Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

tokohpedia

Siapa Nama Presiden Perempuan Pertama Indonesia?

Ibu Megawati Soekarnoputri merupakan presiden perempuan Indonesia pertama dan putri dari presiden Indonesia pertama, Soekarno. Beliau menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia ke-5 sejak 23 Juli 2001 hingga 20 Oktober 2004.  Putri Soekarno itu didampingi Bapak Hamzah Haz sebagai wakil presiden Republik Indonesia dengan periode yang sama. Ibu Megawati juga menjadi pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan […]

Siapa Nama Presiden Perempuan Pertama Indonesia? Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Syekh Yusuf Tajul Khalwati Salah Satu Putra Terbaik Afrika Selatan

Lahir Gowa,Sulawesi Selatan 3 Juli 1626 Wafat : Cape Town, Afrika Selatan 23 Mei 1699 Syekh Yusuf lahir di Gowa, Sulawesi Selatan. Ketika Kesultanan Gowa mengalami kekalahan dari Belanda, Syekh Yusuf pindah ke Banten. Sekitar tahun 1644, ia bergabung dengan Sultan Ageng Tirtayasa dan ikut membantu melawan Belanda. Pada tahun 1683 ketika Belanda dan Sultan

100 Pahlawan Nusantara: Syekh Yusuf Tajul Khalwati Salah Satu Putra Terbaik Afrika Selatan Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Thaha Syaifuddin Berjuang dengan Berpindah-Pindah Tempat

Lahir : Jambi, 1816 Wafat : Muara Tebo, 24 April 1904 Sultan Thaha adalah Sultan Jambi yang sangat gigih melakukan perlawanan terhadap Belanda. Ia menolak perjanjian dengan Belanda yang menyatakan bahwa Jambi adalah milik Belanda yang dipinjamkan kepada Sultan Jambi. Ia melakukan perlawanan pada Belanda dengan berpindah-pindah tempat. Pada 25 September 1858, Belanda menyerang Sultan

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Thaha Syaifuddin Berjuang dengan Berpindah-Pindah Tempat Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Mahmud Badaruddin II Menghadapi Penjajah Inggris dan Belanda

Lahir : Palembang, 1767 Wafat : Ternate, 26 September 1852 Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) adalah Sultan Kerajaan Palembang yang memimpin pertempuran menghadapi dua penjajah sekaligus, Inggris dan Belanda. Sudah lama, Belanda dan Inggris mengincar wilayah Palembang karena ditemukannya tambang timah di daerah Bangka dan sekitarnya. Pada Perang Menteng (1811) di Sungai Aur, SMB

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Mahmud Badaruddin II Menghadapi Penjajah Inggris dan Belanda Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Iskandar Muda

Lahir : Banda Aceh, 1593 Wafat : Banda Aceh, 27 September 1636 Ia adalah raja Kesultanan Aceh yang memerintah sejak tahun 1607—1636. Ia berhasil membawa Aceh pada puncak kejayaan. Portugis yang sudah menguasai Malaka sejak 1511, bahkan tidak bisa menembus pertahanan Aceh. Pada tahun 1615, ia malah menyerang Portugis di Malaka. Pada tahun 1629, Sultan

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Iskandar Muda Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Hasanuddin Terus Berjuang dan Tak Pernah Menyerah

Lahir : Makassar, 11 Januari 1631 Wafat : Makassar, 12 Juni 1670 Sultan Hasanuddin adalah raja Gowa ke-6 yang memerintah sejak tahun 1655. Pada tahun 1660, terjadilah pertempuran hebat antara pasukan Gowa dengan Belanda. Pertempuran itu kemudian berakhir dengan perjanjian perdamaian. Namun tak lama berselang, Belanda melanggar perjanjian yang merugikan Gowa. Sultan Hasanuddin pun menyerang

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Hasanuddin Terus Berjuang dan Tak Pernah Menyerah Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Hamengkubuwono I (Pangeran Mangkubumi)

Lahir : Kertasura, 6 Agustus 1717 Wafat : Yogyakarta, 24 Maret 1792 Pangeran Mangkubumi adalah adik Susuhunan Mataram II (Pakubuwono II) yang berkedudukan di Surakarta. Pangeran Mangkubumi tidak setuju dengan kakaknya yang menerima campur tangan Belanda dalam pemerintahan Mataram. Setelah Pakubuwono II wafat (tahun1749), pemerintahan Mataram malah diserahkan pada Belanda yang kemudian mengangkat Pakubuwono III

