- Lahir : Lampadang, Aceh, 1848
- Wafat: Sumedang, 6 November 1908
Ia menikah dengan Teuku Cik Ibrahim Lamnga pada usia 12 tahun.
Suaminya gugur dalam sebuah pertempuran pada Juni 1878.
Ia kemudian menikah lagi dengan Teuku Umar pada tahun 1880.
Mereka berjuang bersama-sama melawan Belanda, sekaligus menuntut balas akan kematian suami pertamanya.
Hingga akhirnya, Teuku Umar juga gugur dalam pertempuran di Meulaboh, pada 11 Februari 1899.
Sepeninggal suaminya, Cut Nyak Dhien tetap berjuang dengan cara bergerilya.
Perjuangan yang berat membuat fisiknya melemah.
Akhirnya, Belanda mengasingkannya ke Sumedang, Jawa Barat, pada 11 Desember 1905, hingga ia wafat di sana. ***
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: 100 Pahlawan Nusantara
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi/ebookanak.com
- Penerbit: Cikal Aksara
- Penyunting: elibrary.id