Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

/
/
100 Soal Pilihan Ganda, Isian, dan Uraian tentang Cerita Rakyat Cindelaras (Jawa Timur) Lengkap Jawaban & Pembahasan – Materi Bahasa Indonesia
Poster Kartu Gambar Cindelaras Cerita Rakyat dari Jawa Timur A3 (1)

100 Soal Pilihan Ganda, Isian, dan Uraian tentang Cerita Rakyat Cindelaras (Jawa Timur) Lengkap Jawaban & Pembahasan – Materi Bahasa Indonesia

Table of Contents

KUIS: Mengenal Lebih Dalam Cerita Rakyat Cindelaras (Jawa Timur)

Pendahuluan Materi Kuis

Halo, pelajar dan pecinta sastra! Cerita rakyat Cindelaras berasal dari Jawa Timur dan terkenal dengan kisah seekor ayam jantan sakti yang membawa keadilan. Tokoh Cindelaras mengajarkan tentang keberanian, kejujuran, dan kuasa karma. Dalam kuis ini, kamu akan menguji pemahaman tentang alur, latar, penokohan, majas, serta nilai-nilai budaya dari cerita ini. Selamat belajar dan raih skor sempurna!


Poster Kartu Gambar Cindelaras Cerita Rakyat dari Jawa Timur A3 (1)
Poster Kartu Gambar Cindelaras Cerita Rakyat dari Jawa Timur A3

Soal Pilihan Ganda (ABCD)

1. Dari daerah manakah asal cerita rakyat Cindelaras?
A. Jawa Barat
B. Jawa Tengah
C. Jawa Timur
D. Bali

Jawaban: C
Pembahasan: Cindelaras merupakan cerita rakyat yang berasal dari Jawa Timur, tepatnya dari daerah sekitar Probolinggo.

2. Siapakah ibu kandung Cindelaras?
A. Selir raja
B. Permaisuri raja
C. Seorang dayang
D. Istri sah raja yang dibuang

Jawaban: D
Pembahasan: Ibu Cindelaras adalah istri sah raja yang difitnah dan dibuang ke hutan karena fitnah permaisuri.

3. Apa jenis kelamin telur yang dititipkan pada ibu Cindelaras?
A. Telur ayam jantan
B. Telur ayam betina
C. Telur itik
D. Telur burung

Jawaban: A
Pembahasan: Telur yang diberikan secara gaib itu berisi ayam jantan sakti yang kelak menjadi kunci pengenal Cindelaras dengan ayahnya.

4. Bagaimana ciri khas ayam jantan milik Cindelaras?
A. Bulunya hitam legam
B. Jengger dan paruhnya berwarna emas
C. Kokoknya sangat keras
D. Ekornya panjang berwarna-warni

Jawaban: B
Pembahasan: Ayam Cindelaras memiliki keistimewaan jengger dan paruh berwarna emas, serta suara kokok yang mengandung pesan.

5. Siapa nama raja yang merupakan ayah kandung Cindelaras?
A. Raja Baka
B. Raja Jenggala
C. Raja Airlangga
D. Raja Daha

Jawaban: B
Pembahasan: Dalam versi populer, raja tersebut adalah Raja Jenggala (atau disebut juga Raja Kahuripan).

🔥 FAVORIT ANAK & GURU

Poster Kartu Gambar Cindelaras

Cerita Rakyat dari Jawa Timur
🎨 Siap Print • Gunting • Mainkan • Belajar Seru
🎨 Desain
Kak Nurul Ihsan
📄 Isi File
1 file PDF printable 3,8 MB
📏 Ukuran
A3 (29.7 x 42 cm)
🏢 Penerbit
ebookanak.com

📚 Kartu Gambar Siap Print, Gunting dan Mainkan

Poster Kartu Gambar Cindelaras merupakan media edukatif anak berbentuk PDF printable full color yang dirancang untuk membantu anak belajar sambil bermain dengan cara yang lebih menyenangkan.

Setiap panel kartu menampilkan ilustrasi kartun anak yang cerah, menarik, dan mudah dipahami sehingga cocok digunakan untuk kegiatan belajar di rumah, sekolah, homeschooling, maupun aktivitas literasi anak.

File disusun dalam format poster printable ukuran besar A3 sehingga lebih nyaman digunakan untuk bermain dan aktivitas belajar anak.

✨ Cara Download dan Penggunaan

  1. Klik tombol hijau “Buy Now” lalu simpan file PDF ke HP, laptop, atau komputer Anda.
  2. File berupa poster printable ukuran A3 (29.7 x 42 cm) dengan panel kartu bergambar full color berkualitas tinggi.
  3. Setiap panel kartu memiliki ukuran praktis sekitar 5 x 7 cm hingga 6 x 8 cm sehingga nyaman dimainkan anak-anak.
  4. Poster dapat dicetak menggunakan:
    • Printer rumahan
    • Jasa print digital
    • Percetakan
  5. Disarankan menggunakan:
    • Kertas Art Carton
    • Art Paper
    • HVS tebal
    agar hasil lebih maksimal dan tahan lama.
  6. Setelah dicetak, gunting setiap panel kartu mengikuti garis atau pola yang tersedia.
  7. Kartu dapat digunakan untuk belajar, bermain, bercerita, kuis anak, homeschooling, aktivitas sekolah, dan media edukasi keluarga.
  8. File PDF praktis digunakan kapan saja tanpa perlu menunggu pengiriman fisik.

🌟 Manfaat Produk

  • Membantu meningkatkan minat baca anak
  • Mengenalkan cerita rakyat Nusantara sejak dini
  • Membuat aktivitas belajar lebih interaktif dan menyenangkan
  • Cocok untuk media bermain edukatif anak
  • Melatih fokus, daya ingat, dan kemampuan bercerita
  • Dapat digunakan di rumah maupun sekolah
  • Praktis dicetak sendiri kapan saja
  • Mendukung budaya literasi anak Indonesia

❤️ Cocok Untuk

Anak PAUD • TK • SD • Orangtua • Guru • Sekolah • Homeschooling • Perpustakaan • Komunitas Literasi Anak

6. Amanat utama dalam cerita Cindelaras adalah...
A. Kekayaan adalah segalanya
B. Kebohongan akan membawa petaka
C. Ayam aduan harus dirawat dengan baik
D. Hidup di hutan lebih menyenangkan

Jawaban: B
Pembahasan: Fitnah permaisuri akhirnya terbongkar dan ia mendapat hukuman, menunjukkan kebohongan akan berbuah celaka.

