elibrary.id

Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

Kuasai Sholat Dhuha: 20 Soal Pilihan Ganda & Pembahasan Lengkap

Pendahuluan

Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sholat ini memiliki keutamaan yang luar biasa, baik dari segi pahala spiritual maupun manfaat duniawi. Allah Swt. dan Rasulullah Saw. telah banyak menyebutkan keistimewaan sholat Dhuha, menjadikannya amalan yang sayang untuk dilewatkan oleh setiap Muslim yang mendambakan keberkahan dan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Memahami seluk-beluk sholat Dhuha, mulai dari hukum, waktu pelaksanaan, tata cara, hingga doa yang dianjurkan, adalah hal penting bagi setiap Muslim. Oleh karena itu, kami telah merangkum 20 soal pilihan ganda yang komprehensif mengenai sholat Dhuha, dilengkapi dengan jawaban dan pembahasan mendalam yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis sahih, dan kitab-kitab ulama Timur Tengah klasik yang terkemuka. Kuis ini dirancang tidak hanya untuk menguji pengetahuan Anda, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang sistematis dan kronologis, memastikan setiap aspek sholat Dhuha dapat dipahami dengan baik. Mari kita mulai!

Kuis Sholat Dhuha

Penyesalan Manusia di Alam Kubur, Tidak Mengerjakan Shalat Ketika Sehat atau Sakit (Foto lazis-sa.org)
Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. (Foto lazis-sa.org)

Soal 1:

Apakah hukum asal pelaksanaan sholat Dhuha dalam Islam?

A. Wajib

B. Sunnah Muakkadah

C. Sunnah Ghairu Muakkadah

D. Makruh

Jawaban: B

Pembahasan:

Hukum sholat Dhuha adalah Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan dan ditekankan pelaksanaannya oleh Nabi Muhammad Saw. Meskipun tidak wajib, Rasulullah Saw. sendiri tidak pernah meninggalkannya dan menganjurkannya kepada umatnya.

Dalil:

    • Hadis dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata: “Kekasihku (Rasulullah Saw.) mewasiatkan kepadaku tiga hal: puasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sholat Dhuha, dan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menunjukkan penekanan Rasulullah Saw. terhadap sholat Dhuha.
    • Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menyatakan bahwa sholat Dhuha adalah sunnah muakkadah menurut mayoritas ulama.

Soal 2:

Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan sholat Dhuha?

A. Setelah terbit fajar hingga matahari meninggi sedikit

B. Sejak matahari terbit hingga masuk waktu Zhuhur

C. Ketika matahari telah naik setinggi tombak (sekitar 15-20 menit setelah terbit matahari) hingga sebelum masuk waktu Zhuhur

D. Hanya boleh dilaksanakan setelah sholat Subuh

Jawaban: C

Pembahasan:

Waktu pelaksanaan sholat Dhuha dimulai ketika matahari telah naik setinggi tombak (sekitar 15-20 menit setelah terbit matahari) hingga sebelum masuk waktu Zhuhur. Waktu terbaiknya (waktu afdhal) adalah ketika matahari mulai terik, yaitu sekitar seperempat siang atau pertengahan pagi.

Dalil:

    • Hadis dari Zaid bin Arqam r.a., ia berkata: “Rasulullah Saw. keluar menemui penduduk Quba’ pada suatu waktu, sedangkan mereka sedang sholat Dhuha. Maka beliau bersabda: ‘Sholat orang-orang yang bertaubat adalah ketika anak-anak unta telah merasakan panasnya terik matahari.'” (HR. Muslim). Ini menunjukkan waktu afdhal ketika matahari sudah cukup tinggi dan terasa panasnya.
    • Dalam kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudamah, dijelaskan bahwa awal waktu Dhuha adalah ketika matahari meninggi setinggi tombak dan akhir waktunya adalah sebelum tergelincir matahari (masuk Zhuhur).

Soal 3:

Berapakah jumlah rakaat minimal sholat Dhuha?

A. 1 rakaat

B. 2 rakaat

C. 4 rakaat

D. 6 rakaat

Jawaban: B

Pembahasan:

Jumlah rakaat minimal sholat Dhuha adalah 2 rakaat. Ini adalah jumlah yang paling sering disebutkan dalam hadis-hadis yang menganjurkan sholat Dhuha.

