Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

tokohpedia

Franz Joseph Haydn (Foto gasbanter.com)

Franz Joseph Haydn yang Peduli dan Ramah

Franz Joseph Haydin (31 Maret atau 1 April 1732 – 31 Mei 1809) merupakan salah satu komponis yang membawa pengaruh besar dari zaman klasik. Ia dijuluki “Bapak Kuartel Gesek” atau “Bapak Simfoni”. Haydin menghabiskan banyak waktu sebagai musikus untuk keluarga Eszterházy di Austria. Franz merupakan saudara laki-laki seorang komponis terkenal, Michael Haydin, dan seorang penyanyi […]

Franz Joseph Haydn yang Peduli dan Ramah Read More »

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya Apa yang Paling Tajam di Dunia (Gambar Vasily Vereshchagin via Wikimedia Commons)

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apa yang Paling Tajam di Dunia?

Suatu waktu Imam al-Ghazali pernah bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah yang paling tajam di dunia ini?” Dijawab oleh murid-muridnya dengan pedang. Al-Ghazali berkata, “Yang paling tajam adalah lidah.” Pepatah Arab menyebutkan, “Kalau pisau melukai badan, masih ada harapan sembuh. Tapi, jika lidah melukai hati, ke mana obat akan dicari.” Pepatah lain mengatakan, “Seorang bisa mati karena

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apa yang Paling Tajam di Dunia? Read More »

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya Apakah yang Paling Ringan di Dunia (Gambar Giulio Rosati via flickr.com)

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apakah yang Paling Ringan di Dunia?

Suatu waktu Imam al-Ghazali pernah bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah yang paling ringan di dunia ini?” Ada yang menjawab, yang paling ringan adalah kapas, angin, debu, dan dedaunan kering. Al-Ghazali menjawab: “Yang paling ringan adalah meninggalkan shalat.” Shalat adalah tiang agama, siapa yang mendirikannya berarti menegakkan agama dan siapa meninggalkan sama dengan ia meruntuhkan agama. (HR

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apakah yang Paling Ringan di Dunia? Read More »

Nasihat Keempat Imam Al Ghazali Kepada Muridnya (Gambar Giulio Rosati via commons.wikimedia.org)

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apakah yang Paling Berat di Muka Bumi Ini?

Suatu ketika Imam al-Ghazali bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah yang paling berat di muka bumi ini?” Muridnya menjawab, “Baja, gulungan besi, gajah, dan lain-lain.” Beliau melanjutkan, “Yang paling berat adalah amanah.” Manusia diutus ke muka bumi ini untuk menjadi khalifah (QS [2]: 30) dan diberi amanah memakmurkan alam semesta (QS [11]:61). Sumber dan Kontributor Penyunting: elibrary.id kompas.com

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apakah yang Paling Berat di Muka Bumi Ini? Read More »

Nasihat Ketiga Imam Al Ghazali Kepada Muridnya (Gambar Giulio Rosati via commons.wikimedia.org)

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apakah yang Paling Besar di Dunia?

Suatu ketika Imam al-Ghazali bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah yang paling besar di dunia ini?” Ada yang menjawab dengan gunung, Matahari, Bumi, dan lainnya. Al-Ghazali menjawab, “Yang paling besar adalah hawa nafsu.” Manusia bisa bertindak seperti binatang atau bahkan lebih hina karena tidak mampu mengendalikan hawa nafsu. (QS [7]: 179). Kita lihat, pejabat negara, politikus, birokrat,

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apakah yang Paling Besar di Dunia? Read More »

Nasihat Kedua Imam Al Ghazali Kepada Muridnya (Gambar Giulio Rosati via commons.wikimedia.org)

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apakah yang Paling Jauh dari Kita?

Suatu ketika Imam al-Ghazali bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah yang paling jauh dari diri kita?” Murid-muridnya menjawab, “Negeri Cina, Bulan, Matahari, dan Bintang.” Sang Imam berkata, “Yang paling jauh adalah waktu yang telah berlalu.” Waktu tak pernah berhenti hingga akhir masa (kiamat). Jika berlalu, tak pernah kembali. Semenit yang berlalu, lebih jauh dari seribu tahun yang

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apakah yang Paling Jauh dari Kita? Read More »

Nasihat Pertama Imam Al Ghazali Kepada Muridnya (Gambar jateng.tribunnews.com)

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apa yang Paling Dekat dengan Kita?