7. Latar tempat pertama kali ibu Cindelaras tinggal setelah dibuang adalah...
A. Istana
B. Desa nelayan
C. Hutan belantara
D. Gua

Jawaban: C
Pembahasan: Ia dibuang ke hutan dan tinggal di sebuah gubuk kecil.

8. “Kokok ayam Cindelaras bagaikan genderang perang.” Kalimat ini mengandung majas...
A. Personifikasi
B. Hiperbola
C. Litotes
D. Metafora

Jawaban: B
Pembahasan: Perbandingan kokok ayam dengan genderang perang melebih-lebihkan kenyataan → hiperbola.

9. Nilai moral yang tidak terdapat dalam cerita Cindelaras adalah...
A. Kesetiaan
B. Dendam berlebihan
C. Keberanian mengakui kesalahan
D. Keadilan

Jawaban: B
Pembahasan: Cerita tidak mengajarkan dendam berlebihan, melainkan keadilan dan kebenaran.

10. Bagaimana Cindelaras akhirnya dikenal oleh ayahnya?
A. Wajahnya mirip raja
B. Ibunya memberitahu langsung
C. Ayam jantannya mengalahkan ayam raja dan kokoknya menyebut nama Cindelaras
D. Seorang dayang yang memberitahu

Jawaban: C
Pembahasan: Saat adu ayam, ayam Cindelaras menang dan berkokok “Kukuruyuk... Cindelaras anakku, ayahnya Raja Jenggala.”

11. Siapa tokoh antagonis dalam cerita Cindelaras?
A. Cindelaras
B. Raja Jenggala
C. Permaisuri
D. Ibu Cindelaras

Jawaban: C
Pembahasan: Permaisuri yang cemburu dan memfitnah ibu Cindelaras merupakan tokoh antagonis.

12. Alur cerita Cindelaras termasuk jenis alur...
A. Maju
B. Mundur
C. Campuran
D. Lingkaran

Jawaban: A
Pembahasan: Cerita bergerak maju dari peristiwa fitnah, kelahiran Cindelaras, hingga pertemuan dengan raja.

13. “Ayam itu gagah perkasa seperti singa.” Majas yang digunakan adalah...
A. Simile
B. Metafora
C. Alegori
D. Paradoks

Jawaban: A
Pembahasan: Membandingkan ayam dengan singa menggunakan kata “seperti” → simile.

14. Apa penyebab utama ibu Cindelaras dibuang ke hutan?
A. Ia mencuri pusaka kerajaan
B. Ia mengandung tanpa restu raja
C. Ia difitnah oleh permaisuri yang iri
D. Ia melarikan diri dari istana

Jawaban: C
Pembahasan: Permaisuri iri karena ibu Cindelaras adalah permaisuri pertama yang lebih dicintai raja.

15. Siapakah yang memberikan telur ayam sakti itu?
A. Seorang brahmana
B. Burung gaib
C. Seorang pertapa
D. Secara gaib tidak dijelaskan secara eksplisit

Jawaban: D
Pembahasan: Dalam kebanyakan versi, telur itu muncul secara ajaib sebagai pertolongan gaib.

🎯 Download eBook Anak Seru & Edukatif Sekarang!
Ebook Anak Printable

📖 Printable Islamic & Educational eBook for Kids

✔ Bisa di-download
✔ Bisa di-print sendiri di rumah
✔ Cocok untuk belajar & aktivitas anak

👉 Lihat & Download Sekarang
⭐⭐⭐⭐⭐ 5.0 | Disukai Ribuan Orang Tua & Anak

16. Konflik eksternal dalam cerita Cindelaras adalah...
A. Cindelaras bingung memilih teman
B. Ibu Cindelaras sakit hati terus-menerus
C. Pertarungan ayam di istana
D. Cindelaras takut pada ayam sendiri

Jawaban: C
Pembahasan: Pertarungan ayam antara ayam raja dan ayam Cindelaras merupakan konflik fisik eksternal.

17. Latar sosial dalam cerita Cindelaras menggambarkan...
A. Kehidupan modern
B. Sistem kerajaan dan stratifikasi sosial yang kaku
C. Masyarakat egaliter tanpa kelas
D. Kehidupan pedagang

Jawaban: B
Pembahasan: Cerita ini berlatar kerajaan Jawa kuno dengan raja, permaisuri, dayang, dan rakyat jelata.

18. Watak Cindelaras yang paling menonjol adalah...
A. Penakut
B. Sombong
C. Pemberani dan sederhana
D. Licik

Jawaban: C
Pembahasan: Cindelaras berani menantang ayam istana namun tetap rendah hati.

19. “Fitnah permaisuri bagai duri dalam daging.” Majas ini adalah...
A. Personifikasi
B. Metafora
C. Hiperbola
D. Simile

Jawaban: B
Pembahasan: Fitnah diumpamakan sebagai duri tanpa kata pembanding “seperti” → metafora.

20. Apakah nasib permaisuri jahat di akhir cerita?
A. Diampuni dan hidup bahagia
B. Diusir atau dihukum mati
C. Menjadi dayang
D. Lari ke hutan dan tidak diketahui

Jawaban: B
Pembahasan: Kebanyakan versi menceritakan permaisuri dihukum bunuh atau dibuang ke hutan.

101 Cerita Nusantara

📚 101 Cerita Nusantara

Cerita rakyat pilihan dari seluruh Indonesia – edukatif & menyenangkan

👉 Klik untuk Download

21. Nilai religius dalam cerita Cindelaras tercermin dari...
A. Sajian sesaji setiap hari
B. Pertolongan gaib pada ibu yang teraniaya
C. Puji-pujian kepada dewa
D. Puasa selama 40 hari

Jawaban: B
Pembahasan: Adanya kekuatan gaib yang menolong orang teraniaya menunjukkan kepercayaan terhadap karma ilahi.