Dalil:

    • Hadis dari Abu Hurairah r.a. yang disebutkan sebelumnya: “…dua rakaat sholat Dhuha…” (HR. Bukhari dan Muslim).
    • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa jumlah minimal sholat Dhuha adalah dua rakaat, berdasarkan hadis-hadis shahih.

Soal 4:

Berapakah jumlah rakaat maksimal sholat Dhuha menurut pendapat mayoritas ulama?

A. 8 rakaat

B. 10 rakaat

C. 12 rakaat

D. Tidak terbatas

Jawaban: C

Pembahasan:

Jumlah rakaat maksimal sholat Dhuha yang paling umum diterima dan banyak disebut dalam riwayat adalah 12 rakaat. Meskipun ada yang menyebut 8 rakaat, 12 rakaat adalah batas atas yang sering dianjurkan.

Dalil:

    • Hadis dari Anas bin Malik r.a. bahwa Nabi Saw. bersabda: “Barangsiapa sholat Dhuha dua belas rakaat, maka Allah akan membangunkan baginya istana di surga.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Al-Albani).
    • Para ulama seperti Imam asy-Syaukani dalam Nailul Authar juga menyebutkan batas 12 rakaat ini.

Soal 5:

Salah satu keutamaan sholat Dhuha adalah pahala seperti menunaikan ibadah…

A. Haji dan Umrah

B. Sedekah kepada seluruh persendian tubuh

Baca juga:  Apakah Matahari itu?

C. Jihad di jalan Allah

D. Membangun masjid

Jawaban: B

Pembahasan:

Salah satu keutamaan sholat Dhuha yang sangat populer adalah pahala seperti menunaikan sedekah kepada seluruh persendian tubuh. Setiap manusia memiliki banyak persendian, dan sholat Dhuha dapat menggantikan kewajiban bersedekah atasnya.

Dalil:

Hadis dari Abu Dzar Al-Ghifari r.a., Rasulullah Saw. bersabda: “Setiap pagi, setiap persendian salah seorang di antara kalian wajib bersedekah. Maka setiap tasbih (Subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (Laa Ilaaha Illallah) adalah sedekah,1 setiap takbir (Allahu Akbar) adalah sedekah,2 amar ma’ruf nahi mungkar adalah sedekah. Dan cukuplah semua itu diganti dengan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR. Muslim).

Salah satu keutamaan sholat Dhuha yang sangat populer adalah pahala seperti menunaikan sedekah kepada seluruh persendian tubuh.

Soal 6:

Apa nama lain untuk sholat Dhuha yang disebutkan dalam hadis?

A. Sholat Awwabin

B. Sholat Tahajjud

C. Sholat Istikharah

D. Sholat Hajat

Jawaban: A

Pembahasan:

Sholat Dhuha juga dikenal dengan nama Sholat Awwabin, yang berarti sholatnya orang-orang yang bertaubat atau kembali kepada Allah. Nama ini menunjukkan bahwa sholat Dhuha adalah amalan orang-orang yang senantiasa bertaubat dan kembali kepada-Nya.

Dalil:

    • Hadis dari Zaid bin Arqam r.a. yang disebutkan sebelumnya: “Sholat orang-orang yang bertaubat adalah ketika anak-anak unta telah merasakan panasnya terik matahari.” (HR. Muslim). Istilah “orang-orang yang bertaubat” (Awwabin) merujuk kepada mereka yang konsisten mengerjakan sholat Dhuha.
    • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa sholat Awwabin merujuk pada sholat Dhuha.

Soal 7:

Surah apa yang dianjurkan untuk dibaca setelah Al-Fatihah pada rakaat pertama sholat Dhuha?

A. Al-Ikhlas

B. Al-Kafirun

C. Asy-Syams

D. Ad-Dhuha

Jawaban: C

Pembahasan:

Salah satu surah yang dianjurkan untuk dibaca pada rakaat pertama sholat Dhuha setelah Al-Fatihah adalah Surah Asy-Syams.

