Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

/
/
Tanya Jawab dan Pembahasan: Dasar-Dasar dan Pengenalan Adab Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan
adab dan tata cara makan sahur di bulan ramadhan

Tanya Jawab dan Pembahasan: Dasar-Dasar dan Pengenalan Adab Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan

Table of Contents

tridaya bimbel_300x200

Download ebook pdf 1001 Tanya Jawab dan Pembahasan Puasa Ramadhan

081
Tanya: Kapan waktu berbuka puasa yang tepat?
Jawab: Tepat saat matahari terbenam, yang ditandai dengan dikumandangkannya azan Maghrib.
Pembahasan: Rasulullah SAW bersabda: “Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari dan Muslim). Menyegerakan berbuka adalah sunnah.

082
Tanya: Mengapa kita dianjurkan untuk menyegerakan berbuka?
Jawab: Karena itu adalah sunnah Rasulullah SAW dan menunjukkan kecintaan kita terhadap ketaatan kepada Allah. Juga secara kesehatan baik untuk segera mengembalikan energi tubuh.
Pembahasan: Dari segi kesehatan, menyegerakan berbuka mencegah penurunan gula darah berlebihan dan membantu tubuh memulihkan energi dengan cepat.

083
Tanya: Apa yang disunnahkan untuk berbuka?
Jawab: Disunnahkan berbuka dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka dengan tamr (kurma kering), dan jika tidak ada maka dengan air putih.
Pembahasan: Rasulullah SAW biasanya berbuka dengan ruthab sebelum shalat Maghrib. Jika tidak ada, maka dengan tamr. Jika tidak ada, maka beliau meneguk air.” (HR. Abu Daud). Kurma memberikan energi instan.

084
Tanya: Apa doa berbuka puasa yang diajarkan Rasulullah SAW?
Jawab: Doa yang shahih adalah: “Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah” (Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah).
Pembahasan: Doa ini diriwayatkan oleh Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani. Doa ini mencerminkan rasa syukur atas selesainya ibadah puasa.

085
Tanya: Mengapa kita dianjurkan untuk berdoa sebelum berbuka?
Jawab: Karena doa orang yang berpuasa ketika berbuka adalah doa yang mustajab (dikabulkan).
Pembahasan: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya doa orang yang berpuasa ketika berbuka tidak akan ditolak.” (HR. Ibnu Majah). Ini adalah kesempatan emas untuk memohon kepada Allah.

Download ebook PDF 1001 Tanya Jawab dan Pembahasan Puasa Ramadhan

Download ebook PDF 1001 Tanya Jawab dan Pembahasan Puasa Ramadhan

086
Tanya: Apa yang dilakukan Rasulullah SAW setelah berbuka?
Jawab: Beliau melaksanakan shalat Maghrib terlebih dahulu, baru kemudian makan jika masih ingin makan.
Pembahasan: Anas bin Malik RA meriwayatkan: “Rasulullah SAW berbuka dengan beberapa ruthab sebelum shalat. Jika tidak ada ruthab, maka dengan beberapa tamr. Jika tidak ada tamr, maka beliau minum beberapa teguk air.” (HR. Tirmidzi).

087
Tanya: Bagaimana sikap kita terhadap makanan saat berbuka?
Jawab: Kita harus bersyukur dan tidak berlebihan. Makan secukupnya, karena perut yang berlebihan dapat mengganggu ibadah shalat Tarawih.
Pembahasan: Islam mengajarkan moderasi dalam makan. Allah SWT berfirman: “Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31).

088
Tanya: Apakah boleh menunda berbuka untuk keperluan tertentu?
Jawab: Tidak dianjurkan. Menyegerakan berbuka adalah sunnah, dan menundanya tanpa alasan syar’i menyelisihi sunnah Rasulullah SAW.
Pembahasan: Rasulullah SAW sangat menganjurkan untuk menyegerakan berbuka, dan mengakhirkan sahur. Ini adalah petunjuk terbaik bagi umatnya.

089
Tanya: Apa hikmah di balik sunnah berbuka dengan kurma?
Jawab: Kurma mengandung gula sederhana yang mudah diserap tubuh untuk mengembalikan energi dengan cepat setelah seharian berpuasa.
Pembahasan: Secara ilmiah, kurma adalah sumber glukosa, fruktosa, dan serat yang ideal untuk memulihkan energi tanpa membebani sistem pencernaan.

090
Tanya: Bagaimana jika seseorang lupa membaca doa berbuka?
Jawab: Puasanya tetap sah, karena doa berbuka adalah sunnah, bukan syarat sah puasa. Namun, ia kehilangan keutamaan doa mustajab tersebut.
Pembahasan: Niat dan amalan puasa telah sah dengan menahan diri sejak fajar. Doa berbuka adalah penyempurna dan penambah pahala.