22. Siapakah yang membesarkan Cindelaras sejak kecil?
A. Raja Jenggala
B. Pendeta hutan
C. Ibunya sendiri
D. Para dayang

Jawaban: C
Pembahasan: Ibu kandungnya membesarkan Cindelaras di hutan tanpa bantuan orang lain.

23. Suatu hari, Cindelaras ikut sayembara adu ayam di istana. Motivasinya adalah...
A. Ingin membunuh raja
B. Ingin kaya mendadak
C. Ingin menguji kesaktian ayamnya
D. Ingin membebaskan ibunya

Jawaban: C
Pembahasan: Ia hanya ingin mengadu ayam karena ayamnya sangat kuat, tanpa tahu raja adalah ayahnya.

24. Latar waktu dalam cerita ini adalah...
A. Masa penjajahan
B. Masa kerajaan Hindu-Buddha
C. Masa kolonial Belanda
D. Masa kemerdekaan

Jawaban: B
Pembahasan: Cerita ini bernuansa kerajaan Jawa kuno dengan latar Hindu-Buddha.

25. “Ibunya menangis tersedu-sedu saat mengingat fitnah permaisuri.” Kalimat ini menunjukkan watak ibu yang...
A. Pemaaf
B. Sabar namun terluka
C. Pemarah
D. Pencemas

Jawaban: B
Pembahasan: Ia sangat sabar meski dalam penderitaan.

26. Siapakah yang mengusulkan sayembara adu ayam di istana?
A. Patih
B. Raja
C. Permaisuri
D. Dayang

Jawaban: A
Pembahasan: Patih memberikan usul untuk mengadu ayam sakti raja dengan ayam-ayam rakyat.

27. Ayam jantan Cindelaras tidak terkalahkan karena...
A. Ukuran badannya raksasa
B. Memiliki kekuatan gaib
C. Pandai ilmu sihir
D. Makanannya emas

Jawaban: B
Pembahasan: Ayam tersebut memiliki kekuatan magis karena berasal dari telur gaib.

28. Dalam struktur cerita rakyat, bagian “Cindelaras menang adu ayam dan kokoknya menyebut nama raja” termasuk tahap...
A. Orientasi
B. Komplikasi
C. Klimaks
D. Resolusi

Jawaban: C
Pembahasan: Puncak konflik dan pengungkapan identitas Cindelaras adalah klimaks.

29. Majas yang dominan dalam penggambaran kekuatan ayam Cindelaras adalah...
A. Ironi
B. Hiperbola
C. Litotes
D. Metonimia

Jawaban: B
Pembahasan: Kekuatan ayam sering digambarkan berlebihan, misal “sekali patuk, lawan langsung tewas”.

30. Bagaimana reaksi Raja Jenggala setelah mendengar kokok ayam Cindelaras?
A. Marah dan ingin membunuh Cindelaras
B. Terkejut, sedih, lalu mengakui Cindelaras sebagai putra
C. Acuh tak acuh
D. Menangkap Cindelaras

Jawaban: B
Pembahasan: Raja terkejut lalu menangis dan memeluk Cindelaras.

31. Nilai pendidikan karakter yang dapat diteladani dari tokoh Cindelaras adalah...
A. Suka pamer
B. Pantang menyerah dan berani membela kebenaran
C. Mudah percaya orang lain
D. Mengutamakan kekayaan

Jawaban: B
Pembahasan: Cindelaras membela kebenaran meski berasal dari hutan.

32. Apakah fungsi suara kokok ayam dalam cerita ini?
A. Sebagai pengusir hantu
B. Sebagai penanda waktu subuh
C. Sebagai media pengungkap identitas
D. Sebagai hiburan

Jawaban: C
Pembahasan: Kokok ayam menyampaikan pesan bahwa Cindelaras adalah anak raja.

33. Ibu Cindelaras digambarkan sebagai tokoh yang...
A. Lemah dan pengecut
B. Setia, tabah, dan penuh kasih
C. Dendam dan licik
D. Ambisius

Jawaban: B
Pembahasan: Ia tetap setia pada suami dan menyayangi Cindelaras di hutan.

34. Gaya bahasa yang digunakan dalam kalimat “Fitnah menyebar seperti api di musim kemarau” adalah...
A. Personifikasi
B. Simile
C. Metafora
D. Alegori

Jawaban: B
Pembahasan: Kata “seperti” menunjukkan perbandingan langsung → simile.

35. Apa yang terjadi pada permaisuri setelah kebohongannya terbongkar?
A. Diangkat menjadi penasihat raja
B. Diampuni dan tetap di istana
C. Dihukum sesuai kesalahannya
D. Melarikan diri bersama harta

Jawaban: C
Pembahasan: Raja menjatuhkan hukuman atas fitnah yang dilakukan permaisuri.

36. Amanat untuk para orang tua dalam cerita ini adalah...
A. Jangan percaya pada anak
B. Jangan mudah terpengaruh fitnah tanpa bukti
C. Kaya raya itu utama
D. Tinggalkan istana

Jawaban: B
Pembahasan: Raja salah karena percaya fitnah tanpa klarifikasi.

37. Latar suasana saat ibu Cindelaras dibuang ke hutan adalah...
A. Meriah
B. Khidmat
C. Sedih dan mencekam
D. Romantis

Jawaban: C
Pembahasan: Suasana haru dan mencekam karena ia tidak bersalah.

38. “Cindelaras tumbuh menjadi pemuda yang tangkas dan baik hati.” Kata “tangkas” berarti...
A. Lemah
B. Lambat
C. Lincah dan cekatan
D. Pemarah

Jawaban: C
Pembahasan: Tangkas = cekatan dan lincah.

39. Cerita rakyat Cindelaras termasuk jenis legenda karena...
A. Berlatar dunia hewan
B. Dianggap benar-benar terjadi secara turun-temurun dengan latar sejarah
C. Hanya hiburan tanpa pesan moral
D. Berasal dari negeri asing

Jawaban: B
Pembahasan: Legenda adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi oleh masyarakat pendukungnya.

