

- Soal TKA: 27
- Mata Pelajaran Wajib: Bahasa Indonesia
- Judul: Makna “Garing” pada Generasi Muda
- Kompetensi: Menganalisis makna kata denotasi dan konotasi.
- Subkompetensi: Membedakan penggunaan kata secara harfiah dan kiasan.
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks Kategori: “Setuju” atau “Tidak Setuju” (PGK Kategori)
- Jenjang: SMA/MA/SMK/MAK
Soal Cerita: Seorang remaja berkata, “Lawakan dia garing banget, ya.” Kakeknya menjawab, “Iya, seperti kerupuk yang belum digoreng, jadi tidak renyah.” Sang cucu kemudian tertawa.
#1. Pernyataan: Saya setuju dengan interpretasi kakek yang memahami kata “garing” secara denotatif.
Kunci Jawaban: Tidak Setuju
Pembahasan: Kakek memahami “garing” secara denotatif (kondisi makanan), padahal dalam bahasa gaul, “garing” memiliki makna konotasi baru, yaitu lawakan yang tidak lucu atau datar. Pemahaman kakek secara tidak sengaja justru menciptakan kelucuan baru karena kesenjangan generasi ini.
Analisis Soal: Soal ini mengangkat evolusi bahasa dan munculnya makna konotasi baru dalam bahasa gaul.
Strategi Jawab: Kenali bahwa kata-kata bisa memiliki makna konotasi baru yang berkembang di kalangan tertentu.

Sumber referensi: Pusmendik