Imam al-Ghazali bertanya kepada murid-muridnya akan enam hal biasa, tapi kemudian dijawab dengan luar biasa sebagai sebuah petuah. Imam Al Ghazali bertanya kepada murid-muridnya, “Apakah yang paling dekat dengan diri kita?” Murid-muridnya menjawab: “Orang tua, guru, teman, dan kerabat.” Sang Imam menghargai jawaban itu meski tidak sesuai harapan. Lalu beliau berkata: “Yang paling dekat adalah

Pertanyaan Imam Al Ghazali Kepada Muridnya: Apa yang Paling Dekat dengan Kita? Read More »

Kumpulan Karya Imam Al Ghazali (Gambar msf.online.com)

Kumpulan Karya Imam Al Ghazali

Kumpulan karya Imam Al Ghazali yang tersebar ke seluruh dunia memberikan sumbangan bagi perkembangan kemajuan ilmu pengetahuan umat Muslim. Karya-karya Imam Al Ghazali terbagi di dalam 4 kategori kitab, yaitu: Ilmu Agama: Al-Munqidh min al-Dalal (Rescuer from Error) Al-Iqtisad fil-I`tiqad (Median in Belief) Al-Maqsad al-Asna fi Sharah Asma’ Allahu al-Husna (The Best Means in Explaining

Kumpulan Karya Imam Al Ghazali Read More »

Malaikat Izrail Menemui Imam Al Ghazali (Gambar caliphate1.com)

Malaikat Izrail Menemui Imam Al Ghazali

Menjelang waktu Subuh, Al Ghazali menuju kamar mandi untuk berwudhu, selanjutnya menunaikan shalat Subuh. Seusai shalat, dia meminta seorang saudaranya untuk mengambil kain kafan miliknya. Kain kafan itu dicium, diletakkan di atas kedua mata, lalu Al Ghazali berkata, “Sebentar lagi Malaikat Izrail (malaikat pencabut nyawa) akan menemuiku.” Al Ghazali kemudian meluruskan kakinya dan menghadap kiblat.

Malaikat Izrail Menemui Imam Al Ghazali Read More »

Al Ghazali Berkelana dan Mengasingkan Diri (Gambar pinterest.com via republika.co.id)

Al Ghazali Berkelana dan Mengasingkan Diri

Pada tahun 488 hijriyah, Al Ghazali memilih keluar dari madrasah. Dia menyerahkan tugas mengajarnya kepada saudaranya yang bernama Ahmad. Sebetulnya para murid dan masyarakat merasa keberatan dengan keputusannya mundur. Apalagi belum ada orang yang ilmunya setara dengannya pada saat itu. Tapi apa hendak dikata, mereka tidak bisa mencegahnya, sebab Al Ghazali memiliki tujuan yang lebih

Al Ghazali Berkelana dan Mengasingkan Diri Read More »

Nasihat Imam Al Ghazali Kepada Muridnya pai.unida.gontor.ac.id

Nasihat Imam Al Ghazali Kepada Muridnya

Semenjak mengajar, Al Ghazali mulai dikenal banyak orang. Kelihaiannya dalam menerangkan sesuatu secara gamblang membuat murid-muridnya takjub. Mereka senang mengikuti setiap pelajaran Al Ghazali. Kepada mereka, Al Ghazali mengajarkan agar dalam melakukan segala sesuatu perlu hati-hati dan selalu didasarkan pada keikhlasan, bukan demi materi atau kesenangan dunia. Dia juga menekankan kepada mereka supaya berlatih membersihkan

Nasihat Imam Al Ghazali Kepada Muridnya Read More »

Imam Al Ghazali Dapat Banyak Teman Baru dan Makanan Gratis (Gambar ngopibareng.id)

Imam Al Ghazali Dapat Banyak Teman Baru dan Makanan Gratis

Sewaktu Al Ghazali masih kecil, ayahnya menyerahkan Al Ghazali kepada salah seorang sahabatnya yang mahir menulis khat (huruf Arab). Ayahnya ingin sekali Al Ghazali bisa menulis khat, tidak seperti dirinya yang tidak bisa menulis khat. Al Ghazali mau mengikuti nasihat Ayahnya. Setiap hari Al Ghazali belajar khat dengan tekun hingga akhirnya mahir. Setelah Ayahnya wafat, Al Ghazali mendalami ilmu

Imam Al Ghazali Dapat Banyak Teman Baru dan Makanan Gratis Read More »

Imam Al Ghazali Dibesarkan dari Keluarga Sangat Sederhana (Gambar kompasiana.com)

Imam Al Ghazali Dibesarkan dari Keluarga Sangat Sederhana

Melansir dari laman muslim.or.id, Al Ghazali tumbuh dan besar di lingkungan keluarga miskin. Ayahnya hanyalah seorang pengrajin kain shuf, yaitu kain yang terbuat dari bulu kambing.  Hasil tenunannya itu kemudian dijual di pasar Thusi. Seluruh uang penjualannya digunakan untuk membeli makan dan membiayai kebutuhan sehari-hari. Al Ghazali sering bercerita tentang kebaikan ayahandanya. Bahwa ayahnya adalah

Imam Al Ghazali Dibesarkan dari Keluarga Sangat Sederhana Read More »

