Nabi Zakaria mengasuh Maryam.
Kebetulan, Hannah dan istri Nabi Zakaria adalah kakak beradik.
Nabi Zakaria mengasuh dan mendidik Maryam dengan penuh kasih sayang.
Apalagi, Nabi Zakaria belum memiliki anak.

فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ اِنِّيْ وَضَعْتُهَآ اُنْثٰىۗ وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْۗ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْاُنْثٰى ۚ وَاِنِّيْ سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَاِنِّيْٓ اُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطٰنِ الرَّجِيْمِ
Falammā waḍa‘athā qālat rabbi innī waḍa‘tuhā unṡā, wallāhu a‘lamu bimā waḍa‘at, wa laisaż-żakaru kal-unṡā, wa innī sammaituhā maryama wa innī u‘īżuhā bika wa żurriyyatahā minasy-syaiṭānir-rajīm(i).
Ketika melahirkannya, dia berkata, “Wahai Tuhanku, aku telah melahirkan anak perempuan.” Padahal, Allah lebih tahu apa yang dia (istri Imran) lahirkan. “Laki-laki tidak sama dengan perempuan. Aku memberinya nama Maryam serta memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak cucunya dari setan yang terkutuk.”
(QS. Ali ‘Imran: 36)

قَالَ النَّبِيُّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: {مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدَهُ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ}.
Artinya: Nabi SAW bersabda: “Tidak ada pemberian seorang ayah untuk anaknya yang lebih utama dari pada (pendidikan) tata krama yang baik.”
(HR At-Tirmidzi dan Al-Hakim)

Salah satu keutamaan dan kewajiban seorang ayah dan orangtua kepada anaknya adalah memberikan pengasuhan dan pendidikan yang terbaik dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab.
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: Kisah Teladan Nabi Zakaria Pengasuh Wanita Suci
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Dini Tresnadewi
- Penerbit: Zikrul Kids
- https://litequran.net/ali-imran
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Semua konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya, dilarang diperbanyak, dishare, didownload, dikomersialkan, dicetak, dipublikasikan ulang dalam bentuk apa pun, tanpa izin tertulis dari penerbit dan admin elibrary.id.






