50 Soal TKA Bahasa Indonesia Makna Denotasi dan Konotasi SMA-SMK + Kunci Jawaban & Pembahasan

50 Contoh Soal TKA Bahasa Indonesia Makna Kata Denotasi dan Konotasi SMA/SMK Lengkap dengan Jawaban dan Pembahasan

50 Soal TKA Bahasa Indonesia Makna Denotasi dan Konotasi SMA-SMK + Kunci Jawaban & Pembahasan
50 Soal TKA Bahasa Indonesia; Makna Denotasi dan Konotasi SMA-SMK + Kunci Jawaban & Pembahasan

 

Tridaya logo

 

 

Results

  • Soal TKA: 28
  • Mata Pelajaran Wajib: Bahasa Indonesia
  • Judul: Puitis vs Denotatif
  • Kompetensi: Menganalisis makna kata denotasi dan konotasi.
  • Subkompetensi: Membedakan penggunaan kata secara harfiah dan kiasan.
  • Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks Kategori: “Setuju” atau “Tidak Setuju” (PGK Kategori)
  • Jenjang: SMA/MA/SMK/MAK

Soal Cerita: Seorang penulis ingin menggambarkan suasana hati sedih dalam cerpennya. Dia menulis: “Langit pun ikut menangis.” Editor mengubahnya menjadi: “Hujan turun dengan deras.” Penulis bersikeras bahwa kalimat pertamanya lebih puitis.

 

#1. Pernyataan: Saya setuju dengan pilihan penulis karena penggunaan makna konotasi “langit menangis” lebih powerful secara emosional.

Kunci Jawaban: Setuju

Pembahasan: Dalam konteks penulisan cerpen (fiksi), penggunaan majas seperti metafora “langit menangis” sangat dianjurkan untuk membangun suasana dan emosi. Kalimat denotatif “hujan turun” memang lebih jelas faktanya, tetapi terasa datar dan kurang menyentuh perasaan pembaca.

Analisis Soal: Soal membandingkan efektivitas denotasi dan konotasi dalam genre yang berbeda.

Strategi Jawab: Untuk teks fiksi dan sastra, makna konotasi biasanya lebih dipilih untuk keindahan berbahasa.

Gerakan Indonesia Pintar Sejuta Kuis Free Online Elibrary.id

[donasi_3d_banner]

Tridaya banner2
Bimbingan Belajar Tridaya

 

Sumber referensi: Pusmendik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Putar suaraPopup promosi ELibrary Stories Plus dengan pilihan paket Premium 24 jam, 30 hari, dan 365 hari untuk membuka akses ke lebih banyak cerita anak berkualitas.