

- Soal TKA: 40
- Mata Pelajaran Wajib: Bahasa Indonesia
- Judul: Konotasi dalam Puisi dan Sastra
- Kompetensi: Menganalisis makna kata denotasi dan konotasi.
- Subkompetensi: Membedakan penggunaan kata secara harfiah dan kiasan.
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda (PG)
- Jenjang: SMA/MA/SMK/MAK
Bacaan:
Hujan di Bulan Juni
Rintik hujan membasahi jendela kamarku Seperti air mata yang tak kunjung berhenti Langit mendung menutupi sinar mentari Persis seperti awan kelabu di hatiku
Angin sejuk menerbangkan daun-daun kering Mengingatkanku pada kenangan yang telah pergi Di teras rumah, aku duduk merenungi Masa lalu yang kini tinggal abu
Hujan bulan Juni selalu membawa kesedihan Membasuh luka yang tersimpan dalam dada Semoga setelah badai ini berlalu Pelangi akan kembali menghiasi langit
#1. Soal: Ungkapan “awan kelabu di hatiku” dalam puisi tersebut bermakna konotasi…
Kunci Jawaban: B
Pembahasan: Ungkapan “awan kelabu di hatiku” dalam puisi memiliki makna konotasi “perasaan sedih atau murung yang mendalam”. Ini adalah majas personifikasi yang menggambarkan kondisi emosional penyair dengan menganalogikan perasaan sedih seperti awan mendung yang gelap.
Analisis Soal: Soal ini menguji kemampuan siswa menginterpretasi bahasa kiasan dalam karya sastra. Siswa harus memahami hubungan antara gambaran alam dengan kondisi emosional dalam puisi.
Strategi Jawaban: Dalam puisi atau karya sastra, perhatikan suasana atau mood yang tercipta. Hubungkan imagery alam atau objek dengan kondisi emosional yang ingin digambarkan penyair atau penulis.

Sumber referensi: Pusmendik











