- Lahir : Surakarta, 1807
- Wafat : Ambon, 2 Juni 1849
Pakubowono VI adalah raja Kasunanan Surakarta yang memerintah pada tahun 1823-1830.
Ia juga dikenal dengan sebutan Sinuhun Bangun Tapa.
Pada saat mulai memerintah Surakarta, Belanda sudah ikut campur dalam pemerintahan kerajaan.
Ia sendiri sebenarnya tidak suka dengan campur tangan Belanda.
Namun, sebagian anggota keluarga kerajaan ada yang pro dan terikat perjanjian dengan Belanda.
Keadaan itu membuat Pakubuwono VI hanya bisa membantu perlawanan Diponegoro secara diam-diam.
Ia berpura-pura membantu Belanda untuk menumpas pasukan Diponegoro.
Namun, ia juga mengirimkan pasukan untuk membantu Pangeran Diponegoro.
Namun, lama-lama gelagat itu diketahui juga oleh Belanda.
Belanda pun selalu mengawasi setiap gerak-gerik Pakubowono VI.
Pada 6 Juni 1830, Pakubowono VI yang sedang kurang sehat memutuskan untuk beristirahat dan mengunjungi makam leluhurnya di Imogiri.
Namun, Belanda curiga kepergian Pakubuwono VI itu untuk menyiapkan suatu pemberontakan terhadap Belanda.
Belanda kemudian menangkap dan membuangnya ke Ambon sampai ia meninggal di sana.
Pada tahun 1957, makamnya dipindahkan ke Astana Imogiri, yaitu komplek pemakaman raja-raja keturunan Mataram. ***
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: 100 Pahlawan Nusantara
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Penerbit: Cikal Aksara