
- Kompetensi:
Memahami, menganalisis, dan mengevaluasi teks editorial/opini sesuai kaidah bahasa Indonesia. - Subkompetensi:
Mengidentifikasi gagasan utama, fakta, dan opini dalam teks editorial. - Bentuk Soal:
Pilihan Ganda Kompleks (Multiple Choice Multiple Answer / MCMA) – lebih dari satu jawaban benar.
#1. Teks “Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan tantangan yang harus dihadapi saat ini. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan peningkatan suhu rata-rata sebesar 0,8°C dalam 20 tahun terakhir di Indonesia. Fenomena ini berdampak pada perubahan pola curah hujan yang memicu banjir di beberapa wilayah dan kekeringan di wilayah lain. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam mengurangi emisi karbon melalui penggunaan energi terbarukan, penghijauan, serta pengelolaan limbah yang berkelanjutan.” Pertanyaan: Berdasarkan teks di atas, manakah pernyataan berikut yang benar?
Select all that apply:
Kunci Jawaban:
✅ A, C, dan E
Pembahasan Lengkap
Teks editorial menggabungkan fakta dan opini untuk membangun argumentasi.
Pada kutipan di atas, terdapat unsur data ilmiah dan ajakan yang menjadi ciri khas teks opini berbasis fakta.
Analisis tiap opsi:
- A (Benar):
Kalimat “peningkatan suhu rata-rata sebesar 0,8°C dalam 20 tahun terakhir” mengandung angka dan sumber yang jelas, yakni BMKG. Fakta adalah pernyataan yang kebenarannya dapat diverifikasi melalui bukti empiris. Data ini bersifat objektif dan dapat diuji kebenarannya. - B (Salah):
Kalimat “Perubahan iklim bukan lagi isu masa depan, melainkan tantangan yang harus dihadapi saat ini” bukan prediksi, melainkan pernyataan penegasan (tesis) yang menunjukkan urgensi isu. Prediksi mengandung perkiraan masa depan, sementara kalimat ini membicarakan kondisi yang sudah terjadi. - C (Benar):
Frasa “pemerintah dan masyarakat harus bersinergi…” termasuk ajakan atau saran, yang merupakan salah satu ciri teks editorial di bagian rekomendasi. Ini bertujuan mempengaruhi pembaca agar mengambil tindakan tertentu. - D (Salah):
Tidak semua isi teks bersifat opini. Adanya data BMKG menunjukkan bagian faktual yang menjadi dasar argumen. Editorial yang baik memang memadukan fakta (data, bukti) dengan opini (pendapat, saran). - E (Benar):
Data BMKG berfungsi memperkuat argumen penulis dengan memberikan bukti otoritatif. Dalam penulisan editorial, data dari lembaga resmi menjadi pembenar atau validasi terhadap pernyataan yang diajukan.
Teori pendukung:
Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2021), struktur teks editorial terdiri dari: tesis, argumentasi, dan rekomendasi. Fakta ilmiah digunakan sebagai penguat argumen agar pembaca percaya pada pandangan penulis.
Kesimpulan:
Jawaban yang benar adalah A, C, dan E, karena ketiganya selaras dengan definisi fakta, fungsi rekomendasi, dan peran data dalam teks opini.
Pilihan B dan D tidak tepat karena salah mengidentifikasi sifat pernyataan dan tidak membedakan antara fakta dan opini.
Referensi:
- (2021). Modul Teks Editorial Bahasa Indonesia SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan.
- Tarigan, H.G. (2013). Menulis sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
- Keraf, G. (2010). Argumentasi dan Narasi. Jakarta: Gramedia.
- (2022). Laporan Perubahan Iklim Indonesia. https://www.bmkg.go.id
- Ennis, R.H. (2011). Critical Thinking. Pearson Education.
- Santosa, R. (2017). Genre dalam Pembelajaran Bahasa. Yogyakarta: UNY Press.
- Miles, M. B., Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis. Sage Publications.
- (2020). Media and Information Literacy. https://unesdoc.unesco.org
- Sobur, A. (2012). Analisis Teks Media. Bandung: Remaja Rosdakarya.
- (2021). Kajian Perubahan Iklim di Indonesia. https://lipi.go.id


- Tema: TKA (Tes Kemampuan Akademik)
- Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
- Jenjang: SMA/MA
- Alokasi Waktu: 120 menit
- Jumlah Soal: 50 butir
- Bentuk Soal: Pilihan Ganda Kompleks (MCMA)
- Sumber video:
- Download Latihan Soal: klik di sini
- Supported by: BIMBEL TRIDAYA

Time's up












