Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

kota balabak

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (104)

Suatu ketika Nabi Ilyasa’ sakit. Ia bertutur kepada pengikutnya, “Sepertinya ajalku sudah dekat. Rawatlah anak ini dengan baik. Dia anak yatim piatu yang sebatangkara.” Para pengikut Nabi Ilyasa’ mengamini. Tak lama setelah itu, Nabi Ilyasa’ wafat. Allah mencukupkan beliau dari tugas yang amat berat. Pengikutnya hijrah bersama si anak yatim mencari tempat lain yang lebih […]

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (104) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (102)

“Engkau berbohong. Engkau bukan nabi. Siapa yang mengangkatmu menjadi nabi?” Salah seorang di antara mereka membantah. “Allah yang telah mengangkatku. Tidak cukupkah azab Allah bagimu?” Nabi Ilyasa’ mengingatkan Bani Israel tentang azab yang pernah mereka alami. Kaum Bani Israel memang keras kepala. Mudah sekali mereka melupakan peringatan Allah setelah mendapatkan kehidupan yang enak. Mereka menyiksa

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (102) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (101)

Sepeninggal Nabi Ilyas, satu persatu penduduk Ba’labak kembali menyembah patung Ba’al. Mereka hidup foya-foya, mabuk, dan berjudi di depan patung Ba’al. Kesesatan ini dimulai oleh para penguasa Ba’labak yang menaruh dendam pada Nabi Ilyas. Mereka hendak merebut kembali kekuasaan Ba’labak. Tiba-tiba seorang laki-laki yang berkulit bersih dan tampan berdiri di tengah-tengah mereka. “Ada aku! Aku

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyasa’ As, Penerus Perjuangan Suci (101) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (100)

“Ayo kita berdakwah terang-terangan. Kita datangi istana para penguasa itu,” seru Nabi Ilyas penuh semangat. Penguasa Bani Israel ketakutan dengan datangnya Nabi Ilyas beserta pengikutnya. “Bani Israel,” teriak Nabi Ilyas lantang. “Kalau kalian bertaubat, maka Allah akan menghentikan bencana dari negeri ini!” Kaum Bani Israel serentak berlutut, dengan terpaksa para penguasa itu pun ikut berlutut

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (100) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (99)

Kesengsaraan dan kemarau semakin menghebat. Banyak kaum Bani Israel putus asa dengan Ba’al. Kesempatan itu diambil dengan baik oleh Nabi Ilyas. Nabi Ilyas dan para pengikutnya berdakwah pada kaum penduduk yang putus asa dengan Ba’al. Alhamdulillah, dakwah Nabi Ilyas sukses besar. Diam-diam pengikut Nabi Ilyas bertambah, bahkan sebagian besar kaum Bani Israel telah kembali kepada

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (99) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (98)

Karena sikap Bani Israel yang berlebihan. Maka Allah menurunkan azab berupa kekeringan dan udara yang sangat panas. Hidup mereka menjadi sengsara, yang kaya pun menjadi miskin. “Ini pasti gara-gara Ilyas. Ba’al pasti marah karena kita membiarkan dakwah Ilyas. Kita bunuh Ilyas!” umpat para penguasa Bani Israel di depan patung Ba’al. Namun kabar itu terdengar oleh

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (98) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (97)

Bani Israel memang keras kepala. Di belakang sikap mereka yang menertawakan Nabi Ilyas, mereka menaruh dendam. Mereka tidak suka Ba’al dilecehkan, dengan licik mereka menyusun siasat untuk menyiksa dan mempengaruhi pengikut Nabi Ilyas agar kembali menyembah Ba’al. “Jangan pernah berbicara apalagi berdagang dengan pengikut Ilyas, kucilkan mereka!” Pengikut Nabi Ilyas semakin tertekan. Mereka semakin sengsara

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (97) Read More »

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (96)

Di depan berhala Ba’al, Bani Israel melakukan perbuatan yang amat menyesatkan. Mereka menyembah patung Ba’al, mabuk-mabukan, dan berjudi. Mereka menindas orang miskin yang tak berpunya. Sehingga yang miskin semakin kelaparan dan yang kaya terlalu berlebihan. “Ba’al mengutuk orang miskin dan tak mampu membayar hutang,” begitu teriak mereka. Di kota Ba’labak itu Allah menurunkan Nabi Ilyas

Aku Cinta Rasul: Nabi Ilyas As, Berdakwah dengan Berpindah-pindah (96) Read More »

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026