Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

100 pahlawan nusantara

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Agung Hanyokrokusumo Raja yang Membenci Penjajahan Belanda

Lahir : Yogyakarta, 1591 Wafat : Kartosuro, 1645 Sultan Agung adalah Raja Mataram yang memerintah sejak 1613. Ia adalah raja yang sangat membenci penjajahan Belanda. Pada Agustus 1628, ia bahkan mengirimkan 10 ribu pasukan yang dipimpin Tumenggung Bahurekso dan Pangeran Mandurareja untuk menyerang VOC di Batavia. Namun, karena kekurangan perbekalan dan serangan penyakit kolera, pasukan […]

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Agung Hanyokrokusumo Raja yang Membenci Penjajahan Belanda Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Ageng Tirtayasa Berperang Melawan Putranya Sendiri

Lahir : Banten, 1631 Wafat : Jakarta, 1692 Ia adalah sultan kerajaan Banten yang memerintah pada tahun 1651—1682. Saat itu, Belanda menguasai dan memonopoli perdagangan di pelabuhan Banten sehingga merugikan rakyat Banten. Sultan Ageng dan rakyat Banten pun segera melakukan perlawanan dengan menghancurkan kapal-kapal laut Belanda. Selain itu, untuk melemahkan kekuatan Belanda, Sultan Ageng menjalin

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Ageng Tirtayasa Berperang Melawan Putranya Sendiri Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sri Susuhunan Pakubuwono VI Dibuang Belanda ke Ambon

Lahir : Surakarta, 1807 Wafat : Ambon, 2 Juni 1849 Pakubowono VI adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah pada tahun 1823-1830. Ia juga dikenal dengan sebutan Sinuhun Bangun Tapa. Pada saat mulai memerintah Surakarta, Belanda sudah ikut campur dalam pemerintahan kerajaan. Ia sendiri sebenarnya tidak suka dengan campur tangan Belanda. Namun, sebagian anggota keluarga kerajaan

100 Pahlawan Nusantara: Sri Susuhunan Pakubuwono VI Dibuang Belanda ke Ambon Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sisingamangaraja XII Gugur Bersama Ketiga Putra-Putrinya

Lahir : Negeri Bakkara, Tapanuli 1849 Wafat : Simsim, Tano Batak, 17 Juni 1907 Ia adalah Raja Tapanuli yang berkuasa sejak 1867. Belanda mulai merongrong wilayah Tapanuli dengan berpura-pura menyebarkan misi agama Kristen. Sisingamangaraja XII yang mengetahuai siasat buruk Belanda tidak bisa tinggal diam. Tahun 1878, bersama kedua putranya (Patuan Nagari dan Patuan Anggi), serta

100 Pahlawan Nusantara: Sisingamangaraja XII Gugur Bersama Ketiga Putra-Putrinya Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Raja Haji Fisabilillah Gugur Tertembak Belanda

Lahir : Kota Lama, Ulu Sungai, Riau 1725 Wafat : Teluk Ketapang, 18 Juni 1784 Ia adalah penguasa Kerajaan Melayu Riau yang bergelar Yang Dipertuan Muda. Ia menentang penjajahan Belanda karena Belanda melanggar perjanjian damai yang pernah mereka buat pada tahun 1780. Berulang kali Belanda berusaha memblokade Riau, tetapi selalu digagalkan oleh armada Melayu Riau.

100 Pahlawan Nusantara: Raja Haji Fisabilillah Gugur Tertembak Belanda Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Raja Ali Haji, Bapak Bahasa Indonesia

Lahir: Pulau Penyengat,Kepulauan Riau, 1808 Wafat : Pulau Penyengat, Kepulauan Riau 1873 Ia adalah putra Raja Ahmad dan cucu Raja Haji Fisabilillah. Ia seorang bangsawan Kesultanan Riau Lingga. Ia dijuluki Bapak Bahasa Indonesia karena ia menjadi orang Indonesia pertama yang mencatat dasar-dasar tata bahasa Melayu, yaitu Kitab Pengetahuan Bahasa yang juga menjadi pelopor kamus Bahasa

100 Pahlawan Nusantara: Raja Ali Haji, Bapak Bahasa Indonesia Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Radin Inten II Gugur Karena Dijebak Belanda

Lahir : Lampung, 1834 Wafat : Lampung, 5 Oktober 1858 Ia adalah raja Negara Ratu (Lampung). Ia berhasil menghalau serangan Belanda pada tahun 1851. Pada tahun 1856, Belanda kembali menyerang dengan pasukan yang lebih besar. Beberapa benteng pertahanan Radin Inten II berhasil dikuasai, tetapi Radin Inten II sendiri lolos dari kejaran Belanda. Hingga pada 5

100 Pahlawan Nusantara: Radin Inten II Gugur Karena Dijebak Belanda Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Pangeran Diponegoro Ditangkap Belanda dengan Cara Licik

