Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

Author name: Master E-Library

Pengertian Pernikahan dalam Islam (Foto Republika, Yogi Ardhi)

Pengertian Pernikahan dalam Islam

Di dalam agama Islam, pernikahan dapat diartikan sebagai suatu perjanjian suci yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang ingin melanjutkan hubungan menjadi hubungan yang halal. Mereka akan mengikat janji untuk menyatakan bahwa sudah siap untuk membangun rumah tangga. Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh seorang ulama, Abdurrahman Al-Jaziri yang menyatakan bahwa perkawinan adalah sebuah […]

Pengertian Pernikahan dalam Islam Read More »

Tujuan Pernikahan Untuk Membangun Keluarga yang Bahagia (Gambar ebookanak.com)

Tujuan Pernikahan: Untuk Membangun Keluarga yang Bahagia

Tujuan utama menikah lainnya adalah membangun keluarga yang bahagia, sehingga bisa hidup bersama dan menua bersama hingga menghembuskan napas terakhir. Terjadinya suatu pernikahan pasti akan membuat seseorang menjadi lebih bahagia dan hati menjadi tenang. Rasa bahagia dan hati menjadi tenang membuat kehidupan seseorang menjadi lebih tentram. Tujuan pernikahan untuk mendapatkan jiwa dan kehidupan yang menjadi

Tujuan Pernikahan: Untuk Membangun Keluarga yang Bahagia Read More »

Tujuan Pernikahan, Mendapatkan Keturunan (Gambar irtaqi.net)

Tujuan Pernikahan: Mendapatkan Keturunan

Setiap umat Muslim yang melakukan pernikahan pasti memiliki tujuan untuk memiliki keturunan dengan harapan dapat menjadi penerus keluarga. Memiliki keturunan akan menambah kebahagiaan bagi rumah tangga yang sedang dibangun. Selain itu, memiliki keturunan bisa menjadi bekal pahala untuk suami istri di kemudian hari. Tidak hanya memiliki keturunan saja, bagi pasangan suami istri pasti sangat menginginkan

Tujuan Pernikahan: Mendapatkan Keturunan Read More »

Tujuan Pernikahan Menyempurnakan Separuh Agama (Foto Stockshoot)

Tujuan Pernikahan: Menyempurnakan Separuh Agama

Terlaksananya pernikahan berarti sama halnya dengan menyempurnakan separuh agama Islam. Dengan kata lain, menikah bisa menambah pahala seorang hamba. Dalam hal ini, menyempurnakan agama bisa diartikan sebagai menjaga kemaluan dan perutnya. Seperti yang diungkapkan oleh para ulama bahwa pada umumnya rusaknya suatu agama seseorang sering berasal dari kemaluan dan perutnya. Oleh sebab itu, menikah bisa

Tujuan Pernikahan: Menyempurnakan Separuh Agama Read More »

Tujuan Pernikahan, Mencegah dari Perbuatan Zina (Foto instagram.com@pengantin_muslim)

Tujuan Pernikahan: Mencegah dari Perbuatan Zina

Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang bahwa dengan menikah berarti sama halnya menjaga kehormatan diri sendiri, sehingga kita bisa untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama Islam. Selain itu, suatu pernikahan bisa membuat diri kita bisa menjaga pandangan dan terhindar dari perbuatan zina, sehingga kita bisa menjalani ibadah pernikahan lebih baik. Artinya: Wahai para

Tujuan Pernikahan: Mencegah dari Perbuatan Zina Read More »

Melaksanakan Sunah Rasul (Foto kreditpintar.com)

Tujuan Pernikahan: Melaksanakan Sunah Rasul

Selain melaksanakan perintah Allah, tujuan menikah berikutnya adalah melaksanakan sunah Rasul. Dengan melaksanakan sunah Rasul, maka seorang hamba dapat terhindar dari perbuatan zina. Tidak hanya itu, seorang yang menikah juga mendapatkan pahala karena sudah melaksanakan sunah Rasul. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda: … Seseorang di antara kalian bersetubuh dengan istrinya adalah

Tujuan Pernikahan: Melaksanakan Sunah Rasul Read More »

Tujuan Pernikahan Melaksanakan Perintah Allah (tokopedia.com)

Tujuan Pernikahan: Melaksanakan Perintah Allah

Dalam Islam, tujuan pertama atau tujuan utama dari pernikahan adalah melaksanakan perintah Allah. Dengan melaksanakan perintah Allah, maka umat Muslim akan mendapatkan pahala sekaligus kebahagiaan. Kebahagiaan ini menyangkut semua hal termasuk rezeki, sehingga bagi Umat Muslim yang sudah menikah tak perlu khawatir tentang rezeki. Tujuan pernikahan untuk melaksanakan perintah Allah terkandung di dalam Al-Quran Surah