40. “Raja tercenung bagaikan tersambar petir.” Majas yang tepat adalah...
A. Hiperbola dan simile
B. Metafora
C. Personifikasi
D. Litotes

Jawaban: A
Pembahasan: “Bagaikan tersambar petir” → simile dan hiperbola (melebih-lebihkan).

41. Makna simbolis ayam jantan sakti dalam cerita ini adalah...
A. Kekuasaan
B. Kebenaran yang akan selalu berkokok
C. Kemewahan
D. Kemiskinan

Jawaban: B
Pembahasan: Ayam jantan melambangkan kebenaran yang pada akhirnya terungkap.

42. Cindelaras tidak pernah marah pada ibunya meski hidup susah. Ini menunjukkan watak...
A. Sombong
B. Durhaka
C. Berbakti
D. Manja

Jawaban: C
Pembahasan: Cindelaras anak yang berbakti.

43. Apa pelajaran penting dari sikap Raja Jenggala setelah mengetahui kebenaran?
A. Mempertahankan gengsi
B. Cepat mengakui kesalahan dan memperbaiki
C. Menyalahkan orang lain
D. Melarikan diri dari tanggung jawab

Jawaban: B
Pembahasan: Raja segera menerima Cindelaras dan istrinya kembali.

44. Bagian cerita ketika raja mengakui Cindelaras sebagai anak kandung disebut...
A. Anti-klimaks
B. Resolusi
C. Koda
D. Orientasi ulang

Jawaban: B
Pembahasan: Resolusi adalah penyelesaian konflik.

45. Majas personifikasi dalam cerita Cindelaras terdapat pada kalimat...
A. “Hutan rimba itu sepi menyayat hati.”
B. “Ayamnya sangat kuat.”
C. “Cindelaras berjalan cepat.”
D. “Raja sangat marah.”

Jawaban: A
Pembahasan: Hutan disifati bisa “menyayat hati” → personifikasi.

46. Fungsi latar hutan dalam cerita adalah...
A. Menunjukkan kemewahan
B. Menunjukkan keterasingan dan ujian hidup
C. Menunjukkan pusat pemerintahan
D. Menunjukkan keramaian

Jawaban: B
Pembahasan: Hutan menggambarkan penderitaan sekaligus tempat pembentukan karakter Cindelaras.

47. Kelemahan tokoh Raja Jenggala adalah...
A. Terlalu pemaaf
B. Mudah percaya fitnah
C. Terlalu keras pada musuh
D. Tidak tegas

Jawaban: B
Pembahasan: Raja mudah terhasut fitnah permaisuri tanpa menyelidiki dulu.

48. Nilai keadilan dalam cerita ini terlihat ketika...
A. Permaisuri tetap di istana
B. Ibu Cindelaras tidak kembali
C. Raja mengembalikan kedudukan ibu Cindelaras dan menghukum permaisuri
D. Cindelaras menjadi raja muda

Jawaban: C
Pembahasan: Keadilan ditegakkan dengan hukuman pada pelaku fitnah.

49. “Kokok ayam itu terdengar sangat nyaring hingga ke seluruh penjuru istana.” Majas...
A. Hiperbola
B. Litotes
C. Ironi
D. Sinekdoke

Jawaban: A
Pembahasan: Melebih-lebihkan suara nyaring ayam.

50. Apa judul alternatif lain yang lazim untuk cerita Cindelaras?
A. Bawang Merah Bawang Putih
B. Jaka Tarub
C. Ayam Sakti dari Jawa Timur
D. Keong Emas

Jawaban: C
Pembahasan: Judul lain yang menggambarkan inti cerita.


Kesimpulan Kuis

Selamat! Kamu telah mempelajari 50 soal tentang Cindelaras, mulai dari unsur intrinsik (alur, latar, penokohan, majas, amanat) hingga nilai budaya dan kearifan lokal Jawa Timur. Cerita ini mengajarkan bahwa kejujuran dan kebenaran pasti menang atas fitnah. Teruslah membaca cerita rakyat Nusantara untuk memperkaya wawasan sastra dan meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia-mu.

Tetap semangat belajar dan berkarya! Kunjungi elibrary.id untuk kuis dan artikel sastra menarik lainnya.

KUIS ISIAN: Cerita Rakyat Cindelaras (Jawa Timur)

Pendahuluan Materi Kuis Isian

Setelah menguji pemahamanmu dengan soal pilihan ganda, sekarang saatnya mengasah daya ingat dan analisis melalui soal isian. Cerita Cindelaras sarat dengan nilai moral, struktur sastra, dan majas. Isilah titik-titik dengan jawaban singkat namun tepat. Setiap soal dilengkapi pembahasan agar kamu semakin paham. Selamat mengerjakan!


Soal Isian (1–25)

1. Cerita rakyat Cindelaras berasal dari provinsi ________.

Jawaban: Jawa Timur
Pembahasan: Cindelaras merupakan cerita rakyat yang berasal dari Jawa Timur, khususnya daerah sekitar Probolinggo.


2. Ibu kandung Cindelaras dibuang ke hutan karena ________ oleh permaisuri.

Jawaban: difitnah
Pembahasan: Permaisuri yang iri memfitnah ibu Cindelaras sehingga raja mengusirnya ke hutan.


3. Telur ajaib yang diberikan kepada ibu Cindelaras berisi seekor ayam ________.

Jawaban: jantan sakti
Pembahasan: Telur itu berisi ayam jantan berkekuatan gaib yang kelak menjadi pengenal Cindelaras.


4. Ciri fisik istimewa ayam Cindelaras adalah jengger dan paruhnya berwarna ________.

Jawaban: emas
Pembahasan: Keistimewaan ayam tersebut adalah jengger dan paruh berwarna emas.


5. Nama raja yang merupakan ayah kandung Cindelaras adalah Raja ________.

Jawaban: Jenggala
Pembahasan: Dalam versi populer, raja tersebut bernama Raja Jenggala (Kahuripan).