Lahir : Yogyakarta, 11 November 1785 Wafat : Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 Pangeran Diponegoro yang juga bernama Raden Mas Ontowiryo adalah putra Hamengkubuwono III. Ia mulai melawan Belanda ketika Belanda membangun jalan yang melewati rumah, masjid, dan makam leluhurnya. Taktik perang gerilya yang dilakukannya membuat Belanda kewalahan. Perang Diponegoro ini berkobar pada tahun

100 Pahlawan Nusantara: Pangeran Diponegoro Ditangkap Belanda dengan Cara Licik Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Pangeran Antasari Wafat Akibat Penyakit Cacar

Lahir : Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 1797 Wafat : Bayan Begok, Murung Raya, Kalimantan Tengah, 11 Oktober 1862 Pangeran Antasari adalah salah satu anggota keluarga besar Kesultanan Banjar. Rakyat dan para pemimpin Kesultanan Banjar memberontak kepada Belanda karena Belanda telah menyerahkan tahta kerajaan pada Tamjidillah. Padahal, sepeninggal Sultan Adam, seharusnya yang berhak naik tahta adalah putranya,

100 Pahlawan Nusantara: Pangeran Antasari Wafat Akibat Penyakit Cacar Read More »

Nyi Ageng Serang (Gambar ebookanak.com)

Nyi Ageng Serang

Lahir : Serang, Purwodadi, 1752 Wafat : Yogyakarta, 1828 Ia adalah putri Pangeran Natapraja, penguasa wilayah Serang yang merupakan bagian dari Kerajaan Mataram. Ia sudah ikut ayahnya berperang melawan Belanda sejak masih muda. Setelah ayahnya wafat, ia pun menggantikan kedudukan sang ayah dan terus berjuang hingga berusia lanjut. Pada usia 73 tahun, ia bahkan masih

Nyi Ageng Serang Read More »

La Maddukelleng (Gambar ebookanak.com)

La Maddukelleng

Lahir : Wajo, Sulawesi Selatan, 1700 Wafat : Wajo, Sulawesi Selatan, 1765 Ia adalah putra Kerajaan Wajo, Sulawesi Selatan. Ia berhasil membangun kerajaan baru di Negeri Pasir di Kalimantan Timur. Ia bersama rakyatnya dengan gigih melakukan perlawanan terhadap Belanda dengan menyerang dan merompak kapal Belanda. Karena aksinya itu, ia dijuluki “si bajak laut’. *** Sumber

La Maddukelleng Read More »

Kapitan Pattimura (Gambar ebookanak.com)

Kapitan Pattimura

Lahir : Saparua, Maluku, 8 Juni 1783 Wafat : Ambon, 16 Desember 1817 Nama aslinya adalah Thomas Mattulessi. Pada tanggal 14 Mei 1817, seluruh rakyat Saparua mengangkat Thomas Matulessi menjadi pemimpin mereka dengan gelar Kapitan Pattimura. Kemudian pada tanggal 16 Mei 1817, mereka berhasil merebut benteng Belanda, bernama Duurstede, dan menewaskan Residen Van den Berg.

Kapitan Pattimura Read More »

Cut Nyak Meutia

Cut Nyak Meutia

Lahir : Pirak, Keureutoe, Aceh Utara, 1870 Wafat : Alue Kurieng, Aceh, 24 Oktober 1910 Cut Nyak Meutia ditinggal suami sekaligus rekan seperjuangannya, Teuku Cik Tunong, yang dihukum mati Belanda pada Maret 1905. Ia kemudian menikah lagi dengan Pang Nagroe, sesuai dengan pesan suaminya sebelum meninggal. Mereka kemudian bergabung dengan pasukan yang dipimpin oleh Teuku

Cut Nyak Meutia Read More »

Cut Nyak Dhien

Cut Nyak Dhien

Lahir : Lampadang, Aceh, 1848 Wafat: Sumedang, 6 November 1908 Ia menikah dengan Teuku Cik Ibrahim Lamnga pada usia 12 tahun. Suaminya gugur dalam sebuah pertempuran pada Juni 1878. Ia kemudian menikah lagi dengan Teuku Umar pada tahun 1880. Mereka berjuang bersama-sama melawan Belanda, sekaligus menuntut balas akan kematian suami pertamanya. Hingga akhirnya, Teuku Umar

Cut Nyak Dhien Read More »

Abdul Kadir Raden Temenggung Setia Pahlawan

Abdul Kadir Raden Temenggung Setia Pahlawan

Lahir : Sintang, Kalimantan Barat, 1771 Wafat : Tanjung Suka Dua, Melawi, 1875 Ia diangkat sebagai kepala pemerintahan Melawi (bagian dari Kerajaan Sintang, Kalimantan Barat) pada tahun 1845. Ia berhasil menyejahterakan rakyat Melawi dan menyatukan dua suku yang sering bertikai saat itu, yaitu Suku Dayak dan Melayu. Mereka kemudian bersatu padu melawan penjajah Belanda dibawah

Abdul Kadir Raden Temenggung Setia Pahlawan Read More »

Page 2 of 2
1 2
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!