Tom Pouce (Hop-o’-My-Thumb)
Hop-o’-My-Thumb atau Tom Pouce menceritakan sebuah keluarga penebang kayu yang sangat miskin dengan tujuh anak laki-laki, di mana yang paling bungsu bertubuh sangat kecil seukuran ibu jari namun memiliki kecerdikan luar biasa yang jauh melampaui saudara-saudaranya yang lain. Ketika masa paceklik memaksa orang tua mereka membuat keputusan berat untuk meninggalkan ketujuh anak mereka di tengah hutan karena tidak sanggup lagi memberi makan, si bungsu yang cerdik diam-diam mengumpulkan batu-batu kerikil kecil di sepanjang jalan sebagai penanda agar mereka semua bisa menemukan jalan pulang. Namun pada percobaan kedua ketika orang tua mereka kembali meninggalkan mereka di hutan yang lebih dalam, si bungsu hanya sempat menyebarkan remah-remah roti karena tidak sempat mengumpulkan kerikil, dan sayangnya remah roti tersebut telah dimakan habis oleh burung-burung sehingga mereka benar-benar tersesat dan akhirnya menemukan rumah seorang raksasa pemakan anak-anak beserta istrinya. Dengan kecerdikan luar biasa, si bungsu berhasil menukar topi ketujuh anak perempuan raksasa dengan mahkota milik ketujuh saudaranya sendiri saat tidur, sehingga raksasa yang kebingungan dalam kegelapan justru membunuh anak-anaknya sendiri, dan si bungsu bahkan berhasil mencuri sepasang sepatu bot ajaib tujuh mil milik raksasa tersebut untuk membawa pulang seluruh saudaranya dengan selamat sekaligus membawa banyak harta karun bagi keluarga mereka yang miskin.
Tom Pouce (Hop-o’-My-Thumb) Read More »



















