

- Soal TKA: 28
- Mata Pelajaran Wajib: Bahasa Indonesia
- Judul: Puitis vs Denotatif
- Kompetensi: Menganalisis makna kata denotasi dan konotasi.
- Subkompetensi: Membedakan penggunaan kata secara harfiah dan kiasan.
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks Kategori: “Setuju” atau “Tidak Setuju” (PGK Kategori)
- Jenjang: SMA/MA/SMK/MAK
Soal Cerita: Seorang penulis ingin menggambarkan suasana hati sedih dalam cerpennya. Dia menulis: “Langit pun ikut menangis.” Editor mengubahnya menjadi: “Hujan turun dengan deras.” Penulis bersikeras bahwa kalimat pertamanya lebih puitis.
#1. Pernyataan: Saya setuju dengan pilihan penulis karena penggunaan makna konotasi “langit menangis” lebih powerful secara emosional.
Kunci Jawaban: Setuju
Pembahasan: Dalam konteks penulisan cerpen (fiksi), penggunaan majas seperti metafora “langit menangis” sangat dianjurkan untuk membangun suasana dan emosi. Kalimat denotatif “hujan turun” memang lebih jelas faktanya, tetapi terasa datar dan kurang menyentuh perasaan pembaca.
Analisis Soal: Soal membandingkan efektivitas denotasi dan konotasi dalam genre yang berbeda.
Strategi Jawab: Untuk teks fiksi dan sastra, makna konotasi biasanya lebih dipilih untuk keindahan berbahasa.

Sumber referensi: Pusmendik