6. Kokok ayam Cindelaras saat bertanding di istara berbunyi, “Kukuruyuk… ________ anakku, ayahnya Raja Jenggala.”

Jawaban: Cindelaras
Pembahasan: Ayam itu berkokok menyebut nama Cindelaras sebagai anak raja.


7. Jenis alur yang digunakan dalam cerita Cindelaras adalah alur ________.

Jawaban: maju (kronologis)
Pembahasan: Cerita bergerak maju dari fitnah, kelahiran Cindelaras, hingga pertemuan dengan raja.


8. “Kokok ayam Cindelaras bagaikan genderang perang.” Majas yang digunakan adalah ________.

Jawaban: hiperbola
Pembahasan: Terdapat pelebih-lebihan (kokok ayam disamakan dengan genderang perang).


9. “Ayam itu gagah perkasa seperti singa.” Majas ini disebut ________.

Jawaban: simile / perumpamaan
Pembahasan: Menggunakan kata pembanding “seperti” untuk membandingkan ayam dengan singa.


10. Tokoh antagonis dalam cerita Cindelaras adalah ________.

Jawaban: permaisuri
Pembahasan: Permaisuri yang iri dan memfitnah merupakan tokoh jahat.


11. Latar tempat ibu Cindelaras tinggal setelah dibuang dari istana adalah ________.

Jawaban: hutan / gubuk di hutan
Pembahasan: Ia tinggal di sebuah gubuk kecil di tengah hutan belantara.


12. Permaisuri memfitnah ibu Cindelaras karena rasa ________.

Jawaban: iri / cemburu
Pembahasan: Permaisuri cemburu karena ibu Cindelaras lebih dicintai raja.


13. “Fitnah permaisuri bagai duri dalam daging.” Majas ini adalah ________.

Jawaban: metafora
Pembahasan: Fitnah diumpamakan sebagai duri tanpa kata “seperti”.


14. Nilai moral utama dalam cerita Cindelaras adalah kebohongan akan membawa ________.

Jawaban: petaka / kehancuran
Pembahasan: Permaisuri yang berbohong akhirnya dihukum.


15. Ayam Cindelaras tidak pernah kalah karena memiliki kekuatan ________.

Jawaban: gaib / magis
Pembahasan: Ayam tersebut berasal dari telur ajaib yang diberikan secara gaib.


16. Sosok yang mengusulkan sayembara adu ayam di istana adalah ________.

Jawaban: patih
Pembahasan: Patih memberi usul kepada raja untuk mengadu ayam sakti raja dengan ayam rakyat.


17. Reaksi Raja Jenggala setelah mendengar kokok ayam Cindelaras adalah ________.

Jawaban: terkejut, sedih, lalu mengakui Cindelaras sebagai putra
Pembahasan: Raja terkejut dan menangis kemudian memeluk Cindelaras.


18. Latar suasana saat ibu Cindelaras dibuang ke hutan adalah ________.

Jawaban: sedih / mencekam / haru
Pembahasan: Suasana penuh kesedihan karena ia tidak bersalah.


19. Watak ibu Cindelaras yang paling menonjol adalah ________ dan tabah.

Jawaban: setia / sabar
Pembahasan: Ia tetap setia pada suami dan sabar menjalani penderitaan.


20. Nasib permaisuri di akhir cerita adalah ________.

Jawaban: dihukum / dibuang / diusir
Pembahasan: Kebanyakan versi menceritakan permaisuri dihukum mati atau dibuang.


21. “Hutan rimba itu sepi menyayat hati.” Majas yang terkandung adalah ________.

Jawaban: personifikasi
Pembahasan: Hutan disifati dapat “menyayat hati” (perilaku manusia).


22. Fungsi kokok ayam dalam cerita selain sebagai tanda kekuatan juga sebagai ________ identitas Cindelaras.

Jawaban: pengungkap / penyampai
Pembahasan: Kokok ayam menyampaikan pesan bahwa Cindelaras anak raja.


23. Nilai keadilan dalam cerita terlihat saat raja ________ ibu Cindelaras dan menghukum permaisuri.

Jawaban: mengembalikan / memulihkan hak
Pembahasan: Raja mengakui kesalahan dan mengembalikan kedudukan istri pertamanya.


24. Kelemahan tokoh Raja Jenggala adalah mudah ________ fitnah.

Jawaban: percaya
Pembahasan: Raja tanpa klarifikasi langsung memercayai fitnah permaisuri.


25. Pesan untuk orang tua dalam cerita Cindelaras adalah jangan mudah ________ tanpa bukti.

Jawaban: terpengaruh / percaya fitnah
Pembahasan: Kesalahan raja menjadi pelajaran agar tidak gegabah dalam memutuskan.


Kesimpulan Kuis Isian

Kerja bagus! Kamu telah menyelesaikan 25 soal isian tentang Cindelaras. Latihan ini membantu memperkuat pemahaman tentang unsur intrinsik (alur maju, latar hutan, penokohan, majas hiperbola, simile, metafora, personifikasi), nilai moral (kejujuran, keadilan, karma), serta kearifan lokal Jawa Timur. Teruslah membaca cerita rakyat Nusantara karena di dalamnya tersimpan banyak pelajaran hidup dan kekayaan bahasa Indonesia.

Tetap semangat belajar sastra! Kunjungi elibrary.id untuk materi dan kuis lainnya.

KUIS URAIAN: Cerita Rakyat Cindelaras (Jawa Timur)

Pendahuluan Materi Kuis Uraian

Selamat datang di sesi kuis uraian! Berbeda dengan pilihan ganda atau isian singkat, soal uraian menuntutmu untuk menjelaskan, menganalisis, dan mengaitkan cerita Cindelaras dengan pengetahuan sastra serta nilai-nilai kehidupan. Setiap soal mengharuskan jawaban yang logis, sistematis, dan disertai contoh dari cerita. Gunakan pemahamanmu tentang unsur intrinsik, majas, latar budaya, serta pesan moral. Selamat berlatih!


