- Lahir : Banten, 1631
- Wafat : Jakarta, 1692
Ia adalah sultan kerajaan Banten yang memerintah pada tahun 1651—1682.
Saat itu, Belanda menguasai dan memonopoli perdagangan di pelabuhan Banten sehingga merugikan rakyat Banten.
Sultan Ageng dan rakyat Banten pun segera melakukan perlawanan dengan menghancurkan kapal-kapal laut Belanda.
Selain itu, untuk melemahkan kekuatan Belanda, Sultan Ageng menjalin kerjasama perdagangan dengan negara-negara Eropa lainnya, seperti Inggris dan Denmark.
Belanda kemudian melakukan politik adu domba.
Belanda berhasil memengaruhi Sultan Haji, putra Sultan Ageng untuk memusuhi ayahnya.
Belanda mengatakan bahwa Sultan Ageng lebih memilih Pangeran Purbaya, adik Sultan Haji untuk menjadi penggantinya kelak daripada dirinya.
Pasukan dan rakyat Banten pun terpecah dua.
Perang saudara pun tak dapat dihindari.
Pasukan Sultan Haji yang dibantu oleh Belanda, akhirnya bisa mendesak pasukan Sultan Ageng.
Pada tahun 1683, Sultan Ageng ditangkap dan dipenjara di Batavia (Jakarta) hingga wafat pada usia 61 tahun.
Sementara itu, Pangeran Purbaya menyingkir ke wilayah pedalaman. ***
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: 100 Pahlawan Nusantara
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Penerbit: Cikal Aksara