Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

muslimpedia

Disimpan dan D0isajikan dengan Cara yang Halal (Foto aliexpress.com)

Disimpan dan Disajikan dengan Cara yang Halal

Proses penyimpanan makanan halal tidak boleh dijadikan satu tempat dengan makanan haram. Selain itu, menyajikan makanan halal tidak boleh menggunakan peralatan makan yang diharamkan, seperti menggunakan alat makan yang terbuat dari emas. Selain halal, makanan yang dikonsumsi juga harus thayyib (baik dikonsumsi). Para ulama berbeda pendapat mengenai kriteria makanan yang disebut thayyib. Namun, setidaknya ada tiga pendapat umum ulama mengenai hal ini, yaitu […]

Disimpan dan Disajikan dengan Cara yang Halal Read More »

Makanan yang Halal Menurut Cara Prosesnya

Makanan yang Halal Menurut Cara Prosesnya

Makanan yang halal harus diproses dengan cara yang halal dan tidak tercampur dengan sesuatu yang haram. Dengan demikian, peralatan masak yang digunakan untuk memasak makanan haram tidak boleh digunakan bersamaan karena akan membuat makanan yang halal menjadi haram. Makanan yang halal tetapi bila diproses dengan cara yang tidak halal, maka menjadi haram. Memproses secara tidak halal itu bila dilakukan:

Makanan yang Halal Menurut Cara Prosesnya Read More »

Halal dari Cara Memperolehnya (Foto Ayobandung.com, Mildan Abdalloh)

Halal Cara Memperolehnya

Kita punya makanan halal secara zat tapi tidak dengan memperolehnya, dengan begitu makanan tersebut haram apabila hendak dimakan, karena mendapatkannya pun tidak sesuai dengan zatnya, yaitu halal. Seorang muslim yang taat sangat memperhatikan makanan yang dikonsumsinya. Islam memberikan tuntunan agar orang Islam hanya makan dan minum yang halal dan thoyyib, artinya makanan yang sehat secara

Halal Cara Memperolehnya Read More »

Halal Karena Zatnya (Foto pixabay.com)

Halal Karena Zatnya

Makanan halal adalah makanan yang terbuat dari hewan dan tumbuhan yang halal dimakan. Ada pun bahan-bahan yang diharamkan antara lain: bangkai dengan segala bentuknya, darah yang mengalir, daging babi (termasuk segala produk turunannya, seperti gelatin), sesuatu yang memabukkan atau mengandung alkohol dan segala produk turunannya, seperti ekstrak vanili, daging binatang yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah, daging binatang buas

Halal Karena Zatnya Read More »

Pentingnya Makanan Halal dalam Islam (Freepik.com, Odua, popbela.com)

Pentingnya Makanan Halal dalam Islam

Makanan merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam Islam karena bukan hanya berpengaruh terhadap kondisi tubuh dan kesehatan, tetapi juga dikabulkan tidaknya suatu doa. Secara garis besar, makanan halal memiliki beberapa kriteria yang wajib diperhatikan, yaitu halal karena zatnya, halal dari cara mendapatkannya, halal dari memprosesnya, dan halal dari segi penyimpanan serta penyajiannya. Kemudian Nabi

Pentingnya Makanan Halal dalam Islam Read More »

Makanan Diharamkan Menurut Sunnah Rasul dan Kitabullah (Foto linisehat.com)

Makanan Diharamkan Menurut Sunnah Rasul dan Kitabullah

Hukum dasar binatang, binatang ternak, dan burung adalah halal untuk dimakan. Makanan yang diharamkan dibedakan menjadi dua. Ada yang diharamkan menurut nash dalam sunnah Rasulullah saw dan ada yang diharamkan menurut ungkapan yang disebutkan dalam Kitabullah. Sejak dulu bangsa Arab telah mengharamkan beberapa jenis makanan dengan alasan bahwa makanan tersebut adalah sesuatu yang buruk. Sementara makanan yang dihalalkan merupakan sesuatu yang baik. Oleh karena itu, dihalalkan makanan

Makanan Diharamkan Menurut Sunnah Rasul dan Kitabullah Read More »

Empat Jenis Makanan dalam Islam (Foto anakjajan.com)

Empat Jenis Makanan dalam Islam

Hukum makanan dalam Islam dapat digolongkan ke dalam empat kategori, yaitu halal, haram, syubhat, dan makruh. Halal (حَلَال) dalam bahasa Arab berarti sesuatu yang baik, dibolehkan, dan sesuai hukum. Bagi umat Islam, yang dimaksud dengan makanan halal adalah makanan yang diperoleh dan diolah sesuai dengan syariat Islam. Dalam Islam, perkara yang halal dan haram jelas hukumnya. Sementara perkara yang diragukan halal haramnya disebut sebagai syubhat. Ada pula makanan yang termasuk kategori makruh,

