

💡 Tahukah kamu?
Coding itu seperti bahasa rahasia yang dipakai manusia untuk berbicara dengan komputer.
Kalau kita ingin komputer menjalankan perintah, kita harus menuliskannya dalam bentuk kode.
Misalnya, kalau kamu ingin robot berjalan maju 5 langkah, kamu tidak bisa hanya bilang “jalanlah!”, tapi kamu harus menuliskan perintahnya dengan kode yang bisa dimengerti robot.
Nah, orang yang menuliskan kode itu disebut programmer atau coder.
Mereka ibarat “arsitek digital” yang merancang semua aplikasi, game, bahkan animasi lucu yang sering kamu lihat.
Jadi, tanpa programmer, komputer hanya akan menjadi benda diam tanpa kemampuan apa pun.

#1. Siapa yang bertugas menulis coding agar komputer bisa mengerti apa yang harus dilakukan? ? 👉 Programmer: orang yang menulis instruksi (coding) agar komputer tahu apa yang harus dilakukan. 👉 Kode: bahasa khusus yang dipakai manusia untuk berbicara dengan komputer. 👉 Scratch: aplikasi coding untuk pemula, biasanya digunakan anak-anak untuk membuat animasi dan game. 👉 Robot: mesin yang bisa bergerak sesuai perintah, tapi hanya jika ada kode yang mengendalikannya.
Jawaban Benar: B. Programmer atau coder
📖 Pembahasan

Coba bayangkan kamu punya sebuah robot mainan.
Robot itu tidak bisa berpikir sendiri, bukan?
Robot hanya bisa bergerak kalau ada yang menekan tombol atau memberi instruksi.
Nah, komputer juga begitu.
Walaupun terlihat sangat pintar, sebenarnya komputer hanya bisa bekerja kalau ada manusia yang memberinya perintah.
Perintah itu dituliskan dalam bentuk kode.
Misalnya, ketika kamu membuka game di tablet, ada banyak kode di belakang layar yang memberi tahu komputer cara menampilkan gambar, bagaimana tokoh game bergerak, atau kapan musuh muncul.
Semua hal itu dirancang oleh seorang programmer atau coder.
Seorang programmer adalah orang yang menguasai bahasa pemrograman, seperti Python, Scratch, atau JavaScript.
Mereka menuliskan instruksi secara detail supaya komputer tahu langkah-langkah yang harus dilakukan.
Kalau instruksinya salah, komputer bisa bingung dan program tidak akan jalan dengan baik.
Itulah sebabnya pekerjaan programmer sangat penting.
Contoh sederhana, kalau kamu ingin membuat animasi kucing berjalan di Scratch, kamu perlu menulis atau menyusun blok kode: “ketika tombol panah ditekan → gerakkan kucing maju 10 langkah.”
Tanpa kode itu, kucing di layar hanya akan diam.
Programmer memastikan kode yang ditulis rapi, jelas, dan bisa dimengerti oleh komputer.
Jadi, kalau ada aplikasi keren, game edukasi seru, atau robot canggih, semua itu karena ada programmer yang bekerja keras menuliskan coding di balik layar.
Mereka ibarat pahlawan digital yang membantu teknologi bekerja untuk manusia.
✅ Kesimpulan

Programmer atau coder adalah orang yang menuliskan kode agar komputer bisa mengerti perintah manusia.
Tanpa programmer, komputer hanyalah benda mati yang tidak bisa melakukan apa-apa.
Dengan adanya programmer, kita bisa menikmati game, aplikasi, animasi, hingga robot pintar.
Jadi, peran programmer itu sangat penting di era digital ini.

