

Soal Nomor 22 — Reading Comprehension (Narrative / Legend)
Metadata soal
- Kompetensi: Memahami teks naratif (mendeteksi ide pokok, informasi tersurat, dan hubungan sebab–akibat dalam teks naratif).
- Subkompetensi: Menentukan bagian teks yang paling mendukung sebuah kesimpulan (penyebab–akibat dan hubungan tindakan–akibat).
- Bentuk soal: PGK (Pilihan Ganda Kompleks / Multiple-Choice, Multiple-Answer — MCMA).
- Tingkat kesulitan: SMA/MA/SMK — level TKA/UN/UTBK (menengah).
- Jenis pengetahuan yang diukur: Informasi tersurat (literal), penarikan kesimpulan (inferensial), rujukan (reference), kosa kata konteks (lexical knowledge).
Teks bacaan

The Legend of the Blooming Hill
In the small valley of Lalang, the river that once kept the fields green had dwindled to a thin trickle. Crops failed for two seasons and the villagers feared hunger.
An old storyteller said that the hill above the village, once covered in flowers, had been silent since the spirit there felt neglected. People offered prayers, but no breeze answered.
One dawn, a young woman named Sari climbed the hill. She carried nothing but a handful of rice seed and a simple lute.
At the summit she sat upon the dry stones and sang her grandmother’s tune, placing the seed into the cracked earth and promising to care for whatever grew.
Her voice trembled, but she did not stop. Clouds gathered, and by dusk the sky opened; rain pounded the parched fields.
The river swelled and ran clear again. Within weeks rice and millet sprouted where dust had lain. Villagers returned to their terraces with songs of thanks.
No one could say whether the hill’s spirit had been moved or whether the rain was mere chance, but everyone agreed that Sari’s courage and the rain together brought life back to the valley.
Instruksi (dalam Bahasa Indonesia):
Baca teks di atas dengan saksama.
Pilih SEMUA bagian teks yang paling mendukung pernyataan berikut.
#1. Which parts of the text best support the idea that Sari’s action helped restore life to the valley? (There is more than one correct answer. Click on every correct answer.)
Select all that apply:

Kunci jawaban
B, C, D (pilihan yang menunjukkan tindakan Sari yang nyata dan akibat langsung—hujan dan pemulihan sungai)
Pembahasan Lengkap (analitis, ilmiah, dan kontekstual)
Ringkasan jawaban singkat
Pilihan yang benar adalah B, C, dan D.
- B menunjukkan tindakan konkret Sari (menyanyi, menaburkan benih, janji merawat) — bukti inisiatif dan motif yang relevan.
- C menunjukkan akibat langsung yang terjadi (hujan turun).
- D menunjukkan hasil akhir yang terukur (sungai kembali mengalir) — bukti pemulihan lingkungan.
Pilihan A hanya menggambarkan peralatan/keadaan, bukan hubungan tindakan → akibat yang jelas; pilihan E menyatakan ketidakpastian narator sehingga bukan bukti yang mendukung klaim sebab–akibat (walau E menguatkan narasi umum).
Analisis Pilihan Jawaban (rincian per opsi)

Pilihan A. “She carried nothing but a handful of rice seed and a simple lute.”
Analisis: Kalimat ini menggambarkan konteks (sederhana dan simbolis) — menunjukkan kesiapan Sari tetapi tidak menunjukkan tindakan nyata yang menghasilkan perubahan (tidak menampilkan tindakan menabur atau janji).
Sebagai informasi tersurat, A hanya memberi latar dan karakterisasi; bukan bukti sebab–akibat langsung.
Oleh karena itu salah sebagai bukti utama restorasi.
Pilihan B. “At the summit she sat upon the dry stones and sang her grandmother’s tune, placing the seed into the cracked earth and promising to care for whatever grew.”
Analisis: Ini adalah pernyataan aksi konkret (menyanyi, menabur benih, berjanji merawat).
Dalam analisis teks naratif, tindakan ini adalah pemicu potensial yang logis terhadap perubahan kemudian (hujan dan pemulihan).
B jelas mendukung klaim bahwa Sari melakukan tindakan yang dapat dikaitkan dengan hasil positif.
Ini adalah benar.
Pilihan C. “Clouds gathered, and by dusk the sky opened; rain pounded the parched fields.”
Analisis: Kalimat ini menggambarkan peristiwa cuaca sebagai akibat yang terjadi setelah tindakan.
Untuk menilai hubungan sebab–akibat dalam teks naratif, kemunculan hujan adalah bukti peristiwa yang relevan antara tindakan Sari dan pemulihan.
C adalah benar karena menghubungkan tindakan (sebelumnya) dengan hasil (kondisi lingkungan berubah).
Pilihan D. “The river swelled and ran clear again.”
Analisis: Ini ialah bukti hasil jangka pendek yang paling jelas: sungai kembali dan berfungsi seperti semula—konsekuensi yang dapat diukur.
D mendukung pernyataan bahwa “hidup kembali ke lembah”. Oleh karena itu benar.
Pilihan E. “No one could say whether the hill’s spirit had been moved or whether the rain was mere chance, but everyone agreed that Sari’s courage and the rain together brought life back to the valley.”
Analisis: E berisi retorika naratif yang mengakui ketidakpastian kausalitas sekaligus merangkum pendapat kolektif.
Kalimat ini tidak menjadi bukti pendukung independen; ia bersifat ringkasan opini dan tidak menyajikan fakta bagian teks yang mendemonstrasikan hubungan sebab–akibat yang dapat dibuktikan.
Oleh karena itu E tidak dipilih sebagai bukti primer meski menguatkan interpretasi tematik.
Pembahasan Teori (kaitkan dengan Kurikulum & literatur ilmiah)