Empat Jenis Makanan dalam Islam Read More »

Orang yang Berihram Dilarang Berburu Hewan (Foto pixabay.com)

Orang yang Berihram Dilarang Berburu Hewan

Orang yang berihram tidak boleh membunuh hewan buruan darat, menangkap atau menunjuknya agar ditangkap, kecuali hewan berbahaya yang biasanya menyerang, seperti singa, serigala, ular, tikus, kalajengking, dan anjing buas. Namun, mereka diperkenankan membunuh semua hewan laut, menyembelih hewan ternak yang jinak (misalnya, unta, sapi dan kambing) dan menyembelih unggas yang tidak terbang (misalnya, ayam). Ada pun dalil mazhab Hanafi yang membolehkan orang yang berihram memakan semua hewan buruan yang

Orang yang Berihram Dilarang Berburu Hewan Read More »

Syarat-Syarat Hewan untuk Berburu (Foto pixabay.com)

Syarat-Syarat Hewan untuk Berburu

Sebagaimana halnya penyembelihan, pemburu yang menangkap hewan buruan haruslah seorang muslim atau ahli kitab. Jika berburu dilakukan menggunakan hewan pemangsa, seperti rajawali, elang, anjing, harimau, dan hewan lain yang dapat dilatih untuk berburu, harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: binatang tersebut terlatih untuk berburu. Tanda bahwa binatang tersebut terlatih adalah dari ketaatan dan kepatuhannya ketika diperintah

Syarat-Syarat Hewan untuk Berburu Read More »

Alat yang Digunakan untuk Berburu (Foto health.grid.id)

Alat yang Digunakan untuk Berburu

Para ulama sepakat bahwa hewan yang boleh diburu adalah binatang laut (berupa ikan dan sejenisnya) dan binatang darat yang halal dimakan serta bukan piaraan. Alat-alat yang boleh digunakan untuk berburu ada yang disepakati bersama dan ada yang diperselisihkan berikut sifat-sifatnya. Alat-alat yang disepakati bersama boleh digunakan untuk berburu antara lain binatang yang dapat melukai (dianjurkan untuk menggunakan hewan-hewan yang

Alat yang Digunakan untuk Berburu Read More »

Hukum Berburu Hewan Halal (Foto iStockphoto, tirto.id)

Hukum Berburu Hewan Halal

Berburu hewan halal yang secara alami masih liar dan sulit ditangkap, kecuali dengan cara tertentu disebut ash-shaid.  Hukum berburu adalah mubah (Surat Al-Maidah 5: 2), kecuali untuk hewan-hewan yang diharamkan. Hal ini berlaku untuk hewan laut dan hewan darat, kecuali dalam keadaan ihram. Berburu diperbolehkan apabila diniatkan untuk penyembelihan. Jika tidak demikian, berburu diharamkan karena merusak dan membunuh hewan tanpa suatu alasan. ***

Hukum Berburu Hewan Halal Read More »

Kencing Sembarangan (Gambar ebookanak.com)

Kencing Sembarangan

Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga kebersihan, salah satunya etika dalam membuang air kecil atau kencing. Orang yang kencing sembarangan dan tidak bersuci setelah buang air kecil akan mendapat siksa di alam kubur. Rasulullah SAW bersabda: عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا

Kencing Sembarangan Read More »

Penyesalan kaum munafik (Gambar ebookanak.com)

Penyesalan Orang Munafik

Orang-orang munafik yang mengingkari Allah dan Rasul-Nya menjadi manusia yang menyesal ketika sudah mati di alam kubur nanti. Mereka awalnya beriman namun ingkar. Dalam Surat Ali Imran ayat 106, Allah SWT berfirman: يَّوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوْهٌ وَّتَسْوَدُّ وُجُوْهٌۚ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اسْوَدَّتْ وُجُوْهُهُمْۗ اَكَفَرْتُمْ بَعْدَ اِيْمَانِكُمْ فَذُوْقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ Artinya: Pada hari yang di waktu

Penyesalan Orang Munafik Read More »

Suka Mengadu Domba (Foto Shutterstock, kumparan.com)

Suka Mengadu Domba

Penyesalan bagi manusia yang sudah mati di alam kubur, yakni semasa hidupnya suka mengadu domba dengan menyebarkan kabar bohong atau hoaks hingga memicu pertengkaran antarsesama. Rasulullah SAW bersabda: عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَرَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرَيْنِ فَقَالَ إِنَّهُمَا لَيُعَذَّبَانِ وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي كَبِيرٍ أَمَّا أَحَدُهُمَا فَكَانَ لَا يَسْتَتِرُ مِنْ الْبَوْلِ وَأَمَّا الْآخَرُ