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Hamengkubuwono I (Pangeran Mangkubumi) Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Agung Hanyokrokusumo Raja yang Membenci Penjajahan Belanda

Lahir : Yogyakarta, 1591 Wafat : Kartosuro, 1645 Sultan Agung adalah Raja Mataram yang memerintah sejak 1613. Ia adalah raja yang sangat membenci penjajahan Belanda. Pada Agustus 1628, ia bahkan mengirimkan 10 ribu pasukan yang dipimpin Tumenggung Bahurekso dan Pangeran Mandurareja untuk menyerang VOC di Batavia. Namun, karena kekurangan perbekalan dan serangan penyakit kolera, pasukan

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Agung Hanyokrokusumo Raja yang Membenci Penjajahan Belanda Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Ageng Tirtayasa Berperang Melawan Putranya Sendiri

Lahir : Banten, 1631 Wafat : Jakarta, 1692 Ia adalah sultan kerajaan Banten yang memerintah pada tahun 1651—1682. Saat itu, Belanda menguasai dan memonopoli perdagangan di pelabuhan Banten sehingga merugikan rakyat Banten. Sultan Ageng dan rakyat Banten pun segera melakukan perlawanan dengan menghancurkan kapal-kapal laut Belanda. Selain itu, untuk melemahkan kekuatan Belanda, Sultan Ageng menjalin

100 Pahlawan Nusantara: Sultan Ageng Tirtayasa Berperang Melawan Putranya Sendiri Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sri Susuhunan Pakubuwono VI Dibuang Belanda ke Ambon

Lahir : Surakarta, 1807 Wafat : Ambon, 2 Juni 1849 Pakubowono VI adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah pada tahun 1823-1830. Ia juga dikenal dengan sebutan Sinuhun Bangun Tapa. Pada saat mulai memerintah Surakarta, Belanda sudah ikut campur dalam pemerintahan kerajaan. Ia sendiri sebenarnya tidak suka dengan campur tangan Belanda. Namun, sebagian anggota keluarga kerajaan

100 Pahlawan Nusantara: Sri Susuhunan Pakubuwono VI Dibuang Belanda ke Ambon Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Sisingamangaraja XII Gugur Bersama Ketiga Putra-Putrinya

Lahir : Negeri Bakkara, Tapanuli 1849 Wafat : Simsim, Tano Batak, 17 Juni 1907 Ia adalah Raja Tapanuli yang berkuasa sejak 1867. Belanda mulai merongrong wilayah Tapanuli dengan berpura-pura menyebarkan misi agama Kristen. Sisingamangaraja XII yang mengetahuai siasat buruk Belanda tidak bisa tinggal diam. Tahun 1878, bersama kedua putranya (Patuan Nagari dan Patuan Anggi), serta

100 Pahlawan Nusantara: Sisingamangaraja XII Gugur Bersama Ketiga Putra-Putrinya Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Raja Haji Fisabilillah Gugur Tertembak Belanda

Lahir : Kota Lama, Ulu Sungai, Riau 1725 Wafat : Teluk Ketapang, 18 Juni 1784 Ia adalah penguasa Kerajaan Melayu Riau yang bergelar Yang Dipertuan Muda. Ia menentang penjajahan Belanda karena Belanda melanggar perjanjian damai yang pernah mereka buat pada tahun 1780. Berulang kali Belanda berusaha memblokade Riau, tetapi selalu digagalkan oleh armada Melayu Riau.

100 Pahlawan Nusantara: Raja Haji Fisabilillah Gugur Tertembak Belanda Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Raja Ali Haji, Bapak Bahasa Indonesia

Lahir: Pulau Penyengat,Kepulauan Riau, 1808 Wafat : Pulau Penyengat, Kepulauan Riau 1873 Ia adalah putra Raja Ahmad dan cucu Raja Haji Fisabilillah. Ia seorang bangsawan Kesultanan Riau Lingga. Ia dijuluki Bapak Bahasa Indonesia karena ia menjadi orang Indonesia pertama yang mencatat dasar-dasar tata bahasa Melayu, yaitu Kitab Pengetahuan Bahasa yang juga menjadi pelopor kamus Bahasa

100 Pahlawan Nusantara: Raja Ali Haji, Bapak Bahasa Indonesia Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Radin Inten II Gugur Karena Dijebak Belanda

Lahir : Lampung, 1834 Wafat : Lampung, 5 Oktober 1858 Ia adalah raja Negara Ratu (Lampung). Ia berhasil menghalau serangan Belanda pada tahun 1851. Pada tahun 1856, Belanda kembali menyerang dengan pasukan yang lebih besar. Beberapa benteng pertahanan Radin Inten II berhasil dikuasai, tetapi Radin Inten II sendiri lolos dari kejaran Belanda. Hingga pada 5

