
- Kompetensi:
Menganalisis kalimat efektif dalam teks. - Subkompetensi:
Mengidentifikasi kesalahan penggunaan kalimat berdasarkan kaidah struktur, diksi, dan kehematan. - Bentuk Soal:
Pilihan Ganda Kompleks/MCMA (Multiple Choice Multiple Answer) – lebih dari satu jawaban benar.
#1. Teks: “Para siswa-siswi di sekolah itu saling bekerja sama untuk membersihkan kelas masing-masing secara bersama-sama.” Pertanyaan: Berdasarkan kaidah kalimat efektif, manakah perbaikan yang tepat untuk kalimat tersebut?
Select all that apply:
Kunci Jawaban:
✅ A, C, dan E
Pembahasan Lengkap
Analisis Teks:
Kalimat efektif adalah kalimat yang memenuhi syarat: kesepadanan, kehematan, kejelasan, kelogisan, dan ketepatan.
Dalam teks di atas, terdapat pleonasme (penggunaan kata yang berlebihan) karena terdapat unsur yang memiliki makna sama.
Kesalahan pada kalimat:
- Kata “para” + “siswa-siswi” → redundan karena “siswa-siswi” sudah jamak.
- Kata “saling” + “bekerja sama” + “secara bersama-sama” → ganda makna, cukup pilih salah satu.
- Frasa “secara bersama-sama” setelah “saling bekerja sama” menimbulkan pengulangan ide.
Analisis Per Opsi:
- A (Benar): Menghilangkan “para” menghemat kata tanpa mengubah makna.
- B (Salah): Menghilangkan “saling” tetapi tetap mempertahankan “secara bersama-sama” tidak cukup hemat; “bekerja sama” tanpa “saling” sudah cukup, tetapi “secara bersama-sama” tetap redundan.
- C (Benar): Menghilangkan “secara bersama-sama” membuat kalimat lebih hemat dan menghindari pleonasme.
- D (Salah): Mengganti “siswa-siswi” menjadi “siswa” membuat informasi gender menjadi netral, tetapi tidak secara langsung mengatasi semua masalah redundansi.
- E (Benar): Menghilangkan “para” dan “secara bersama-sama” sekaligus adalah langkah paling hemat dan memenuhi kaidah kalimat efektif.
Teori Pendukung:
Menurut Alwi dkk. (2010), prinsip kehematan dalam kalimat efektif menekankan penghilangan kata yang maknanya sudah tercakup oleh kata lain dalam kalimat yang sama.
Sedangkan menurut Keraf (2009), pengulangan makna dapat mengaburkan pesan dan menurunkan daya komunikatif kalimat.
Studi Kasus:
Penggunaan pleonasme sering ditemukan pada pidato formal dan tulisan media massa, misalnya: “Naik ke atas” atau “Turun ke bawah”.
Meskipun sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, bentuk ini tidak dianjurkan dalam tulisan formal.
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah A, C, dan E.
Perbaikan ini menghilangkan unsur berlebihan tanpa mengubah makna inti kalimat, sehingga sesuai dengan kaidah kalimat efektif yang jelas, hemat, dan logis.
Referensi:
- Alwi, H. et al. (2010). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
- Keraf, G. (2009). Komposisi. Jakarta: Gramedia.
- (2021). Buku Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Pusat Perbukuan.
- Badudu, J.S. (2003). Inilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta: Gramedia.
- Moeliono, A.M. (2017). Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.
- Tarigan, H.G. (2013). Menulis. Bandung: Angkasa.
- Kridalaksana, H. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.
- Chaer, A. (2012). Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
- PUEBI (2022). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
- (2020). Language and Communication Guidelines. https://unesdoc.unesco.org


- Tema: TKA (Tes Kemampuan Akademik)
- Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
- Jenjang: SMA/MA
- Alokasi Waktu: 120 menit
- Jumlah Soal: 50 butir
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (MCMA)
- Sumber video:
- Download Latihan Soal: klik di sini
- Supported by: BIMBEL TRIDAYA

Time's up