Suka Mengadu Domba Read More »

Tidak Pernah Mengajak pada Kebaikan (Foto Getty Images, iStock Editorial, tirto.id)

Tidak Pernah Mengajak pada Kebaikan

Penyesalan manusia di alam kubur lainnya, yakni tidak pernah mengajak kebaikan atau dakwah kepada manusia lain. Dakwah juga tidak selalu harus berdiri di depan podium, namun bisa dimulai dari lingkungan terdekat seperti keluarga dan seruan yang kita lakukan tidak melenceng dari aturan Allah SWT.  Dakwah juga bisa diartikan sama dengan menolong agama Allah SWT, maka

Tidak Pernah Mengajak pada Kebaikan Read More »

Penyesalan Orang Kafir Minta Menjadi Tanah (Foto iStock via news.detik.com)

Penyesalan Orang Kafir Minta Menjadi Tanah

Penyesalan manusia setelah mati di alam kubur yakni tidak beriman kepada Allah SWT. Seandainya saja mereka tidak dijadikan wujud manusia dan berupa tanah tentu mereka berpikir tidak akan ditimpa azab pedih. Dalam Surat An Naba ayat 40, Allah SWT berfirman  {وَيَقُولُ الْكَافِرُ يَا لَيْتَنِي كُنْتُ تُرَابًا} Artinya: Dan orang kafir berkata, “Alangkah baiknya sekiranya aku

Penyesalan Orang Kafir Minta Menjadi Tanah Read More »

Penyesalan Manusia di Alam Kubur, Memutus Silaturahim (Foto Freepik.com, Odua via popbela.com)

Penyesalan Manusia di Alam Kubur: Memutus Silaturahim

Hal yang akan disesali manusia ketika sudah meninggal itu ketika orang tersebut tidak sempat memaafkan dan memutus tali silaturahim kepada teman atau saudaranya, hal tersebut akan merugikan manusia itu sendiri ketika sudah di alam kubur.  Rasulullah SAW bersabda: قَالَ الْإِمَامُ أَحْمَدُ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا عُيَيْنَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جَوْشَنٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي بَكَرَةَ

Penyesalan Manusia di Alam Kubur: Memutus Silaturahim Read More »

Penyesalan Manusia di Alam Kubur, Tidak Mengerjakan Shalat Ketika Sehat atau Sakit (Foto lazis-sa.org)

Penyesalan Manusia di Alam Kubur: Tidak Mengerjakan Shalat Ketika Sehat atau Sakit

Penyesalan manusia setelah mati di alam kubur berikutnya, yaitu tidak mengerjakan shalat yang telah diwajibkannya sebanyak lima waktu sehari.  Dalam Surat Al Baqarah ayat 43, Allah SWT berfirman: وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارْكَعُوْا مَعَ الرَّاكِعِيْنَ Artinya: Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukulah bersama orang-orang yang ruku. Bagi manusia yang menyia-nyiakan hidupnya apalagi masa mudanya

Penyesalan Manusia di Alam Kubur: Tidak Mengerjakan Shalat Ketika Sehat atau Sakit Read More »

Penyesalan Manusia di Alam Kubur, Tidak Sempat Bersedekah (Foto Freepik via solopos.com)

Penyesalan Manusia di Alam Kubur: Tidak Sempat Bersedekah

Penyesalan manusia yang sudah mati di alam kubur yakni tidak sempat bersedekah. Karena hal yang terus mengalir hingga di alam kubur, yaitu amal jariyah yang pernah dilakukan semasa hidup. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW pun pernah bersabda tentang penyesalan bagi orang yang lalai bersedekah. َ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى

Penyesalan Manusia di Alam Kubur: Tidak Sempat Bersedekah Read More »

Penyesalan Manusia di Alam Kubur, Mengingkari Hari Kiamat (Foto Livescience via techno.okezone.com)

Penyesalan Manusia di Alam Kubur: Mengingkari Hari Kiamat

Penyesalan manusia yang sudah mati di alam kubur selanjutnya yakni tidak memercayai Hari Kiamat atau hari kebangkitan. Allah SWT berfirman dalam Surat Yasin ayat 52: قَالُوْا يٰوَيْلَنَا مَنْۢ بَعَثَنَا مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ Mereka berkata: “Aduh celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?” Inilah yang dijanjikan (Rabb)

Penyesalan Manusia di Alam Kubur: Mengingkari Hari Kiamat Read More »

Page 60 of 76
1 58 59 60 61 62 76
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Shopee Belanja Termudah, Terhemat dan Terlengkap (1)