Gerakan Indonesia Cerdas Literasi

/
/
100 Pahlawan Nusantara: Tuanku Imam Bonjol Diadu Domba Belanda dengan Kaum Adat
Pada tahun 1821, Belanda berhasil mengadu domba Kaum Paderi (agama) dengan Kaum Adat di Minangkabau hingga pecah “Perang Paderi”. (Gambar: elibrary.id)

100 Pahlawan Nusantara: Tuanku Imam Bonjol Diadu Domba Belanda dengan Kaum Adat

Table of Contents

  • Lahir : Tanjung Bunga, Sumatera Barat, 1772
  • Wafat : Menado, Sulawesi Utara, 8 November 1864

Nama aslinya adalah Muhammad Sahab.

Pada tahun 1807, ia mendirikan benteng di kaki Bukit Tajadi yang kemudian diberi nama Bonjol.

Sejak saat itu, ia dikenal dengan nama Tuanku Imam Bonjol.

Pada tahun 1821, Belanda berhasil mengadu domba Kaum Paderi (agama) dengan Kaum Adat di Minangkabau hingga pecah “Perang Paderi”.

Kaum paderi yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol berhasil mendesak mundur pasukan adat yang dibantu pasukan Belanda.

Saat itu, Belanda memang sedang berkonsentrasi memadamkan peperangan dengan Pangeran Diponegoro di Pulau Jawa.

Setelah Perang Diponegoro usai, Belanda mengerahkan pasukan besar-besaran untuk menumpas perjuangan Kaum Paderi.

Pada Agustus 1837, Bonjol dikuasai Belanda.

Namun, Tuanku Imam Bonjol berhasil menyelamatkan diri.

Belanda yang terkenal licik, kemudian pura-pura mengajak Imam Bonjol berunding.

Namun, ketika berunding pada 25 Oktober 1837, Belanda menangkap Tuanku Imam Bonjol dan mengasingkannya ke Cianjur (Jawa Barat).

Ia lalu dipindahkan ke Ambon (Maluku), lalu ke Manado (Sulawesi Utara) sampai wafat. ***

Sumber dan Kontributor

Informasi Post

Sumber Gambar

:

Pada tahun 1821, Belanda berhasil mengadu domba Kaum Paderi (agama) dengan Kaum Adat di Minangkabau hingga pecah “Perang Paderi”. (Gambar: elibrary.id)

Bahasa

:

field_6213439005972
Pengunjung: 0 Hari Ini: 0
💳 Donasi via PayPal 🤲 Dukung via Kitabisa
error: Content is protected !!

Permintaan Ditolak

Akses ditolak karena tautan yang dituju tidak tersedia. Terima kasih.

Sambut Bulan Suci Ramadhan 2026