Soal Uraian (1–25)

1. Jelaskan secara singkat alur cerita rakyat Cindelaras dari awal hingga akhir!

Jawaban:
Alur cerita Cindelaras diawali dengan seorang permaisuri yang difitnah oleh permaisuri kedua sehingga dibuang ke hutan. Di hutan, ia melahirkan Cindelaras dan mendapatkan telur ajaib yang menetas menjadi ayam jantan sakti. Cindelaras tumbuh dewasa dan ikut sayembara adu ayam di istana. Ayamnya mengalahkan semua lawan, lalu berkokok menyebutkan bahwa Cindelaras adalah anak raja. Raja terkejut, menyesali perbuatannya, lalu mengakui Cindelaras dan mengembalikan kedudukan istri pertamanya. Permaisuri jahat dihukum.

Pembahasan:
Alur yang digunakan adalah alur maju (kronologis) karena peristiwa disusun berurutan berdasarkan waktu. Setiap tahapan (orientasi, komplikasi, klimaks, resolusi) terlihat jelas.


2. Sebutkan dan jelaskan dua latar tempat utama dalam cerita Cindelaras!

Jawaban:
Dua latar tempat utama dalam cerita Cindelaras adalah:

  1. Istana – tempat tinggal raja, permaisuri, dan tempat berlangsungnya intrik fitnah serta sayembara adu ayam.
  2. Hutan – tempat ibu Cindelaras dibuang, tinggal di gubuk, dan membesarkan Cindelaras. Hutan melambangkan penderitaan sekaligus tempat pembentukan karakter.

Pembahasan:
Latar tempat berfungsi membangun suasana cerita. Istana menggambarkan kemewahan namun juga intrik. Hutan menggambarkan kesederhanaan, ujian hidup, dan keterasingan.


3. Analisislah watak tokoh Cindelaras! Berikan bukti dari cerita!

Jawaban:
Watak Cindelaras antara lain:

  • Pemberani – Ia berani mengikuti sayembara adu ayam di istana meskipun berasal dari hutan.
  • Sederhana dan rendah hati – Ia tidak sombong meskipun ayamnya sakti.
  • Berbakti kepada ibu – Ia merawat ibunya dengan baik selama hidup di hutan.

Pembahasan:
Penokohan dalam cerita rakyat biasanya digambarkan secara sederhana dan lugas. Cindelaras sebagai protagonis memiliki sifat-sifat positif yang patut diteladani.


4. Mengapa permaisuri (istri kedua) disebut sebagai tokoh antagonis? Jelaskan!

Jawaban:
Permaisuri disebut tokoh antagonis karena ia berperan sebagai penghambat kebahagiaan tokoh lain. Ia iri hati terhadap istri pertama raja, memfitnahnya sehingga dibuang ke hutan, dan berusaha menyingkirkan Cindelaras secara tidak langsung. Ia juga licik dan egois.

Pembahasan:
Tokoh antagonis tidak selalu jahat total, tetapi dalam cerita ini permaisuri jelas-jelas melakukan perbuatan buruk yang merugikan orang lain. Fitnah adalah bentuk kejahatan verbal.


5. Jelaskan apa yang dimaksud dengan majas hiperbola dan berikan dua contoh dari cerita Cindelaras!

Jawaban:
Majas hiperbola adalah gaya bahasa yang melebih-lebihkan kenyataan untuk memberikan efek dramatis.
Contoh dari cerita Cindelaras:

  1. “Kokok ayam Cindelaras bagaikan genderang perang.”
  2. “Kokok ayam itu terdengar sangat nyaring hingga ke seluruh penjuru istana.”

Pembahasan:
Hiperbola digunakan untuk menekankan kekuatan atau keistimewaan ayam Cindelaras, sehingga pembaca terkesan dengan kesaktian ayam tersebut.


6. Bedakan majas simile dan metafora! Berikan masing-masing satu contoh dari cerita Cindelaras!

Jawaban:

  • Simile (perumpamaan): menggunakan kata pembanding seperti, bagaikan, laksana.
    Contoh: “Ayam itu gagah perkasa seperti singa.”
  • Metafora (kiasan langsung tanpa kata pembanding):
    Contoh: “Fitnah permaisuri bagai duri dalam daging.” (seharusnya ini simile? Periksa: kata “bagai” termasuk pembanding, jadi ini simile juga. Contoh metafora yang tepat: “Fitnah permaisuri adalah duri dalam daging.” Namun dalam teks asli sering ditulis “bagai” → simile. Agar jelas: Contoh metafora: “Ayam jantan itu adalah singa di arena pertarungan.”)

Catatan Pembahasan:
Dalam praktiknya, “bagai” sering digolongkan simile karena ada kata pembanding. Metafora tidak menggunakan kata pembanding sama sekali. Contoh metafora murni dari cerita: “Permaisuri adalah ular berbisa yang menyusup di istana.” (tidak ada kata seperti/bagaikan).


7. Mengapa ayam jantan Cindelaras dianggap sebagai elemen gaib? Jelaskan fungsinya dalam alur cerita!

Jawaban:
Ayam jantan Cindelaras dianggap gaib karena berasal dari telur ajaib yang diberikan secara supranatural. Fungsinya dalam alur:

  • Sebagai penggerak konflik karena mengikuti sayembara.
  • Sebagai pemecah masalah karena kokoknya mengungkap identitas Cindelaras.
  • Sebagai simbol kebenaran yang akhirnya terungkap.

Pembahasan:
Dalam cerita rakyat, unsur gaib sering muncul sebagai alat keadilan ilahi yang membantu tokoh baik mengalahkan tokoh jahat.


8. Nilai moral apa yang paling kuat dalam cerita Cindelaras? Berikan alasanmu!

Jawaban:
Nilai moral paling kuat adalah kebohongan akan membawa petaka. Permaisuri yang memfitnah akhirnya dihukum. Sebaliknya, kebenaran (diwakili ibu Cindelaras dan Cindelaras sendiri) pada akhirnya menang dan mendapatkan keadilan.

Pembahasan:
Cerita ini mengajarkan bahwa meskipun kebohongan tampak berhasil sementara, pada akhirnya kebenaran akan terungkap. Ini relevan dengan hukum karma dalam budaya Jawa.