Dalil:

Beberapa ulama dan kitab fiqih, seperti Riyadhus Shalihin oleh Imam an-Nawawi (dalam bab Sholat Dhuha), menyebutkan anjuran membaca surah-surah yang berkaitan dengan waktu Dhuha, seperti Asy-Syams dan Ad-Dhuha. Meskipun tidak ada hadis shahih yang secara spesifik mewajibkan surah tertentu, membaca surah yang relevan dengan waktu sholat dapat menambah kekhusyukan dan pemahaman.

Soal 8:

Surah apa yang dianjurkan untuk dibaca setelah Al-Fatihah pada rakaat kedua sholat Dhuha?

A. An-Nas

B. Al-Falaq

C. Al-Kafirun

D. Ad-Dhuha

Jawaban: D

Pembahasan:

Setelah Al-Fatihah pada rakaat kedua sholat Dhuha, dianjurkan membaca Surah Ad-Dhuha.

Dalil:

Sama seperti pembahasan pada Soal 7, anjuran ini datang dari praktik sebagian ulama dan kecocokan makna surah dengan waktu pelaksanaan sholat Dhuha. Surah Ad-Dhuha secara eksplisit menyebutkan waktu Dhuha.

Soal 9:

Apa manfaat utama dari sholat Dhuha terkait dengan rezeki?

A. Menjamin kekayaan instan

B. Memperlancar dan mendatangkan rezeki yang berkah

C. Menghapuskan semua hutang

D. Membuat rezeki datang tanpa usaha

Jawaban: B

Pembahasan:

Manfaat utama sholat Dhuha terkait dengan rezeki adalah memperlancar dan mendatangkan rezeki yang berkah. Sholat Dhuha diyakini membuka pintu-pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, asalkan diiringi dengan usaha dan tawakal.

Dalil:

    • Hadis Qudsi, Allah Swt. berfirman: “Wahai anak Adam, sholatlah untuk-Ku empat rakaat di awal siang, niscaya Aku akan mencukupi kebutuhanmu di akhir siang.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad). Hadis ini meskipun ada perdebatan tentang sanadnya, namun makna yang dikandungnya sejalan dengan keutamaan sholat Dhuha dalam mendatangkan kecukupan dan keberkahan rezeki.
    • Para ulama, seperti Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin, juga banyak membahas mengenai keberkahan rezeki bagi yang istiqamah mengerjakan sholat Dhuha.

Soal 10:

Apakah diperbolehkan melaksanakan sholat Dhuha secara berjamaah?

A. Boleh, karena semua sholat sunnah bisa berjamaah

B. Tidak boleh, karena sholat Dhuha adalah sholat sunnah munfarid

C. Hanya boleh jika di masjid

D. Hanya boleh jika ada ulama yang memimpin

Jawaban: B

Pembahasan:

Sholat Dhuha pada dasarnya adalah sholat sunnah munfarid (dilakukan sendiri). Meskipun secara teknis tidak ada larangan mutlak untuk berjamaah jika hanya sesekali, namun sholat Dhuha yang dilakukan secara rutin berjamaah tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw. dan tidak disunnahkan. Mayoritas ulama berpendapat lebih utama dilakukan sendiri.

Dalil:

    • Tidak ada riwayat shahih yang menunjukkan Rasulullah Saw. secara rutin melaksanakan sholat Dhuha secara berjamaah. Amalan beliau dan para sahabat lebih condong pada pelaksanaan secara individu.
    • Dalam kitab Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili, disebutkan bahwa sholat Dhuha adalah sunnah munfarid.
Baca juga:  Apa Saja Keistimewaan Nabi Ilyas?
shalat (Photo by RODNAE Productions on Pexels)
Sholat Dhuha pada dasarnya adalah sholat sunnah munfarid (dilakukan sendiri).

Soal 11:

Bagaimana niat sholat Dhuha yang benar?

A. “Aku niat sholat Dhuha karena Allah Ta’ala.”

B. “Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala.”

C. “Nawaitu sholat Dhuha dua rakaat sunnah lillahi ta’ala.”

D. Pilihan B dan C benar, tergantung mazhab.

Jawaban: D

Pembahasan:

Baik lafaz niat dalam bahasa Arab maupun terjemahannya, asalkan mengandung makna yang dimaksud, adalah sah.