Ayah Imam Al-Ghazali Berasal Seorang Pemintal Bulu Kambing (Foto tribunnews.com)

Ayah Imam Al-Ghazali Seorang Pemintal Bulu Kambing

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i atau yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad pertengahan adalah seorang filosof dan teolog muslim Persia.   Beliau memiliki kejeniusan dan kepakarannya dalam fikih, tasawuf, dan ushul. Beliau adalah tokoh terkemuka dalam kancah filsafat dan tasawuf. Al-Ghazali lahir di Thus pada 1058/450 H. Diberi nama

Ayah Imam Al-Ghazali Seorang Pemintal Bulu Kambing Read More »

Ibnu Sina Menolak untuk Menetap di Istana (thetimes.co.uk).jpg

Ibnu Sina Menolak untuk Menetap di Istana

Sejak kecil, Ibnu Sina sudah menunjukkan kepandaian yang luar biasa. Di usia 5 tahun, ia telah belajar menghafal Alquran. Selain menghafal Alquran, ia juga belajar mengenai ilmu-ilmu agama. Ilmu kedokteran baru ia pelajari pada usia 16 tahun. Tidak hanya belajar mengenai teori kedokteran, tetapi melalui pelayanan pada orang sakit dan melalui perhitungannya sendiri, ia juga

Ibnu Sina Menolak untuk Menetap di Istana Read More »

Ibnu Sina Mahir Mengobati Penguasa Kerajaan (sciencephoto)

Ibnu Sina Mahir Mengobati Penguasa Kerajaan

Luasnya keilmuan Ibnu Sina juga tak lepas dari kedekatannya dengan penguasa. Suatu ketika, gubernur Nuh bin Mansur, penguasa Samaniyah, sedang sakit. Para dokter kelimpungan untuk mengobatinya. Ibnu Sina yang terkenal sebagai orang yang menguasai banyak bidang ilmu, dipanggil untuk turut menangani penyakit sang raja sampai diangkat juga menjadi dokter penguasa. Dari kedekatan dengan penguasa inilah

Ibnu Sina Mahir Mengobati Penguasa Kerajaan Read More »

ibnu sina bapak kedokteran modern

Ibnu Sina: Manusia Pembelajar yang Sangat Luar Biasa

Kapasitas ilmu dan cara belajar Ibnu Sina mungkin bisa kita anggap sangat luar biasa. Ia mengaku jarang tidur di malam hari, dan siang harinya digunakan fokus untuk belajar dan melayani orang sakit. Terlepas dari ia mulai berprofesi sebagai dokter, ia tetap terus membaca karya-karya filsafat dengan tekun. Ia mengaku membuat tips seperti ini, “Ketika bertemu

Ibnu Sina: Manusia Pembelajar yang Sangat Luar Biasa Read More »

Patung Ibnu Sina

Hari-Hari Terakhir Ibnu Sina

Pada hari tuanya, Ibnu Sina terserang penyakit colic. Dikisahkan bahwa keinginan untuk sembuh sangat kuat hingga ia pernah meminta obat delapan kali dalam sehari. Sekalipun kondisinya memburuk karena penyakit yang ia derita, ia masih saja tetap aktif menghadiri sidang-sidang majelis ilmu di Isfahan. Kemudian ketika ad-Daulah bermaksud akan pergi ke Hamadan, Ibnu Sina memaksakan ikut

Hari-Hari Terakhir Ibnu Sina Read More »

ibnu sina

Ibnu Sina: Bapak Kedokteran Modern Dunia

Ibnu Sina atau dikenal sebagai Avicenna adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter yang lahir di Persia pada 980 M. Sebagai salah satu ilmuwan islam bidang kedokteran, ia juga disebut-sebut sebagai Bapak Pengobatan Modern. Ia juga seorang penulis yang produktif di mana sebagian besar karyanya adalah tentang filsafat dan pengobatan. Selain disebut sebagai ‘Bapak Pengobatan Modern’,

Ibnu Sina: Bapak Kedokteran Modern Dunia Read More »

Ibnu al-Nafis Penemu Peredaran Darah dalam Tubuh Manusia (Gambar rctiplus.com)

Ibnu al-Nafis: Penemu Peredaran Darah dalam Tubuh Manusia

Ibnu al-Nafis lahir di Damaskus, Suriah, pada 1213 M. Ia diketahui sebagai orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia. Ilmuwan muslim berjuluk Bapak Fisiologi Sirkulasi ini juga menjadi orang pertama yang mengungkapkan teori pembuluh darah kapiler.  Ala-al-din abu Al-Hassan Ali bin Abi-Hazm al-Qarshi al-Dimashqi, yang dikenal sebagai Ibn al-Nafis lahir pada

Ibnu al-Nafis: Penemu Peredaran Darah dalam Tubuh Manusia Read More »

Page 8 of 10
1 6 7 8 9 10
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026