mengenal-Nya, semakin tenang dan tentram hati kita. - T: Apa manfaat mengenal Allah?
J: Hati menjadi tenang, hidup menjadi terarah, dan kita akan meraih kebahagiaan di dunia dan Akhirat. - T: Apa yang terjadi jika seseorang tidak mengenal Allah?
J: Hidupnya akan merasa hampa, gelisah, dan tidak memiliki tujuan yang jelas. - T: Bagaimana cara mengajak teman untuk mengenal Allah?
J: Dengan akhlak yang baik, memberi contoh, dan mengajaknya melakukan kebaikan dengan lemah lembut. - T: Apa doa meminta ilmu yang bermanfaat?
J: “Rabbi zidni ‘ilma” (Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku). (QS. Thaha: 114)
Penutup:
Semoga 100 tanya jawab ini dapat menjadi panduan yang bermanfaat bagi anak-anak, pelajar, orang tua, dan guru dalam menanamkan akidah yang lurus dan kuat. Marilah kita terus belajar untuk mengenal Allah lebih dekat lagi, karena itulah sumber kebahagiaan yang sejati.
Sumber Rujukan Utama:
- Al-Qur’an Al-Karim (Terjemah dan Tafsir)
- Hadits-Hadits Shahih dari Kitab Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim
- Kitab “Aqidah At-Tahawiyyah” – Imam Abu Ja’far Ath-Thahawi
- Kitab “Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah” – Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
- Kitab “Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jama’ah” – Imam Al-Lalika’i
- Kitab-Kitab karya ulama kontemporer seperti Dr. Said bin Ali bin Wahf Al-Qahthani, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, dll.