  • Lafaz “Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala.” adalah niat dalam bahasa Arab yang umum digunakan.
  • Lafaz “Nawaitu sholat Dhuha dua rakaat sunnah lillahi ta’ala.” adalah terjemahan atau bentuk lain dari niat dalam bahasa Indonesia.

Yang terpenting adalah niat itu terlintas di hati dan disertai kesadaran akan sholat yang akan dilaksanakan.

Dalil:

Niat adalah pekerjaan hati, sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS. Al-Baqarah: 284. Para fuqaha (ahli fiqih) menjelaskan bahwa pengucapan niat (talaffuzh bin-niyyah) bukan syarat sahnya sholat, melainkan sunnah untuk membantu menguatkan niat di hati.

Soal 12:

Apa perbedaan utama antara sholat Dhuha dengan sholat Tahajjud?

A. Sholat Dhuha dikerjakan siang hari, Tahajjud malam hari.

B. Sholat Dhuha sunnah, Tahajjud wajib.

C. Sholat Dhuha minimal 2 rakaat, Tahajjud minimal 4 rakaat.

D. Sholat Dhuha hanya untuk rezeki, Tahajjud untuk ampunan dosa.

Jawaban: A

Pembahasan:

Perbedaan paling mendasar dan utama antara sholat Dhuha dan sholat Tahajjud adalah waktu pelaksanaannya. Sholat Dhuha dilaksanakan pada waktu siang hari (pagi menjelang siang), sedangkan sholat Tahajjud dilaksanakan pada waktu malam hari setelah tidur.

Dalil:

    • Waktu sholat Dhuha dijelaskan dalam hadis Zaid bin Arqam (ketika unta merasakan panas terik).
    • Waktu sholat Tahajjud dijelaskan dalam QS. Al-Isra’: 79 dan banyak hadis mengenai qiyamul lail.

Soal 13:

Jika seseorang bangun kesiangan dan tidak sempat sholat Subuh, apakah masih bisa melaksanakan sholat Dhuha setelahnya?

A. Tidak bisa, karena harus sholat Subuh terlebih dahulu.

B. Bisa, asalkan segera sholat Subuh setelah bangun, lalu Dhuha.

C. Tidak bisa, karena Dhuha hanya untuk yang sudah sholat Subuh tepat waktu.

D. Boleh langsung sholat Dhuha saja.

Jawaban: B

Pembahasan:

Jika seseorang bangun kesiangan dan melewatkan sholat Subuh, ia wajib segera melaksanakan qadha’ sholat Subuh begitu bangun. Setelah menunaikan qadha’ Subuh, ia masih bisa melaksanakan sholat Dhuha selama waktunya belum habis (sebelum Zhuhur).

Dalil:

Prinsip qadha’ sholat fardhu adalah harus segera dilakukan. Setelah itu, sholat sunnah seperti Dhuha tetap bisa dilaksanakan jika waktunya masih ada.

Soal 14:

Apakah ada doa khusus yang dianjurkan setelah selesai sholat Dhuha?

A. Tidak ada doa khusus, cukup doa apa saja.

B. Ada, doa yang dimulai dengan “Allahumma inna dhuhaa-a dhuhaa-uka…”

C. Hanya membaca Al-Qur’an.

D. Membaca tasbih 100 kali.

Jawaban: B

Pembahasan:

Ada doa khusus yang sangat populer dan banyak diamalkan setelah sholat Dhuha, yaitu doa yang dimulai dengan “Allahumma inna dhuhaa-a dhuhaa-uka…” (Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu…). Meskipun doa ini tidak berasal dari hadis shahih secara langsung, namun telah menjadi amalan turun-temurun dan dianjurkan oleh banyak ulama.

Dalil:

Meskipun para ulama membahas status sanad doa ini, banyak kitab fiqih dan amalan menyebutkannya sebagai doa yang baik untuk dibaca. Misalnya, dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, beliau menyebutkan pentingnya berdoa setelah sholat secara umum. Doa ini sendiri sering ditemukan dalam Majmu’ Syarif dan kitab-kitab amalan lainnya.