- Asesmen kompetensi membaca: Penilaian pemahaman membaca pada level TKA/UN mengukur kemampuan siswa mengekstrak informasi literal, menghubungkan informasi antarpasal, dan menyimpulkan hubungan kausal serta implisit. Kurikulum 2013 menekankan keterampilan literasi sebagai bagian dari kompetensi membaca dan pemahaman teks fungsional/naratif. Dokumen Panduan Pembelajaran Kurikulum 2013 memuat prinsip penilaian yang menuntut indikator seperti menemukan gagasan utama, informasi tersurat, dan inferensi. Sistem Informasi Kurikulum Nasional
- Kurikulum Merdeka memfokuskan capaian pembelajaran yang kontekstual dan menjadikan keterampilan membaca kritis sebagai salah satu lingkup penilaian; soal TKA yang menuntut identifikasi bagian teks sebagai bukti klaim sesuai prinsip pembelajaran berdasar kompetensi. Panduan guru Kurikulum Merdeka memberi contoh teks naratif yang sama struktur penilaiannya. Buku Kemdikbud
- Teori dan praktik penilaian membaca: Alderson (Assessing Reading) membahas perbedaan level pemahaman—literal, inferensial, dan evaluatif—serta pentingnya menyusun item yang memisahkan informasi tersurat (literal) dari inferensi (teori kausal). Soal MCMA seperti ini memeriksa kemampuan siswa menautkan aksi (B) dengan peristiwa (C) dan hasil (D) melalui bukti teks. Cambridge University Press & Assessment
- Prinsip internasional penulisan item (TIMSS/PIRLS, PISA): Item reading yang baik bertanya langsung, menyediakan opsi yang plausible, dan memisahkan opsi yang bersifat konteks-latar dari bukti yang mendukung klaim. Panduan PISA dan TIMSS merekomendasikan keseimbangan antara pertanyaan literal dan inferensial serta menghindari ambiguitas yang tidak perlu. Panduan PISA 2018 menjelaskan proses dan konteks penilaian literasi membaca yang relevan untuk membentuk soal seperti ini. OECD+1
Studi Kasus / Kontekstualisasi (cara menilai & saran pedagogis)
- Skor & rubrik: Karena ini MCMA (lebih dari satu jawaban benar), skema penilaian yang adil misalnya:
- Skor penuh jika siswa memilih tepat B, C, D dan tidak memilih distractor.
- Skor parsial (mis. 1/3 per jawaban benar) dapat dipertimbangkan jika kebijakan ujian memperbolehkan partial credit. Untuk ujian standar nasional biasanya MCMA diberi penalti bila memilih jawaban salah; jika demikian, rubrik harus jelas kepada peserta didik sebelumnya.
- Kegiatan pembelajaran: Gunakan teks naratif pendek untuk melatih siswa membuat garis sebab–akibat: identifikasi tindakan aktor (who/what did), peristiwa (what happened next), hasil (consequence). Latihan penting: menandai kalimat yang berfungsi sebagai bukti (evidence-based reading).
- Keterkaitan indikator: Soal ini menilai lebih dari sekadar pengertian literal: siswa harus mengaitkan aksi (B) → peristiwa (C) → hasil (D), lalu memutuskan bukti mana yang relevan. Guru bisa memodelkan strategi “find–connect–conclude” (temukan bukti → hubungkan ke pernyataan → tarik kesimpulan).
Kesimpulan
Soal nomor 21 dirancang untuk mengukur keterampilan membaca pada level literal dan inferensial yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka serta standar internasional (PISA/TIMSS).
Jawaban yang mendukung klaim “Sari’s action helped restore life” adalah B (aksi konkret), C (peristiwa hujan), dan D (hasil: sungai membaik).
Jawaban ini menunjukkan keterampilan siswa dalam mengekstrak bukti langsung dari teks dan menyusun hubungan sebab–akibat.
Daftar Referensi Resmi & Kredibel (minimal 5 sumber)
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum 2013 (PPA K13). (Dokumen resmi Kemdikbud). — Panduan prinsip penilaian dan kompetensi inti. Sistem Informasi Kurikulum Nasional
(PDF: Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum 2013) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Buku Panduan Guru — English for Nusantara (Kurikulum Merdeka). — Petunjuk capaian pembelajaran bahasa Inggris dan contoh tugas/penilaian. Buku Kemdikbud
- Alderson, J. C. Assessing Reading. Cambridge University Press. 2000. — Teori dan praktik penilaian pemahaman membaca (literal, inferensial, evaluatif). Cambridge University Press & Assessment
- OECD. PISA 2018 — Assessment and Analytical Framework (Reading). OECD Publishing, 2019. — Kerangka penilaian literasi membaca internasional. OECD
- Mullis, I.V.S., Martin, M.O., et al. Item Writing Guidelines (TIMSS & PIRLS). — Panduan penulisan butir uji untuk mata pelajaran matematika, sains, dan literasi membaca (prinsip penulisan MCQ/MCMA). TIMSS & PIRLS
- (Tambahan akadmik): Dokumen AKM/Penguatan Literasi — Penguatan literasi dan numerasi di SMA (dokumentasi Direktorat SMA terkait asesmen kompetensi minimum). SMA Dikdasmen

🚀 365 Prediksi Soal UTBK TKA Bahasa Inggris 2025 SMA/SMK 🎯 Lengkap dengan Jawaban & Pembahasan 👉 Latihan Sekarang!


Sumber referensi: Pusmendik













