Fir’aun berang.
Ia tidak rela dipermalukan seperti itu.
Fir’aun membunuh siapapun yang mengikuti ajaran Nabi Musa.
Kekejaman Fir’aun juga menimpa Masyitoh, tukang sisir kerajaan.
“Katakan Masyitoh, akulah tuhanmu!” bentak Fir’aun.
Masyitoh menolak.
Dengan kejam Fir’aun merebus Masyitoh, anak, dan suaminya ke dalam minyak yang panas.
Kaum Bani Israel berbondong-bondong menyatakan keimanannya kepada Nabi Musa.
Dengan petunjuk Allah, Nabi Musa mengajak kaumnya untuk hijrah sebelum matahari terbit.
Fir’aun dan pasukan berkudanya lalu pergi mengejar Nabi Musa.
“Kita tersusul!” teriak seorang Bani Israel.
Fir’aun dan pasukan berkudanya dengan cepat menyusul Nabi Musa.
Dengan mukjizat Allah, Nabi Musa memukul Laut Merah dengan tongkatnya.
Lalu terbelahlah Laut Merah menjadi dua.
Membentuk dinding yang memberi jalan Nabi Musa dan pengikutnya untuk menyeberanginya.
Fir’aun terpana melihatnya.
Nabi Musa dan pengikutnya dapat menyeberang dengan selamat.
Dari belakang Fir’aun menyusul dengan pasukan berkudanya.
Namun Allah menakdirkan lain.
Tiba-tiba laut kembali menyatu menelan Fir’aun dan pasukannya sampai binasa.
Bani Israel hidup di bawah bimbingan Nabi Musa dengan Taurat sebagai kitab suci kaum Bani Israel. ***
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: Aku Cinta Rasul: Kisah Teladan 25 Nabi & Rasul
- Penulis: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Aep Saepudin
- Penerbit: Pustaka Ilham
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
Isi buku ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali dalam hal pengutipan untuk keperluan penulisan artikel atau karangan ilmiah.