091
Tanya: Mengapa kita merasakan kebahagiaan yang luar biasa saat berbuka?
Jawab: Karena itu adalah salah satu dari dua kebahagiaan orang yang berpuasa, dan merupakan bentuk kasih sayang Allah yang merasakan manisnya ketaatan setelah berjuang.
Pembahasan: Rasulullah SAW bersabda: “Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika ia berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu Tuhannya (karena puasanya).” (HR. Bukhari dan Muslim).

092
Tanya: Apakah berbuka bersama keluarga dan komunitas dianjurkan?
Jawab: Sangat dianjurkan, karena dapat mempererat silaturahim dan termasuk dalam sedekah jika mengundang orang lain.
Pembahasan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” (HR. Tirmidzi).

093
Tanya: Bagaimana jika seseorang ragu apakah sudah waktunya berbuka?
Jawab: Dianjurkan untuk menunggu sampai yakin matahari telah terbenam, karena berbuka sebelum waktunya dapat membatalkan puasa.
Pembahasan: Berhati-hati dalam ibadah adalah prinsip yang penting. Rasulullah SAW bersabda: “Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.” (HR. Tirmidzi).

094
Tanya: Apa yang dilakukan jika mendengar azan Maghrib sedangkan makanan sudah siap?
Jawab: Segeralah berbuka, jangan menunda-nunda. Dahulukan berbuka walau hanya seteguk air, baru kemudian mendirikan shalat Maghrib.
Pembahasan: Menyegerakan berbuka adalah sunnah, sementara shalat Maghrib masih memiliki waktu yang longgar.

095
Tanya: Apakah ada makanan yang sebaiknya dihindari saat berbuka?
Jawab: Makanan yang terlalu pedas, berminyak, atau mengandung gas berlebihan, karena dapat mengganggu pencernaan setelah seharian perut kosong.
Pembahasan: Secara medis, sistem pencernaan perlu penyesuaian setelah beristirahat seharian. Makanan berat dan berminyak dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

096
Tanya: Mengapa kita dianjurkan untuk banyak berdoa saat berbuka?
Jawab: Karena saat itu adalah momen mustajab, di mana Allah mengabulkan doa orang yang telah berpuasa.
Pembahasan: Rasulullah SAW menyebutkan tiga orang yang doanya tidak ditolak, salah satunya adalah orang yang berpuasa hingga ia berbuka. (HR. Tirmidzi).

097
Tanya: Bagaimana cara berbuka yang sehat menurut Islam dan medis?
Jawab: Dimulai dengan kurma dan air, dilanjutkan dengan makanan ringan, shalat Maghrib, baru kemudian makan besar secukupnya.
Pembahasan: Cara ini sesuai sunnah Nabi dan secara medis membantu sistem pencernaan beradaptasi secara bertahap.

098
Tanya: Apakah sunnah berbuka di masjid?
Jawab: Ya, terutama jika disertai dengan memberi makan orang lain (ta’am al-miskin), karena masjid sering dikunjungi orang yang membutuhkan.
Pembahasan: Ini adalah praktik yang dilakukan Rasulullah SAW dan para sahabat, sekaligus sarana untuk bersedekah.

099
Tanya: Apa yang dimaksud dengan “ifthar sahim” (memberi bukaan kepada orang yang berpuasa)?
Jawab: Yaitu memberikan makanan atau minuman kepada orang yang berpuasa untuk berbuka, dan pahalanya sangat besar.
Pembahasan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang memberi ifthar (kepada orang yang berpuasa), maka baginya pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” (HR. Tirmidzi).

100
Tanya: Bagaimana seharusnya sikap kita setelah berbuka puasa?
Jawab: Bersyukur kepada Allah, meningkatkan ibadah, dan memanfaatkan sisa malam untuk shalat Tarawih, tadarus, dan amal shalih lainnya.
Pembahasan: Malam Ramadhan adalah waktu yang sangat berharga. Allah SWT berfirman tentang keutamaan malam Ramadhan dalam QS. Al-Qadr.

Informasi Post

Judul

:

Tanya Jawab dan Pembahasan: Dasar-Dasar dan Pengenalan Adab Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan

Penyunting

:

Kak Nurul Ihsan

Tahun Terbit

:

17 November 2025

Tata Letak

:

Kak Nurul Ihsan
Pengunjung: 0 Hari Ini: 0
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Collagen Tripeptide 5500 MG