
- Kompetensi: Menyunting kalimat agar menjadi kalimat efektif sesuai kaidah bahasa Indonesia.
- Subkompetensi: Mengidentifikasi kalimat yang memenuhi syarat kejelasan, kehematan, kesatuan, dan kelogisan.
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (MCMA) – lebih dari satu jawaban benar.
#1. Soal: Perhatikan paragraf berikut! Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, sekolah mengadakan pelatihan guru pada hari Sabtu kemarin. Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru-guru. Pelatihan diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Karena pelatihan ini sangat bermanfaat sekali, semua guru diwajibkan hadir. Kalimat yang sudah efektif dalam paragraf tersebut adalah …
Select all that apply:
Kunci Jawaban: A, C, dan E
Pembahasan Lengkap
Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun sesuai kaidah bahasa, memiliki struktur jelas, hemat kata, logis, dan padu sehingga mudah dipahami.
Berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan prinsip kebahasaan, kalimat efektif memenuhi unsur kehematan, kesatuan, kelogisan, dan kejelasan makna.
Analisis kalimat:
- ✅ Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, sekolah mengadakan pelatihan guru pada hari Sabtu kemarin.
Sudah efektif: memiliki subjek (sekolah), predikat (mengadakan), objek (pelatihan guru), dan keterangan waktu (pada hari Sabtu kemarin). Struktur jelas dan tidak berlebihan. - ❌ Pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas mengajar guru-guru.
Kurang efektif karena kata “guru-guru” sudah jamak dan frasa “bertujan untuk” sebaiknya disederhanakan menjadi “bertujuan meningkatkan”. - ✅ Pelatihan diadakan secara daring melalui aplikasi Zoom.
Efektif: ringkas, subjek implisit dari konteks, predikat (diadakan), dan keterangan cara (secara daring melalui aplikasi Zoom). Tidak ada kata mubazir. - ❌ Karena pelatihan ini sangat bermanfaat sekali, semua guru diwajibkan hadir.
Tidak efektif karena frasa “sangat bermanfaat sekali” mengandung pleonasme (pengulangan makna), cukup ditulis “sangat bermanfaat” atau “bermanfaat sekali”.
Alasan kunci jawaban:
- A (Kalimat 1) benar, efektif dan sesuai kaidah.
- C (Kalimat 3) benar, singkat dan jelas.
- E (Kalimat 1 dan 3) benar, keduanya efektif.
Kesimpulan:
Kalimat efektif memerlukan kesederhanaan struktur dan kehematan kata, tanpa mengurangi makna.
Menghindari pleonasme dan penggunaan kata berlebihan sangat penting.
Kesalahan umum pada penulisan kalimat adalah penambahan kata yang tidak perlu, struktur tidak logis, dan penggunaan istilah ganda.
Referensi:
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2021). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Kemendikbudristek.
- Alwi, Hasan, dkk. (2014). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
- Chaer, Abdul. (2010). Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.
- Keraf, Gorys. (2007). Diksi dan Gaya Bahasa. Gramedia Pustaka Utama.
- Moeliono, Anton M. (2017). Ciri Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar. Pusat Bahasa.
- KBBI V, Kemendikbud (2021).
- Sugono, Dendy. (2015). Bahasa Indonesia untuk Penulisan Ilmiah. Depdiknas.
- Sneddon, James N. (2010). Indonesian: A Comprehensive Grammar. Routledge.
- Kridalaksana, Harimurti. (2011). Kamus Linguistik. Gramedia.
- Wibowo, Wahyu. (2016). Tata Bahasa dan Ejaan Bahasa Indonesia. Kompas.


- Tema: TKA (Tes Kemampuan Akademik)
- Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
- Jenjang: SMA/MA
- Alokasi Waktu: 120 menit
- Jumlah Soal: 50 butir
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (MCMA)
- Sumber video:
- Download Latihan Soal: klik di sini
- Supported by: BIMBEL TRIDAYA

Time's up