9. Jelaskan fungsi latar suasana “sedih dan mencekam” saat ibu Cindelaras dibuang ke hutan!

Jawaban:
Latar suasana sedih dan mencekam berfungsi untuk:

  • Membangkitkan empati pembaca terhadap penderitaan tokoh yang tidak bersalah.
  • Menegaskan kekejaman fitnah permaisuri.
  • Menjadi kontras dengan suasana bahagia di akhir cerita.

Pembahasan:
Penguasaan latar suasana membuat cerita lebih hidup dan emosional. Pembaca ikut merasakan kesedihan ibu Cindelaras.


10. Menurutmu, apakah Raja Jenggala bisa dimaafkan? Jelaskan!

Jawaban:
Ya, Raja Jenggala bisa dimaafkan karena ia:

  • Bertindak berdasarkan fitnah yang meyakinkan (meskipun tanpa bukti).
  • Begitu mengetahui kebenaran, ia langsung menyesali perbuatannya dan memperbaiki kesalahan dengan mengakui Cindelaras serta mengembalikan istri pertamanya.
    Kesalahan raja adalah kelalaian, bukan niat jahat.

Pembahasan:
Dalam nilai-nilai luhur, seseorang yang mengakui kesalahan dan bertobat layak mendapat maaf. Ini juga mengajarkan pentingnya introspeksi.


11. Sebutkan tiga nilai pendidikan karakter yang dapat diteladani dari cerita Cindelaras!

Jawaban:
Tiga nilai pendidikan karakter:

  1. Kejujuran – fitnah pada akhirnya merugikan pembuatnya.
  2. Keberanian – Cindelaras berani membela kebenaran meskipun berasal dari hutan.
  3. Tanggung jawab – Raja bertanggung jawab memperbaiki kesalahannya.

Pembahasan:
Cerita rakyat adalah media efektif untuk menanamkan karakter sejak dini karena disampaikan melalui narasi yang menarik.


12. Bagaimana peran tokoh patih dalam cerita Cindelaras?

Jawaban:
Patih berperan sebagai penasihat raja. Ia yang mengusulkan sayembara adu ayam untuk mengadu ayam sakti raja dengan ayam-ayam rakyat. Perannya bersifat netral (tidak jahat maupun baik secara ekstrem), tetapi usulannya justru membuka jalan bagi terungkapnya kebenaran.

Pembahasan:
Tokoh pembantu seperti patih seringkali secara tidak sadar menjadi katalis resolusi konflik dalam cerita rakyat.


13. Analisislah kelemahan tokoh Raja Jenggala! Apa akibat dari kelemahan tersebut?

Jawaban:
Kelemahan Raja Jenggala adalah mudah percaya pada fitnah tanpa klarifikasi. Akibatnya:

  • Istri sahnya dibuang ke hutan selama bertahun-tahun.
  • Cindelaras tumbuh tanpa kasih sayang ayah.
  • Kerajaan diliputi suasana tidak adil.
    Setelah kebenaran terungkap, raja menyesal tetapi kerugian waktu tidak bisa dikembalikan.

Pembahasan:
Kelemahan tokoh menjadikan cerita lebih realistis. Raja yang sempurna akan membosankan.


14. Jelaskan makna simbolis dari “telur ajaib” dalam cerita Cindelaras!

Jawaban:
Telur ajaib melambangkan harapan dan pertolongan Tuhan bagi orang yang teraniaya. Telur yang menetas menjadi ayam jantan sakti juga melambangkan bahwa kebenaran akan lahir dan tumbuh kuat meskipun dari tempat yang tersembunyi dan sederhana.

Pembahasan:
Simbolisme dalam cerita rakyat sangat kaya. Telur juga bisa dimaknai sebagai potensi yang akan muncul pada waktunya.


15. Bandingkan cerita Cindelaras dengan cerita rakyat lain (misalnya Malin Kundang) dari segi amanat!

Jawaban:
Persamaan: Keduanya mengajarkan tentang karma/hukuman bagi perbuatan buruk.
Perbedaan:

  • Cindelaras: kesalahan raja (mudah percaya fitnah) dan permaisuri (iri).
  • Malin Kundang: kesalahan anak durhaka pada ibu.
    Amanat Cindelaras lebih luas karena melibatkan keadilan dalam sistem kerajaan, sedangkan Malin Kundang fokus pada hubungan anak-ibu.

Pembahasan:
Perbandingan cerita rakyat memperkaya pemahaman sastra bandingan dan nilai budaya masing-masing daerah.


16. Mengapa dalam banyak versi, permaisuri jahat dihukum mati? Jelaskan dari sudut pandang budaya Jawa!

Jawaban:
Dalam budaya Jawa, fitnah (fitnah) termasuk dosa besar karena merusak nama baik dan keharmonisan. Hukuman mati atau pembuangan seumur hidup dianggap setimpal untuk memberikan efek jera dan mengembalikan keseimbangan (harmoni). Konsep sura diri raja (kehormatan raja) juga harus dipulihkan.

Pembahasan:
Hukuman dalam cerita rakyat sering bersifat tegas untuk menunjukkan bahwa kejahatan tidak ditoleransi.


17. Identifikasilah bagian mana dalam cerita yang merupakan klimaks! Mengapa disebut klimaks?

Jawaban:
Klimaks terjadi saat ayam Cindelaras bertanding di istana, mengalahkan ayam raja, lalu berkokok: “Kukuruyuk... Cindelaras anakku, ayahnya Raja Jenggala.” Ini disebut klimaks karena:

  • Ketegangan mencapai puncak.
  • Identitas Cindelaras akhirnya terungkap.
  • Segera diikuti oleh perubahan nasib semua tokoh.

Pembahasan:
Klimaks adalah titik balik cerita. Sebelum klimaks, Cindelaras tidak dikenal; setelah klimaks, ia diakui sebagai putra raja.


18. Jelaskan apa itu majas personifikasi dan berikan contoh dari cerita Cindelaras!

Jawaban:
Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia pada benda mati atau alam.
Contoh dari cerita Cindelaras: “Hutan rimba itu sepi menyayat hati.”
Hutan digambarkan bisa “menyayat hati” yang sebenarnya perasaan manusia.