Soal 15:

Apa yang dimaksud dengan “syuruq” dalam konteks waktu sholat Dhuha?

A. Waktu terbitnya matahari secara sempurna

B. Waktu matahari tergelincir

C. Waktu sholat Subuh

D. Waktu matahari terbenam

Jawaban: A

Pembahasan:

“Syuruq” (شروق) secara harfiah berarti terbitnya matahari. Dalam konteks waktu sholat Dhuha, waktu syuruq adalah saat matahari benar-benar telah terbit sempurna dan sinarnya mulai terlihat jelas, yang menandai awal waktu Dhuha (meskipun waktu optimalnya adalah setelah matahari meninggi). Sholat sunnah yang dikerjakan tepat setelah syuruq disebut Sholat Syuruq atau Ishraq, yang juga merupakan bagian dari sholat Dhuha.

Baca juga:  Siapa Nama Saudara Kandung Nabi Ismail?

Dalil:

Penjelasan tentang waktu sholat dalam kitab-kitab fiqih dan tafsir.

Shalat malam atau tahajud merupakan salah bentuk ketaatan kepada Allah SWT yang dilaksanakan setelah bangun tidur di malam hari. (Foto sripoku.com)
Perbedaan paling mendasar dan utama antara sholat Dhuha dan sholat Tahajjud adalah waktu pelaksanaannya. (Foto sripoku.com)

Soal 16:

Apa yang dimaksud dengan “kaafiyah” dalam konteks sholat Dhuha?

A. Sholat yang sempurna dan mencukupi

B. Sholat yang membatalkan dosa

C. Sholat yang dikerjakan dengan cepat

D. Sholat yang hanya boleh dilakukan oleh wanita

Jawaban: A

Pembahasan:

Dalam hadis Qudsi, Allah Swt. berfirman: “…niscaya Aku akan mencukupi kebutuhanmu di akhir siang.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad). Kata “mencukupi” (kaafiyah) di sini berarti sholat Dhuha dapat menjadi sholat yang sempurna dan mencukupi kebutuhan hamba-Nya di akhir hari, baik itu kebutuhan materi maupun spiritual.

Dalil:

Hadis Qudsi yang telah disebutkan di pembahasan Soal 9.

Soal 17:

Jika seseorang sedang bepergian (musafir), apakah sholat Dhuha masih dianjurkan?

A. Tidak, karena sholat Dhuha hanya untuk yang mukim.

B. Ya, sholat Dhuha tetap dianjurkan bagi musafir.

C. Hanya boleh jika perjalanannya dekat.

D. Hanya jika ia merasa aman selama perjalanan.

Jawaban: B

Pembahasan:

Ya, sholat Dhuha tetap dianjurkan bagi musafir. Tidak ada dalil yang melarang atau menghalangi seorang musafir untuk melaksanakan sholat sunnah, termasuk sholat Dhuha. Bahkan, dalam beberapa riwayat, Nabi Muhammad Saw. tetap melaksanakan sholat sunnah dalam perjalanan.

Dalil:

Prinsip umum dalam Islam bahwa sholat sunnah tetap dianjurkan baik dalam kondisi mukim maupun safar, kecuali ada dalil khusus yang melarangnya.

Soal 18:

Seorang Muslim yang rutin melaksanakan sholat Dhuha, pahalanya diganjar seperti melakukan ibadah apa secara penuh?

A. Sedekah kepada setiap orang fakir miskin

B. Haji dan Umrah secara sempurna

C. Membaca seluruh Al-Qur’an

D. Berpuasa seumur hidup

Jawaban: B

Pembahasan:

Bagi orang yang rutin melaksanakan sholat Dhuha sejak waktu syuruq dan diiringi dzikir, pahalanya diganjar seperti melakukan Haji dan Umrah secara sempurna. Ini adalah keutamaan luar biasa bagi mereka yang menjaga amalan ini.

