Nabi Zakaria AS sangat bingung dan sedih.
Siapa nanti yang akan meneruskan dakwahnya jika tidak memiliki keturunan laki-laki?
Maryam anak angkatnya seorang perempuan sehingga tidak bisa meneruskan dakwahnya.

وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ
Wa innī khiftul-mawāliya miw warā’ī wa kānatimra’atī ‘āqiran fahab lī mil ladunka waliyyā(n).
“Sesungguhnya aku khawatir terhadap keluargaku sepeninggalku, sedangkan istriku adalah seorang yang mandul. Anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu.”
(QS. Maryam: 5)

مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ البَنَاتِ بِشَيْءٍ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ
“Siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan, maka anak itu akan menjadi benteng baginya di neraka.”
(HR. Ahmad, no. 24055)

Jangan membeda-bedakan keturunan dalam keluarga, laki-laki atau perempuan, keduanya adalah anugerah terindah dan terbaik dari Allah SWT yang harus sama-sama kita syukuri.
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: Kisah Teladan Nabi Zakaria Pengasuh Wanita Suci
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Dini Tresnadewi
- Penerbit: Zikrul Kids
- https://litequran.net
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Semua konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak, dishare, didownload, dikomersialkan, dicetak, dipublikasikan ulang dalam bentuk apa pun, tanpa izin tertulis dari penerbit dan admin elibrary.id.