Pembahasan:
Personifikasi membuat deskripsi latar menjadi lebih hidup dan emosional.


19. Apakah cerita Cindelaras termasuk legenda atau mite? Jelaskan alasannya!

Jawaban:
Cindelaras termasuk legenda karena:

  • Berlatar tempat dan waktu yang dianggap pernah terjadi (kerajaan Jenggala).
  • Tokohnya manusia (bukan dewa-dewi).
  • Unsur gaibnya terbatas (hanya telur ajaib dan ayam sakti).
  • Disampaikan secara turun-temurun sebagai cerita sejarah lisan.

Pembahasan:
Mite biasanya bertokoh dewa dan menjelaskan asal-usul alam semesta. Legenda bertokoh manusia dan berlatar sejarah.


20. Menurutmu, mengapa cerita rakyat seperti Cindelaras masih relevan diajarkan di sekolah saat ini?

Jawaban:
Relevansinya karena:

  1. Mengajarkan nilai moral universal (kejujuran, keberanian, keadilan).
  2. Memperkenalkan budaya dan kearifan lokal Jawa Timur.
  3. Melatih kemampuan analisis sastra (alur, latar, penokohan, majas).
  4. Menjadi alternatif hiburan edukatif dibanding gawai.
  5. Membangun karakter bangsa.

Pembahasan:
Cerita rakyat bukan sekadar hiburan lama, tetapi warisan budaya yang membentuk identitas.


21. Jika kamu menjadi penasihat Raja Jenggala sebelum ia memutuskan membuang istrinya, apa yang akan kamu sarankan?

Jawaban:
Saran saya:

  1. Lakukan penyelidikan terlebih dahulu sebelum menghukum.
  2. Dengarkan klarifikasi dari istri pertama.
  3. Jangan memutuskan dalam keadaan emosi.
  4. Hukum yang adil adalah setelah terbukti bersalah.
    Dengan begitu, fitnah permaisuri bisa terungkap lebih awal dan penderitaan tidak perlu terjadi.

Pembahasan:
Soal ini melatih berpikir kritis dan aplikasi nilai keadilan dalam pengambilan keputusan.


22. Sebutkan dan jelaskan dua jenis majas perbandingan yang ada dalam cerita Cindelaras selain hiperbola!

Jawaban:
Dua jenis majas perbandingan:

  1. Simile (perumpamaan): “Ayam itu gagah perkasa seperti singa.”
  2. Metafora (kiasan langsung): “Permaisuri adalah ular berbisa di istana.” (contoh hipotetis dari esensi cerita)
    Atau jika merujuk teks asli: “Fitnah permaisuri bagai duri dalam daging” tetap dikategorikan simile oleh sebagian ahli.

Catatan Pembahasan:
Perbedaan simile dan metafora terletak pada ada/tidaknya kata pembanding. Dalam pengajaran, siswa perlu teliti.


23. Bagaimana sikap ibu Cindelaras setelah diakui kembali oleh raja? Nilai apa yang bisa dipetik?

Jawaban:
Dalam cerita, ibu Cindelaras memaafkan raja dan kembali ke istana dengan lapang dada. Nilai yang bisa dipetik adalah memaafkan kesalahan orang lain yang telah bertobat dan tidak mendendam. Kesetiaannya pada suami tetap utuh meskipun telah menderita bertahun-tahun.

Pembahasan:
Sikap pemaaf adalah nilai luhur yang memperkuat keharmonisan keluarga dan masyarakat.


24. Jelaskan pesan tersirat bagi pemimpin (raja) dari cerita Cindelaras!

Jawaban:
Pesan tersirat bagi pemimpin:

  • Jangan mudah percaya pada hasutan atau fitnah tanpa bukti.
  • Seorang pemimpin harus adil dan mendengarkan semua pihak sebelum memutuskan.
  • Pemimpin yang salah harus berani mengakui kesalahan dan memperbaikinya.
  • Kesejahteraan rakyat dan keluarga bergantung pada kebijaksanaan pemimpin.

Pembahasan:
Cerita rakyat sering mengandung kritik sosial halus terhadap kekuasaan yang sewenang-wenang atau gegabah.


25. Buatlah sebuah paragraf ringkasan cerita Cindelaras dalam 5-7 kalimat dengan menggunakan minimal satu majas simile!

Jawaban (contoh):
Cindelaras adalah cerita rakyat dari Jawa Timur yang mengisahkan seorang putra raja yang tumbuh di hutan. Ibunya difitnah oleh permaisuri yang iri hati, lalu dibuang bagaikan daun kering yang tertiup angin. Di hutan, ia mendapat telur ajaib yang menetas menjadi ayam jantan sakti. Cindelaras tumbuh menjadi pemuda pemberani dan mengikuti sayembara adu ayam di istana. Ayamnya mengalahkan semua lawan secepat kilat menyambar tanah. Kokok ayam itu lalu mengungkap bahwa Cindelaras adalah anak raja. Raja pun menyesal, mengakui Cindelaras, dan menghukum permaisuri jahat.

Pembahasan:
Kemampuan meringkas dan menggunakan majas menunjukkan pemahaman menyeluruh terhadap cerita sekaligus keterampilan berbahasa.


Kesimpulan Kuis Uraian

Selamat! Kamu telah menyelesaikan 25 soal uraian mendalam tentang Cindelaras. Melalui latihan ini, kamu tidak hanya menghafal fakta cerita, tetapi juga menganalisis unsur intrinsik (alur maju, latar istana-hutan, penokohan), majas (hiperbola, simile, metafora, personifikasi), nilai moral (kejujuran, keadilan, pemaaf), serta relevansi budaya cerita rakyat Nusantara. Kemampuan menguraikan jawaban secara logis dan sistematis adalah bekal penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia tingkat lanjut.

Teruslah menggali khazanah sastra daerah! Kunjungi elibrary.id untuk materi, kuis, dan artikel sastra Indonesia lainnya.

Informasi Post

Pengunjung: 9 Hari Ini: 9
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
Promo IKEA di Shopee
Furniture estetik harga hemat
Lihat
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Spesial Belanja Pertama Diskon sampai dengan 99% (1)