Tujuan Pernikahan: Melaksanakan Perintah Allah Read More »

Menyolatkan Jenazah (Foto bincangsyariah.com)

Menyolatkan Jenazah

Setelah selesai memandikan dan mengafani jenazah, tata cara mengurus jenazah berikutnya menyolatkan jenazah. Adapun tata cara menyolatkan jenazah adalah seperti berikut: Berniat (di dalam hati). Berdiri bagi yang mampu. Melakukan empat kali takbir (tidak ada ruku’ dan sujud). Setelah takbir pertama, membaca Al Fatihah. Setelah takbir kedua, membaca shalawat “allahumma sholli ‘ala Muhammad“ Setelah takbir

Menyolatkan Jenazah Read More »

Cara Mengafani Jenazah Laki-laki (Foto wajibbaca.com)

Cara Mengafani Jenazah Laki-laki

Pertama, siapkan tali-tali pengikat kafan secukupnya. Kemudian, letakkan secara vertikal tepat di bawah kain kafan yang akan menjadi lapis pertama. Bentangkan kain kafan lapis pertama yang sudah dipotong sesuai ukuran jenazah. Langkah berikutnya, beri wewangian pada kain kafan lapis pertama. Setelah itu, bentangkan kain kafan lapis kedua yang sudah dipotong sesuai ukuran jenazah. Beri wewangian

Cara Mengafani Jenazah Laki-laki Read More »

Cara Mengafani Jenazah Perempuan (Foto Youtube Rusda Devgan)

Cara Mengafani Jenazah Perempuan

Ada beberapa perbedaan cara mengafani jenazah laki-laki dan perempuan. Adapun tata cara mengafani jenazah perempuan adalah sebagai berikut: Cara Mengafani Jenazah Perempuan Langkah pertama, bentangkan dua lembar kain kafan yang sudah dipotong sesuai ukuran jenazah. Letakkan kain sarung tepat pada badan antara pusar dan kedua lututnya. Setelah itu, persiapkan baju gamis dan kerudung di tempatnya.

Cara Mengafani Jenazah Perempuan Read More »

Memandikan Jenazah (Foto bincangsyariah.com)

Memandikan Jenazah

Tata cara mengurus jenazah yang pertama adalah memandikan jenazah. Hal ini sebagai tindakan untuk memuliakan dan membersihkan tubuh orang yang sudah meninggal dunia. Adapun tata cara memandikan jenazah dalam Islam yang benar adalah sebagai berikut: Meletakkan jenazah dengan kepala agak tinggi di tempat yang disediakan. Pastikan orang yang memandikan jenazah memakai sarung tangan. Setelah itu,

Memandikan Jenazah Read More »

Hukum Mengurus Jenazah (Foto radarsriwijaya.com)

Hukum Mengurus Jenazah

Mengurus jenazah merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap muslim. Dalam syariat Islam, ada beberapa tata cara yang harus dipenuhi saat mengurus orang yang sudah meninggal. Mengingat hukum mengurus jenazah adalah fardu kifayah, tentu tata cara mengurus jenazah perlu diketahui setiap muslim. Setidaknya ada empat kewajiban yang harus dilakukan setiap muslim terhadap orang yang meninggal, seperti memandikan,

Hukum Mengurus Jenazah Read More »

Makanan Makruh (Foto merdeka.com)

Makanan Makruh

Secara bahasa, makruh artinya sesuatu yang dibenci. Makruh merupakan perkara yang dilarang tetapi larangan tersebut bersifat tidak pasti. Suatu perbuatan dikatakan makruh apabila ditinggalkan dirasa lebih baik daripada mengerjakannya. Misalnya, berkumur atau memasukkan air ke hidung secara berlebihan saat puasa Ramadan. Makruh dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu makruh tahrim dan makruh tanzih. Makruh tahrim adalah sesuatu yang secara pasti dilarang oleh syariat, seperti larangan

Makanan Makruh Read More »

Makanan Syubhat (Foto opentable.co.uk)

Makanan Syubhat

Syubhat adalah perkara yang ketentuan hukumnya diragukan, apakah termasuk halal atau haram. Dalam Islam, jika suatu perkara tidak jelas status hukumnya, perkara tersebut sebaiknya ditinggalkan agar tidak terjatuh pada perkara haram. Pada pengertian yang lebih luas, syubhat adalah sesuatu yang tidak jelas kebenarannya sehingga masih mengandung kemungkinan benar atau salah. Menurut ulama mazhab Syafi’i, Muhammad bin Ibrahim Ibnu Mundzir an-Naisaburi (242-318 H),