100 Pahlawan Nusantara: Radin Inten II Gugur Karena Dijebak Belanda Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Pangeran Diponegoro Ditangkap Belanda dengan Cara Licik

Lahir : Yogyakarta, 11 November 1785 Wafat : Makassar, Sulawesi Selatan, 8 Januari 1855 Pangeran Diponegoro yang juga bernama Raden Mas Ontowiryo adalah putra Hamengkubuwono III. Ia mulai melawan Belanda ketika Belanda membangun jalan yang melewati rumah, masjid, dan makam leluhurnya. Taktik perang gerilya yang dilakukannya membuat Belanda kewalahan. Perang Diponegoro ini berkobar pada tahun

100 Pahlawan Nusantara: Pangeran Diponegoro Ditangkap Belanda dengan Cara Licik Read More »

100 Pahlawan Nusantara: Pangeran Antasari Wafat Akibat Penyakit Cacar

Lahir : Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 1797 Wafat : Bayan Begok, Murung Raya, Kalimantan Tengah, 11 Oktober 1862 Pangeran Antasari adalah salah satu anggota keluarga besar Kesultanan Banjar. Rakyat dan para pemimpin Kesultanan Banjar memberontak kepada Belanda karena Belanda telah menyerahkan tahta kerajaan pada Tamjidillah. Padahal, sepeninggal Sultan Adam, seharusnya yang berhak naik tahta adalah putranya,

100 Pahlawan Nusantara: Pangeran Antasari Wafat Akibat Penyakit Cacar Read More »

KH. Abdul Wahid Hasjim: 5 Kali Menjadi Menteri

Berasal dari Jawa Timur. Lahir 1 Juni 1914 di Tebu Ireng, Jombang, JawaTimur. Meninggal 19 April 1953 di Cimahi, Jawa Barat. Meninggal di usia 38 tahun. Dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang. Menjadi Menteri Republik Indonesia hingga 5 kali, yaitu: 1) Menteri Negara dalam Kabinet Presidentil; pertama (1945). 2) Menteri Negara Kabinet Syahril (1946-1947); 3) Menteri

KH. Abdul Wahid Hasjim: 5 Kali Menjadi Menteri Read More »

Dr. Muwardi: Diculik PKI dan Tidak Diketahui Keberadaannya Hingga Saat Ini

Berasal dari Jawa Tengah. Lahir 1907 di Pati, Jawa Tengah. Meninggal 13 Oktober 1948 di Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Meninggal di usia 41 tahun. Dimakamkan tidak diketahui lokasinya. Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Komisaris Besar Kepanduan Bangsa Indonesia. Pemimpin Redaksi Majalah Jong- Java. Ketua Jong-Java Cabang Jakarta. Turut mengikrarkan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Menangani Keamanan saat

Dr. Muwardi: Diculik PKI dan Tidak Diketahui Keberadaannya Hingga Saat Ini Read More »

Alimin: Pendiri Sarekat Buruh Pelabuhan

Berasal dari Jawa Tengah. Lahir 1889 di Solo, Jawa Tengah, Indonesia. Meninggal 24 Juni 1964 di Jakarta, Indonesia. Meninggal di usia 75 tahun Dimakamkan di TMPN Utama Kalibata Alimin merupakan tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia serta tokoh komunis Indonesia. Sejak remaja Alimin aktif dalam pergerakan nasional. Ia pernah menjadi anggota Budi Utomo, Sarekat Islam, Insulinde. Sebelum

Alimin: Pendiri Sarekat Buruh Pelabuhan Read More »

K.H. Mas Mansur: Salah Seorang Tokoh Empat Serangkai

  K.H. Mas Mansur berasal dari  Jawa Timur. Lahir 25 Juni 1896 di Surabaya, Jawa Timur. Meninggal 25 April 1946 di Kalisosok, Surabaya, Jawa Timur. Meninggal di usia 49 tahun. Dimakamkan di Ampel, Surabaya. Pejuang Kemerdekaan Indonesia. Tokoh Pembaharu Islam. Terkenal sebagai Empat Serangkai (Soekarno, M. Hatta, Ki Hadjar Dewantara, dan Mas Mansur). K.H. Mas

K.H. Mas Mansur: Salah Seorang Tokoh Empat Serangkai Read More »

Page 4 of 10
1 2 3 4 5 6 10
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026