
- Kompetensi: Mengidentifikasi dan mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tidak langsung atau sebaliknya.
- Subkompetensi: Menentukan kalimat langsung dan tidak langsung sesuai kaidah penulisan.
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (MCMA) – lebih dari satu jawaban benar.
#1. Soal: Perhatikan kalimat-kalimat berikut! 1. Ayah berkata, “Besok kita berangkat ke Bandung.” 2. Rudi mengatakan bahwa ia sudah menyelesaikan tugasnya. 3. “Kapan kamu kembali?” tanya Sinta kepada Dina. 4. Andi berkata ia tidak bisa datang ke pertemuan itu. 5. “Saya senang sekali bertemu dengan kalian,” ujar Pak Guru. Kalimat yang merupakan kalimat langsung adalah …
Select all that apply:
Kunci Jawaban: A, C, dan E
Pembahasan Lengkap:
Kalimat langsung adalah kalimat yang mengutip secara persis ucapan atau pernyataan seseorang tanpa mengubah kata-katanya.
Dalam penulisannya, kalimat langsung diapit tanda petik (“…”), diawali huruf kapital, dan diakhiri tanda baca sesuai intonasi kalimat (titik, tanda tanya, atau tanda seru).
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan kembali ucapan seseorang dengan mengubah susunan kata sesuai kebutuhan penulis, tanpa tanda petik, dan biasanya menggunakan kata penghubung seperti bahwa, jika, atau perubahan pronomina.
Analisis kalimat di soal:
- ✅ Ayah berkata, “Besok kita berangkat ke Bandung.”
Kalimat langsung: tanda petik digunakan, kutipan utuh, huruf kapital pada awal kutipan. - ❌ Rudi mengatakan bahwa ia sudah menyelesaikan tugasnya.
Kalimat tidak langsung: tidak ada tanda petik, ada perubahan kata ganti dari “saya” menjadi “ia”. - ✅ “Kapan kamu kembali?” tanya Sinta kepada Dina.
Kalimat langsung: pertanyaan ditulis persis dengan tanda tanya di dalam tanda petik. - ❌ Andi berkata ia tidak bisa datang ke pertemuan itu.
Kalimat tidak langsung: tidak menggunakan tanda petik dan ada perubahan pronomina. - ✅ “Saya senang sekali bertemu dengan kalian,” ujar Pak Guru.
Kalimat langsung: tanda petik digunakan, kata ganti “saya” sesuai ucapan pembicara.
Kesimpulan:
Kalimat langsung dapat dikenali dari ciri utama berupa penggunaan tanda petik, kutipan yang persis, huruf kapital di awal kutipan, dan tanda baca di dalam tanda petik.
Sementara itu, kalimat tidak langsung mengandalkan parafrasa tanpa tanda petik. Dalam soal ini, kalimat nomor 1, 3, dan 5 memenuhi syarat kalimat langsung.
Referensi:
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2021). Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Kemendikbudristek.
- Alwi, Hasan, dkk. (2014). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Balai Pustaka.
- Chaer, Abdul. (2010). Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia. Rineka Cipta.
- Keraf, Gorys. (2007). Diksi dan Gaya Bahasa. Gramedia.
- Moeliono, Anton M. (2017). Ciri Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar. Pusat Bahasa.
- KBBI V, Kemendikbud (2021).
- Sugono, Dendy. (2015). Bahasa Indonesia untuk Penulisan Ilmiah. Depdiknas.
- Sneddon, James N. (2010). Indonesian: A Comprehensive Grammar. Routledge.
- Kridalaksana, Harimurti. (2011). Kamus Linguistik. Gramedia.
- Wibowo, Wahyu. (2016). Tata Bahasa dan Ejaan Bahasa Indonesia. Kompas.


- Tema: TKA (Tes Kemampuan Akademik)
- Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
- Jenjang: SMA/MA
- Alokasi Waktu: 120 menit
- Jumlah Soal: 50 butir
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (MCMA)
- Sumber video:
- Download Latihan Soal: klik di sini
- Supported by: BIMBEL TRIDAYA

Time's up