Dalil:

Hadis dari Anas bin Malik r.a. bahwa Nabi Saw. bersabda: “Barangsiapa sholat Shubuh berjama’ah, kemudian ia duduk berdzikir kepada Allah hingga matahari terbit, kemudian sholat dua raka’at, maka baginya pahala seperti haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Al-Albani). Meskipun ini dikenal sebagai Sholat Syuruq/Ishraq, namun secara fiqih, Sholat Syuruq adalah bagian dari sholat Dhuha, dan hadis ini menunjukkan keutamaan besar dari sholat di awal waktu Dhuha.

Soal 19:

Mengapa sholat Dhuha disebut juga dengan sholat “awwabin”?

A. Karena hanya boleh dilakukan oleh orang yang sudah tua

B. Karena dikerjakan pada waktu matahari mulai panas, seperti taubatnya orang yang berdosa

C. Karena hanya orang yang memiliki rezeki melimpah yang bisa mengerjakannya

D. Karena Nabi Muhammad Saw. melarang sahabat yang tidak mengerjakannya

Jawaban: B

Pembahasan:

Sholat Dhuha disebut juga sholat “awwabin” (orang-orang yang bertaubat) karena waktu pelaksanaannya yang afdhal adalah ketika matahari mulai terik, yang diibaratkan seperti kembalinya seseorang dari kelalaian menuju ketaatan, seperti orang yang bertaubat kembali kepada Allah setelah sebelumnya jauh dari-Nya.

Dalil:

Hadis Zaid bin Arqam r.a. yang menyebut “Sholat orang-orang yang bertaubat…” (HR. Muslim). Para ulama mengaitkan istilah “awwabin” ini dengan kembalinya seseorang kepada Allah dalam keadaan panasnya dunia.

Soal 20:

Apakah ada batasan waktu khusus untuk mengakhiri sholat Dhuha?

A. Hanya sampai jam 9 pagi

B. Hanya sampai jam 10 pagi

C. Sebelum masuk waktu adzan Zhuhur

D. Sampai waktu Ashar

Jawaban: C

Pembahasan:

Waktu sholat Dhuha berakhir sebelum masuk waktu adzan Zhuhur. Begitu waktu Zhuhur tiba (matahari tergelincir dari tengah langit), maka waktu sholat Dhuha sudah habis.

Dalil:

Hadis yang menunjukkan akhir waktu sholat Dhuha adalah sebelum matahari tergelincir (sebelum waktu Zhuhur). Para ulama fiqih sepakat mengenai batasan waktu ini. Misalnya dalam Fathul Bari oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani.

ruku ketika shalat (langit7.id, istock.com)
Tidak ada riwayat shahih yang menunjukkan Rasulullah Saw. secara rutin melaksanakan sholat Dhuha secara berjamaah. Amalan beliau dan para sahabat lebih condong pada pelaksanaan secara individu. (langit7.id, istock.com)

Kesimpulan

Selamat! Anda telah menyelesaikan 20 soal kuis mengenai sholat Dhuha. Melalui kuis interaktif ini, diharapkan pemahaman Anda tentang sholat Dhuha semakin mendalam, tidak hanya dari segi tata cara, tetapi juga mengenai keutamaan, waktu, dan dalil-dalilnya yang kuat dari Al-Qur’an dan Hadis sahih.

Sholat Dhuha adalah anugerah dari Allah Swt. bagi hamba-Nya yang ingin mendekat dan meraih keberkahan. Dengan menjaganya, kita tidak hanya mendapatkan pahala yang besar, tetapi juga dijanjikan kecukupan rezeki dan ampunan dosa. Semoga kuis ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk senantiasa istiqamah dalam mengamalkan sholat Dhuha dan meraih seluruh keutamaan yang ada di dalamnya. Ingatlah, keberkahan sholat Dhuha menanti setiap hamba yang bersungguh-sungguh dalam menunaikannya.

Pengunjung: 0 Hari Ini: 0

Pencarian

Bagikan Info

Facebook
WhatsApp
Pinterest
Twitter
Telegram
LinkedIn

Bahasan Terpopuler

Informasi Lainnya

Jelajah E-Library

💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Gerakan Indonesia Pintar

Dukung Gerakan Indonesia Pintar untuk membantu jutaan anak Indonesia mendapatkan akses bacaan gratis berkualitas.

Logo Gerakan Indonesia Pintar