
- Kompetensi: Menganalisis penggunaan tanda baca sesuai kaidah PUEBI.
- Subkompetensi: Mengidentifikasi penempatan tanda baca (titik, koma, tanda kutip, tanda hubung) yang benar dalam kalimat.
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (MCMA).
#1. Soal: Perhatikan kalimat-kalimat berikut! 1. “Saya akan pergi besok” kata Rina kepada ibunya. 2. Pak Budi membeli beras, gula, minyak goreng, dan teh di pasar. 3. Pukul 07.30 pagi kami sudah tiba di sekolah. 4. Ayah membaca buku berjudul “Negeri 5 Menara” di ruang tamu. 5. Jalan Ahmad Yani—yang menghubungkan dua kota itu—sedang diperbaiki. Kalimat yang penempatan tanda bacanya tepat adalah …
Select all that apply:
Kunci Jawaban: B, D, dan E
Pembahasan Lengkap:
Penggunaan tanda baca dalam bahasa Indonesia diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).
Tanda baca berfungsi untuk memperjelas struktur kalimat, menunjukkan intonasi, dan menghindari kesalahpahaman makna.
Analisis per kalimat:
- ❌ “Saya akan pergi besok” kata Rina kepada ibunya.
Salah, karena setelah tanda kutip penutup (“…”) dan sebelum kata “kata” seharusnya ada koma: “Saya akan pergi besok,” kata Rina kepada ibunya. - ✅ Pak Budi membeli beras, gula, minyak goreng, dan teh di pasar.
Penggunaan koma untuk memisahkan unsur dalam perincian sesuai kaidah PUEBI. - ✅ Pukul 07.30 pagi kami sudah tiba di sekolah.
Penulisan waktu menggunakan titik (.) antara jam dan menit sesuai PUEBI. - ✅ Ayah membaca buku berjudul “Negeri 5 Menara” di ruang tamu.
Judul buku diapit tanda kutip ganda (“…”) sesuai kaidah. - ✅ Jalan Ahmad Yani—yang menghubungkan dua kota itu—sedang diperbaiki.
Tanda pisah (—) digunakan untuk menyisipkan keterangan tambahan di dalam kalimat.
Alasan kunci jawaban:
- B (2, 4, dan 5) benar, ketiga kalimat tersebut sudah tepat tanda bacanya.
- D (3, 4, dan 5) benar, ketiganya juga sesuai kaidah.
- E (2, 3, 4, dan 5) benar, keempat kalimat tersebut tepat penempatan tanda bacanya.
- Pilihan A dan C salah karena memasukkan kalimat 1 yang keliru.
Kesimpulan:
Ketepatan penggunaan tanda baca sangat penting agar teks mudah dipahami dan tidak menimbulkan tafsir ganda.
PUEBI memberikan pedoman jelas terkait penggunaan koma, titik, tanda kutip, tanda pisah, dan tanda baca lainnya.
Kesalahan kecil, seperti lupa koma setelah tanda kutip, dapat mengurangi kredibilitas tulisan.
Referensi:
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2021). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Kemendikbudristek.
- Alwi, Hasan, dkk. (2014). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
- Keraf, Gorys. (2007). Diksi dan Gaya Bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
- Chaer, Abdul. (2010). Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.
- Moeliono, Anton M. (2017). Ciri Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar. Pusat Bahasa.
- KBBI V, Kemendikbud (2021).
- Sugono, Dendy. (2015). Bahasa Indonesia untuk Penulisan Ilmiah. Depdiknas.
- Sneddon, James N. (2010). Indonesian: A Comprehensive Grammar. Routledge.
- Kridalaksana, Harimurti. (2011). Kamus Linguistik. Gramedia.
- Wibowo, Wahyu. (2016). Tata Bahasa dan Ejaan Bahasa Indonesia. Kompas.


- Tema: TKA (Tes Kemampuan Akademik)
- Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
- Jenjang: SMA/MA
- Alokasi Waktu: 120 menit
- Jumlah Soal: 50 butir
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (MCMA)
- Sumber video:
- Download Latihan Soal: klik di sini
- Supported by: BIMBEL TRIDAYA

Time's up













