- Lahir : Bali, 1660
- Wafat : Bangil, 5 November 1706
Dari kecil, ia tinggal di rumah seorang perwira VOC bernama, Edelaar Moor sebagai budak suruhan.
Semenjak kehadiran dirinya di rumah Moor, karir dan kekayaan Moor meningkat pesat.
Karena banyak membawa keberuntungan, Moor kemudian memanggilnya dengan nama “Untung”.
Namun setelah dewasa, Untung berani mencintai bahkan menikahi Suzane, putri Moor.
Moor murka dan memenjarakan Untung.
Meskipun sebenarnya, putrinya juga mencintai Untung.
Dengan kecerdikannya, Untung berhasil melarikan diri bersama tahanan lainnya dari penjara.
Ia kemudian membentuk komplotan untuk membalas sakit hatinya pada orang-orang Belanda.
Ia dan komplotannya lantas menjarah dan merampok rumah-rumah orang Belanda.
Aksi Untung baru bisa dihentikan setelah Belanda menawarkan sebuah jabatan tinggi di militer pada Untung.
Selama karir militernya, Untung berhasil menangkap putra Sultan Ageng Tirtayasa, yaitu Pangeran Purbaya.
Namun, karena pasukan Belanda memperlakukan Pangeran Purbaya dengan kasar, Untung tidak terima.
Untung kembali bergabung ke pasukan Mataram untuk berjuang melawan Belanda.
Dalam sebuah pertempuran pada 8 Februari 1686, Untung bersama pasukannya berhasil membunuh Kapten Tack beserta 70 orang pasukannya.
Ia kemudian mendirikan sebuah kerajaan di Pasuruan, Jawa Timur.
Setelah menjadi raja, Untung lebih dikenal dengan sebutan Adipati Aria Wiranegara.
Belanda kemudian menyerang kerajaan Pasuruan secara besar-besaran.
Setelah mempertahankan Pasuruan mati-matian, akhirnya Untung Surapati tewas dalam pertempuran itu. ***
Sumber dan Kontributor
- Judul Buku: 100 Pahlawan Nusantara
- Naskah: Kak Nurul Ihsan
- Ilustrasi: Uci Ahmad Sanusi
- Penerbit: Cikal Aksara