Makanan Syubhat Read More »

Disimpan dan D0isajikan dengan Cara yang Halal (Foto aliexpress.com)

Disimpan dan Disajikan dengan Cara yang Halal

Proses penyimpanan makanan halal tidak boleh dijadikan satu tempat dengan makanan haram. Selain itu, menyajikan makanan halal tidak boleh menggunakan peralatan makan yang diharamkan, seperti menggunakan alat makan yang terbuat dari emas. Selain halal, makanan yang dikonsumsi juga harus thayyib (baik dikonsumsi). Para ulama berbeda pendapat mengenai kriteria makanan yang disebut thayyib. Namun, setidaknya ada tiga pendapat umum ulama mengenai hal ini, yaitu

Disimpan dan Disajikan dengan Cara yang Halal Read More »

Makanan yang Halal Menurut Cara Prosesnya

Makanan yang Halal Menurut Cara Prosesnya

Makanan yang halal harus diproses dengan cara yang halal dan tidak tercampur dengan sesuatu yang haram. Dengan demikian, peralatan masak yang digunakan untuk memasak makanan haram tidak boleh digunakan bersamaan karena akan membuat makanan yang halal menjadi haram. Makanan yang halal tetapi bila diproses dengan cara yang tidak halal, maka menjadi haram. Memproses secara tidak halal itu bila dilakukan:

Makanan yang Halal Menurut Cara Prosesnya Read More »

Halal dari Cara Memperolehnya (Foto Ayobandung.com, Mildan Abdalloh)

Halal Cara Memperolehnya

Kita punya makanan halal secara zat tapi tidak dengan memperolehnya, dengan begitu makanan tersebut haram apabila hendak dimakan, karena mendapatkannya pun tidak sesuai dengan zatnya, yaitu halal. Seorang muslim yang taat sangat memperhatikan makanan yang dikonsumsinya. Islam memberikan tuntunan agar orang Islam hanya makan dan minum yang halal dan thoyyib, artinya makanan yang sehat secara

Halal Cara Memperolehnya Read More »

Halal Karena Zatnya (Foto pixabay.com)

Halal Karena Zatnya

Makanan halal adalah makanan yang terbuat dari hewan dan tumbuhan yang halal dimakan. Ada pun bahan-bahan yang diharamkan antara lain: bangkai dengan segala bentuknya, darah yang mengalir, daging babi (termasuk segala produk turunannya, seperti gelatin), sesuatu yang memabukkan atau mengandung alkohol dan segala produk turunannya, seperti ekstrak vanili, daging binatang yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah, daging binatang buas

Halal Karena Zatnya Read More »

Pentingnya Makanan Halal dalam Islam (Freepik.com, Odua, popbela.com)

Pentingnya Makanan Halal dalam Islam

Makanan merupakan suatu hal yang penting untuk diperhatikan dalam Islam karena bukan hanya berpengaruh terhadap kondisi tubuh dan kesehatan, tetapi juga dikabulkan tidaknya suatu doa. Secara garis besar, makanan halal memiliki beberapa kriteria yang wajib diperhatikan, yaitu halal karena zatnya, halal dari cara mendapatkannya, halal dari memprosesnya, dan halal dari segi penyimpanan serta penyajiannya. Kemudian Nabi

Pentingnya Makanan Halal dalam Islam Read More »

Makanan Diharamkan Menurut Sunnah Rasul dan Kitabullah (Foto linisehat.com)

Makanan Diharamkan Menurut Sunnah Rasul dan Kitabullah

Hukum dasar binatang, binatang ternak, dan burung adalah halal untuk dimakan. Makanan yang diharamkan dibedakan menjadi dua. Ada yang diharamkan menurut nash dalam sunnah Rasulullah saw dan ada yang diharamkan menurut ungkapan yang disebutkan dalam Kitabullah. Sejak dulu bangsa Arab telah mengharamkan beberapa jenis makanan dengan alasan bahwa makanan tersebut adalah sesuatu yang buruk. Sementara makanan yang dihalalkan merupakan sesuatu yang baik. Oleh karena itu, dihalalkan makanan

Makanan Diharamkan Menurut Sunnah Rasul dan Kitabullah Read More »

Page 192 of 251
1 190 191 192 193 194 251
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!
Shopee Belanja Termudah, Terhemat dan Terlengkap (1)