Pendahuluan: Dunia Baru Anak-Anak di Era Digital
Bayangkan jika suatu hari kamu punya robot kecil yang bisa membantumu mengerjakan PR, menyapu rumah, atau bahkan membacakan dongeng sebelum tidur. Wah, seru sekali, bukan? Nah, semua itu bisa terjadi karena adanya coding dan kecerdasan buatan (AI).
Dulu, komputer hanya dipakai orang dewasa untuk mengetik atau menghitung. Tapi sekarang, anak-anak SD pun bisa belajar coding dengan cara yang menyenangkan. Coding bukan hanya soal komputer, tetapi juga cara berpikir, berkreasi, dan berimajinasi.
Apa Itu Coding?
Coding adalah bahasa khusus untuk berbicara dengan komputer. Komputer itu seperti robot pintar, tetapi dia hanya bisa bekerja jika kita memberi perintah. Nah, coding adalah cara memberi perintah tersebut.
Bayangkan kamu ingin membuat komputer menampilkan tulisan “Halo Dunia!”. Dengan coding, kamu bisa menulis instruksi sederhana agar komputer menampilkannya di layar. Tanpa coding, komputer tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Jadi, coding itu ibarat resep masakan. Kalau resepnya jelas, masakan jadi enak. Kalau salah resep, masakannya bisa gagal. Sama halnya dengan coding, kalau instruksi benar, komputer berjalan dengan baik.
Kenapa Anak SD Perlu Belajar Coding?
Ada banyak alasan kenapa coding penting:
- Melatih Logika – Anak belajar menyusun langkah-langkah dengan teratur.
- Mengasah Kreativitas – Anak bisa membuat game, cerita interaktif, atau animasi.
- Pemecahan Masalah – Kalau ada kesalahan (bug), anak belajar memperbaikinya (debugging).
- Masa Depan Cerah – Hampir semua pekerjaan masa depan butuh teknologi.
Coding membuat anak bukan hanya pengguna teknologi, tapi juga pencipta teknologi.
Cerita Fajar dan Dunia Coding
Mari kita dengarkan kisah Fajar, seorang anak kelas 5 SD.
Suatu hari, Fajar suka sekali bermain game. Ia penasaran, “Bagaimana sih cara membuat game sendiri?” Akhirnya, gurunya memperkenalkan Scratch, sebuah aplikasi coding untuk anak-anak.
Dengan Scratch, Fajar belajar membuat kucing di layar bisa melompat ketika tombol spasi ditekan. “Wow, kucingnya bisa bergerak karena aku yang memprogramnya!” seru Fajar dengan bangga.
Sejak itu, Fajar semakin semangat. Ia membuat cerita animasi, bahkan game sederhana untuk dimainkan bersama teman-temannya. Dari sinilah Fajar belajar bahwa coding itu seperti sulap, tapi dengan logika.
Algoritma: Resep Rahasia Coding
Dalam coding, ada yang namanya algoritma. Algoritma adalah langkah-langkah teratur untuk menyelesaikan masalah.
Misalnya, Fajar ingin membuat mie instan. Algoritmanya:
- Rebus air
- Masukkan mie
- Tunggu 3 menit
- Masukkan bumbu
- Aduk rata
- Sajikan
Kalau salah urutan, misalnya bumbu dimasukkan sebelum air direbus, hasilnya bisa aneh. Sama juga dengan coding. Kalau urutan salah, komputer bingung dan program tidak jalan.
Debugging: Saat Program Bermasalah
Suatu hari, Fajar menulis kode agar tokoh kartun bisa berjalan. Tapi ketika dijalankan, tokohnya malah diam saja. “Hah, kenapa ya?”
Itulah yang disebut bug, yaitu kesalahan dalam program. Untuk memperbaikinya, Fajar melakukan debugging. Ia mengecek ulang langkah-langkahnya sampai menemukan kesalahan.
Debugging melatih Fajar untuk tidak mudah menyerah. Ia belajar bahwa kesalahan itu biasa, yang penting adalah mau memperbaiki.
Bahasa Pemrograman untuk Anak SD
Anak SD tidak perlu langsung belajar bahasa yang sulit. Ada bahasa pemrograman yang ramah anak, misalnya:
- Scratch – Visual dan mudah dipahami dengan blok warna.
- Blockly – Mirip puzzle yang bisa disusun.
- Tynker – Penuh game edukatif.
- Python (Dasar) – Cocok untuk anak yang sudah terbiasa coding sederhana.
Dengan bahasa ini, anak-anak bisa membuat cerita, animasi, hingga game sederhana.
Kecerdasan Buatan (AI) untuk Anak-Anak
Selain coding, ada juga yang disebut Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. AI membuat komputer bisa belajar sendiri seperti manusia.
Contohnya:
- Google Translate bisa menerjemahkan bahasa.
- Kamera HP bisa mengenali wajah.
- Chatbot bisa menjawab pertanyaanmu.
AI sudah ada di sekitar kita. Anak-anak yang belajar coding sejak dini bisa lebih cepat memahami bagaimana AI bekerja.
Manfaat Coding dalam Kehidupan Sehari-Hari
Coding tidak hanya bermanfaat di depan komputer. Prinsip coding bisa dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh:
- Menyusun jadwal sekolah → seperti algoritma.
- Memeriksa PR yang salah → seperti debugging.
- Menyelesaikan soal matematika → seperti menulis kode.
Dengan coding, anak-anak belajar berpikir terstruktur, teratur, dan solutif.
Tips Belajar Coding untuk Anak SD
- Mulai dari yang sederhana – Gunakan Scratch atau Blockly.
- Belajar sambil bermain – Jadikan coding seperti permainan puzzle.
- Buat proyek kecil – Misalnya animasi singkat atau game sederhana.
- Belajar bersama teman – Lebih seru kalau saling berbagi ide.
- Jangan takut salah – Salah itu bagian dari belajar.
Inspirasi Tokoh Dunia
Banyak tokoh besar di dunia teknologi berawal dari coding sejak muda:
- Bill Gates (Microsoft) – Belajar coding sejak remaja.
- Mark Zuckerberg (Facebook) – Membuat aplikasi kecil di masa sekolah.
- Ada Lovelace – Perempuan pertama di dunia yang menulis algoritma.
Mereka membuktikan bahwa coding bisa mengubah dunia. Siapa tahu, anak-anak Indonesia juga bisa jadi tokoh besar dengan belajar coding sejak SD.
Kesimpulan: Coding Itu Asyik dan Bermanfaat
Coding bukan hanya soal komputer, tetapi juga cara berpikir, berkreasi, dan menyelesaikan masalah. Dengan belajar coding sejak SD, anak-anak akan terbiasa berpikir logis, kreatif, dan pantang menyerah.
Seperti Fajar yang berhasil membuat game pertamanya, setiap anak bisa merasakan betapa asyiknya coding. Dan siapa tahu, dari coding sederhana hari ini, lahirlah inovasi besar untuk masa depan Indonesia.
Tonton videonya di sini
Video source: Tawabocah Belajar Coding












